Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 21


__ADS_3

"Kakak kok ada di sini?" Itulah hal pertama yang keluar dari mulut Daniella, membuat Dilon menggeleng karena bukan jawaban itu yang ingin Ia dengar.


Kai lalu berdehem pelan berusaha mencairkan suasana. "Ekhem Kak Dilon jangan langsung salah paham, kami gak ada apa-apa kok."


"Benarkah? Tapi terlihat tidak seperti itu, kalian terlihat sangat dekat." Dilon terlihat belum percaya, tatapan memicing nya masih sama.


Beralih pada Daniella, sekarang Ia bingung sekali harus bersikap bagaimana dan menjelaskan apa pada Kakak nya itu. Ia terlalu ceroboh dan tidak memperhatikan sekitar akibat terlalu kangen pada Kai.


Mereka lalu pindah duduk di sofa, dengan Daniella dan Kai bersebelahan dan Dilon di sofa single. Mereka seperti benar-benar sedang di interogasi, suasana di ruangan itu pun terasa mencekam.


"Jujur saja, kalian ada hubungan kan?" tanya Dilon langsung, karena yang Ia tangkap seperti itu.


Kai malah tertawa kecil, "Kakak bicara apa? Hubungan bagaimana, aku dan Daniella tidak ada apa-apa kok," jawabnya berusaha membantah.


"Tapi tadi Daniella langsung meluk kamu sambil bilang kangen berkali-kali. Aku ingin mengenyahkan pikiran, tapi yang aku simpulkan sepertinya di antara kalian memang ada sesuatu," sahut Dilon yang tidak mudah percaya.


Baru saja Kai akan kembali membantah, tapi Daniella itu malah mengatakan sesuatu hal yang dapat membuat masalah semakin rumit. Kai bahkan tidak menyangka Daniella akan blak-blakkan seperti itu.


"Sebenarnya aku memang suka sama Om Kai, aku cinta sama dia dan sudah dari lama," ungkap Daniella memberanikan diri.


Kedua bola mata Dilon terlihar terbelak. "Haha kamu pasti bercanda Ella, tidak mungkin!"


Merasakan tangannya dipegang, membuat Daniella menoleh. Bisa melihat ekspresi keberatan di wajah Kai, tapi Ia menjauhkan tangannya dan sudah memutuskan akan jujur. Memendam selama ini sangat tidak mudah.


"Tidak mungkin Daniella, dia itu adik, Kakak. Kita keluarga," kata Dilon menasehati.

__ADS_1


"Aku tahu Kakak, tapi perasaan ini gak bisa ditahan. Aku sudah suka sama Om Kai dari lama," sahut Daniella dengan helaan nafas berat.


Terdengar helaan nafas berat di sebelahnya, membuat Daniella memejamkan mata karena Kai sekarang pasti merasa kecewa Ia sudah berterus terang begini. Padahal mereka selama ini selalu menyembunyikan sikap dengan baik.


Apa nanti Kai akan memarahinya?


"Lalu Kai, kenapa kamu gak pernah cerita ini pada kami?" Dilon bertanya pada adik Ipar nya, ingin mendengar penjelasan juga.


"Cerita apa Kak? Tentang Daniella? Jangan salah paham, walaupun dia memang suka sama aku, tapi aku gak ada perasaan apapun sama dia. Kami pun gak ada hubungan lebih selain keluarga!" Jawaban Kai terlihat tegas dan tanpa ragu.


"Lagi pula aku sudah punya tunangan, Ayana. Selama ini aku hanya menganggap Daniella seperti seorang adik, tidak ada perasaan lebih seperti dia yang rasakan pada aku," lanjut Kai.


Kembali ruangan itu terasa hening, membuat semua di sana menjadi canggung satu sama lain. Tidak sengaja Kai melirik Daniella lewat ekor matanya, jadi merasa bersalah dan tidak enak takut menyakiti hati.


"Ternyata begitu ya, jadi apa selama ini Daniella selalu mengganggu kamu?" Dilon kembali membuka suara setelah diam beberapa saat memikirkan sebuah rencana.


