
Saat sedang asik makan es krim di bawah pohon rindang, perhatian Olivia teralih melihat seseorang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Mengetahui itu adalah Dilon, membuatnya mendengus tanpa sadar.
"Sendirian aja nih, mau ditemenin gak?" tanya Dilon sambil menaik turunkan alisnya menggoda.
Olivia pun tanpa ragu menggeleng, "Gak usah, mau sendiri aja," tolak nya.
"Katanya cewek cantik jangan sendirian, nanti ada yang nyulik," bisik Dilon mengada-ngada.
Tetapi Olivia hanya memutar bola matanya membiarkan dan kembali menonton bola di lapangan di depannya. Ia tahu itu hanya akal-akalan Dilon saja, karena lelaki itu kan memang selalu mencari kesempatan.
Saat sedang asik menonton, Olivia terkejut karena Dilon dengan lancang menggigit ujung es krim batang nya. Kedua matanya pun langsung melotot tajam pada pria itu, sedang Dilon hanya tersenyum kikuk sama sekali tidak merasa bersalah.
Olivia lalu memukul paha Dilon lumayan keras, "Ih Dilon ini es krim punya aku!" kesalnya memarahi.
"Ya elah jangan pelit, cuman minta sedikit," kata Dilon yang sedang mengunyah es krim nya.
Olivia hanya menggerutu pelan dan memalingkan wajah, pasti sekarang pipinya merah. Masalahnya bukan Ia pelit, tapi kebiasaan makan es krimnya itu ya di **** jadi Dilon memakan habis bekas dirinya.
Dilon yang melihat perempuan itu jadi diam dan tidak menatapnya, membuatnya bingung dan jadi dibuat salah paham. Apa jangan-jangan marah hanya karena Ia meminta sedikit es krim nya?
"Iya-iya kalau gak mau bagi, nanti aku beliin lagi deh," kata Dilon berusaha membujuk.
"Gak usah, aku bisa beli sendiri!" tolak Olivia dengan nada ketus nya, yang dianggap Dilon malah sedang sensi dan benar ngambek.
Olivia lalu kembali menatap pria itu, "Sudah sana mending kamu pergi!"
"Loh kenapa? Gak suka ya ditemenin aku?"
Bukan begitu, tapi Olivia hanya tidak mau ada mata-mata Septian melihat dan akan melaporkan pada lelaki itu, padahal sekarang Ia dan Dilon pun hanya mengobrol biasa. Tetapi bagi Septian mungkin tetap saja mencurigakan.
__ADS_1
Apalagi ini sedang di outdoor, otomatis banyak yang melihat juga. Terkhusus para perempuan, Olivia yakin mereka merasa penasaran dan cemburu Dilon bisa duduk berdua dengannya, kebanyakan pasti fans nya Dilon.
"Nanti pulang bareng ya, sekalian aku juga mau main ke rumah kamu," ucap Dilon yang sudah berdiri di depannya, akan pergi menuruti perintah Olivia.
"Mau apalagi? Kamu jangan keseringan main ke rumah, Mama sama Papa aku bisa salah paham," ujar Olivia mengingatkan.
"Lagian aku kesana juga main sama Kai, Mama sama Papa kamu juga tahu. Kamunya saja yang terlalu kepedean ah," Kata Dilon menggoda, memutuskan langsung berlari pergi karena takut diamuk Olivia.
Sedangkan Olivia setelah ditinggal lelaki itu hanya mendengus kasar sambil mencebikkan bibir. Enak saja Ia di bilang kepedean, toh yakin alasan lain Dilon datang ke rumahnya pasti ingin berduaan dengannya juga.
Tidak lama Kirana yang tadi ijin dari toilet pun kembali, lalu duduk di sebelah nya. Katanya Kirana sakit perut, jadi agak lama di kamar mandi. Olivia pun langsung mengingatkan temannya itu untuk jangan makan sembarangan.
"Olivia, mau main gak ke rumah aku?" tawar Kirana tiba-tiba.
"Memangnya rumah kamu dimana?" tanya Olivia yang memang belum tahu.
Saat Kirana menyebutkan alamat rumahnya, Olivia pun mengangguk langsung tahu. Ya tidak lumayan jauh lah dari rumahnya, bahkan daerah tempat tinggal nya itu sama dengan Septian.
"Nanti saja deh kapan-kapan, kalau misal kita ngerjain tugas tuh, baru bisa ke rumah kamu," jawab Olivia setelah berpikir dengan baik.
Masalahnya Olivia sekarang jadi ingin cepat pulang ke rumah. Kenapa? Ya karena ada Dilon di rumahnya, jujur saja Ia memang suka kalau pria itu sudah main di rumahnya, walau niatnya bermain dengan Kai.
"Hm ya sudah deh gak papa, aku gak sabar banget ajak kamu ke rumah," kata Kirana entah apa maksud.
Keduanya cukup lama di sana menonton bola sambil mengobrol ringan. Tiba-tiba bola yang sedang dimainkan sekumpulan lelaki itu terbang ke arah mereka, repleks kedua perempuan itu memejamkan mata sambil melindungi kepala.
Untungnya tidak sampai, dan bola hanya mengenai kaki Olivia saja. Salah seorang lelaki di lapang pun berlari untuk membawanya, tidak langsung pergi dan malah menatap Olivia dalam, sambil memegang bola futsalnya.
"Hei sorry ya, kena gak tadi?" tanya pria itu
__ADS_1
Olivia dan Kirana menggeleng bersamaan, "Enggak sih, cuman kena kaki," jawab Olivia.
"Oh untung deh, sekali lagi maaf." Pria itu lalu mengusap telapak tangan kanannya ke baju, "Boleh kenalan gak? Nama lo siapa?"
Olivia sempat menunjuk dirinya sendiri karena pria itu malah mengulurkan tangan ke arahnya, saat si lelaki mengangguk mengiyakan membuatnya pun membalas jabatan tangan itu sambil menyebut namanya.
"Berarti adik kelas ya, salam kenal ya Olivia, nama gue Gerald," Katanya ikut memperkenalkan diri.
Olivia hanya mengangguk pelan, lalu memperhatikan lelaki itu yang berlari pergi dari sana sambil melambaikan tangan, lalu kembali ke lapangan melanjutkan lagi bermain bola. Bisa dilihat teman-teman lelaki itu sempat menyoraki nya dan menggodanya.
Lamunan Olivia terhenti saat merasakan senggolan kecil di bahunya, Ia pun menatap Kirana yang tersenyum-senyum kepadanya.
"Apa?" tanyanya polos.
"Cie ada yang ngajak kenalin nih ye, hm emang bener kamu ini terkenal, pasti dia tertarik deh sama kamu," kata Kirana menggodanya.
"Enggak ah biasa saja, cuman ngajak kenalan. " Olivia bersikap acuh dan tidak terlalu peduli, karena Ia sendiri tidak ada perasaan tertarik pada lelaki bernama Gerald itu.
Malahan yang langsung Ia pikirkan sekarang adalah Dilon, tidak terbayang kalau lelaki itu ada di sini dan melihat tadi ada yang ingin berkenalan dengannya. Apakah akan seperti dulu bersikap posesif? Olivia pun dibuat tersenyum-senyum sendiri membayangkan itu.
"Tapi inget ya kamu sudah punya tunangan, jangan sampai deh malah lanjut sama dia," celetuk Kirana menyindir.
Olivia pun tersenyum kikuk, "Haha iya-iya tenang aja kali, lagian aku gak tertarik," jawabnya.
"Bagus deh, aku pikir kamu sama Septian memang cocok."
Senyuman di bibir Olivia perlahan menghilang merasa mengganjal dengan perkataan Kirana tadi, perempuan itu mengatakan dirinya cocok dengan Septian? Tunggu, sepertinya Ia harus tanya sesuatu.
"Memangnya kamu pernah lihat gimana tunangan aku itu? Kok bilang kita cocok," tanyanya.
__ADS_1
Kirana terlihat tersentak, tapi tidak lama tersenyum kikuk, "Haha belum sih, cuman aku pikir pasti tunangan kamu itu juga baik dan ganteng, ya kamu versi cowok aja gitu," jawabnya terlihat tidak meyakinkan.