Kai mengangguk pelan. "Daniella memang selalu mengganggu aku, dia bilang tidak akan menyerah dan akan terus berusaha luluhin hati aku."


Kedua mata Daniella terlihat terpejam, merasa malu dan sedih di waktu bersamaan. Sekarang Ia seperti sedang diadukan kelakuan buruk nya pada keluarganya. Pada Kakak nya saja sudah malu, apalagi kalau sampai ke telinga orang tuanya juga.


"Kalau begitu maaf ya Kai untuk sikap dia selama ini, aku sebagai Kakak juga baru tahu hal ini. Nanti aku akan bicara dengan Daniella," ucap Dilon dadi dalam hati.


"Hm tidak apa Kak."


Ingin sekali Kai memberi beberapa penjelasan jika sebenernya Ia tidak pernah sampai terbebani karena diganggu Daniella. Tetapi bukan berarti Ia menikmati juga, ah sulit sekali menjelaskannya.

__ADS_1


Dilon lalu beranjak dari duduk nya sambil merapihkan jas nya. "Kalau begitu Kakak pulang dulu, terima kasih sudah menyempatkan waktu." Perhatiannya lalu teralih pada adik perempuannya yang masih menunduk. "Daniella, ayo kita pulang."


Setelah Dilon keluar dari ruangannya, Daniella pun baru memberanikan diri menatap Kai di sebelah nya. Ekspresi wajah nya terlihat cemberut, agak kesal pada Kai karena sudah se jujur itu.


"Jadi selama ini aku mengganggu Om ya? Hm memang sih, aku pasti nyebelin banget karena selalu cerewet dan banyak tingkah. Tapi Om harus tahu, kalau aku cuman mau cari perhatian aja biar Om itu gak terlalu dingin sama aku.


Huft tapi kayanya salah deh, Om malah jadi muak sama tingkah aku. Maafin aku ya Om selama ini sudah gangguin Om. Kak Dilon sudah tahu gimana perasaan aku, dan kayanya dia juga gak akan setuju. Kita lihat saja nanti."


Merasa dada nya semakin sesak, Daniella memutuskan beranjak dan pergi dari sana. Setelah di luar ruangan menghembuskan nafasnya kasar, berusaha mengurangi rasa sesak di dada.


Ia sempat bertatapan dengan Ayana yang terlihat menatapnya bingung. Oh perempuan itu pasti akan sangat senang tahu di dalam sudah dibela Kai, Ia sangat cemburu. Daniella pun melenggang pergi tanpa mengatakan apapun.


Saat sampai di lantai bawah, ternyata Dilon menunggu nya. Lewat tatapan saja bisa langsung mengerti, Ia pun mengikuti Kakak nya itu keluar dari gedung itu dan masuk ke mobil pribadi Dilon. Keduanya lalu malah terdiam.


"Sungguh Daniella? Kakak benar-benar gak nyangka ternyata kamu suka nya sama Kai." Dari nada suara Dilon, terdengar seperti mengejek.


"Memangnya kenapa dengan Om Kai? Dia ganteng, baik suka senyum, terus sudah mapan juga," sahut nya tidak kalah kegus.


Walau agak sakit hati karena Kai mengadukan kelakuannya, tapi Ia tidak suka ada yang mengata-ngatai atau meremehkan Kai. Kurang apa pria yang satu itu? Di matanya sangat sempurna, itulah kenapa Ia bisa suka.


Dilon terdengar tertawa kecil. "Haha bukan begitu, dia memang keren kok dan pasti banyak cewek yang suka, Kakak bahkan gak duga salah satu nya kamu. Tapi kayanya ini salah, selain karena kita keluarga juga perbedaan usia kalian," sahut nya.


Ya Daniella sudah menduga yang akan dibahas dan menjadi pertentangan di antara nya dengan Kai adalah perbedaan usia mereka yang lumayan jauh. Mungkin karena Ia juga baru usia legal, jadi terasa terlihat kurang pantas.


"Apa Kakak akan laporin aku ke Mama sama Papa?" tanya Daniella agak khawatir.

__ADS_1


__ADS_2