
Saat Daniella sedang membuka helm nya, Ia melirik ke depan merasa di perhatikan. "Kenapa?" tanyanya.
"Ella, kamu gak papa?"
"Gak papa, santai aja. Aku tuh udah kebal lihat Om Kai pacaran sama Ayana," jawab nya sambil berusaha tersenyum.
Tadi suasananya memang tidak nyaman, Ia saja bingung harus bagaimana. Masalahnya sedang ada Mia, tidak mau saja sahabat nya itu mengasihani nya dan menganggap nya lemah.
Tetapi ya walau berusaha sok tegar, jujur hatinya memang agak sakit jika Kai sedang berduaan dengan Ayana. Mau bagaimana lagi, mereka kan pasangan kekasih. Dan dirinya hanya bocah ingusan yang ingin memisahkan.
"Jangan natap aku begitu," protes Daniella sambil mengerucutkan bibir pada sahabat nya.
Mia terlihat menghembuskan nafasnya berat lalu mendekati Daniella dan membawa kedua tangannya ke genggaman. "Aku tahu kok kamu pasti cemburu, kamu gak bisa pura-pura di depan aku."
"Huft iya-iya emang agak sedih tadi, tapi kan aku sudah biasa. Sudahlah lupakan, aku bahkan pernah lihat mereka lebih parah," sahut nya. Lebih parah itu saat memergoki dua orang itu ciuman.
Tidak mau sahabat nya ini sedih terus, Mia pun menariknya pergi dari sana menuju kelas. Bertekad di dalam hati akan melakukan berbagai cara supaya bisa menghibur Daniella hari ini.
Pokoknya tidak boleh galau karena cinta!
Di Koridor mereka malah berpapasan dengan Andra, pria itu seperti biasa langsung tersenyum sumringah melihat Daniella. Berjalan mendekat sambil melambaikan tangan dan menyapa keduanya.
"Hai juga Andra," balas mereka walau tidak se semangat saat pria itu menyapa.
"Kalian mau pada ke kelas ya?" tanya Andra basa-basi.
"Iyalah ke kelas, emangnya menurut kamu kita mau pulang? Baru juga sampai," celetuk Mia sedikit bergurau, membuat Daniella berusaha menahan tawa.
Andra terlihat mengusap tengkuknya jadi malu sendiri. "Nanti jam istirahat ke kantin bareng ya, mau gak? Daniella," tawar nya mengajak lebih dulu.
__ADS_1
Daniella terhenyak mendengar itu, Ia tidak langsung menjawab dan malah melirik Mia yang pura-pura sibuk dengan ponsel nya. Kalau suasananya sudah seperti ini jadi canggung dan tidak nyaman.
Ternyata si Andra itu belum menyerah juga, bermuka tebal juga padahal sudah ditolak Daniella beberapa kali. Baru saja akan menolak ajakannya, Mia tiba-tiba malah membuka suara,
"Iya-iya nanti kalian ke kantin bareng, temenin Daniella soalnya aku ada kumpulan ekskul. Sudah kan? Kita ke kelas duluan ya Andra." Mia pun menarik tangan sahabatnya itu dan pergi dari sana dengan jalan cepat.
Tetapi saat akan memasuki kelas, Daniella menahan tangannya membuat Mia pun menoleh dan menatap nya bingung. Daniella melepaskan tautan tangan mereka, beralih melipat kedua tangannya di dada.
"Mia ish kenapa tadi kamu malah bilang gitu sih ke Andra?!" tanya Daniella baru protes.
"Emangnya kenapa? Gak papa lah, dia kan ngajak kamu makan siang bareng. Hemat uang, pasti nanti ditraktir," kata Mia lalu tertawa kecil, entah apa yang lucu.
"Ck tapi aku gak mau, tadi juga mau nolak malah kamu bilang gitu sama dia," gerutu Daniella kesal.
Mia terlihat menghembuskan nafasnya kasar, sebelah tangannya terulur mengusap bahu nya. "Nanti siang aku beneran ada kumpulan ekskul, jadi kamu kayanya bakal sendiri ke kantin. Kalau sama Andra kan jadi ada yang nemenin."
Tetapi Daniella pikir Ia masih bisa pergi dengan teman kelasnya yang lain, dari pada dengan Andra. Ayolah Ia kan sedang berusaha menghormati perasaan sahabat nya ini, Mia kan suka sama Andra.
Mia lalu tertawa kecil. "Iyalah beneran, mana mungkin ngarang, kamu ini ada-ada saja. Sudah yuk masuk, bentar lagi gurunya masuk."
Daniella malah memperhatikan Mia dengan tatapan sulit di artikannya. Ia tadi hanya memastikan saja, menjadi di posisi Mia kan pasti akan serba salah dan bingung sendiri. Jangan sampai deh, Mia itu pura-pura tegar di depan nya.
***
Jam istirahat pun datang, membuat semua siswa bersorak senang dan segera beranjak dari tempat duduk nya. Begitu pun dengan Mia, perempuan itu sempat berpamitan pada Daniella dan segera keluar kelas. Buru-buru sekali.
"Daniella!"
Panggilan itu membuat perhatian Daniella teralih, melihat di ambang pintu ada Andra yang melambaikan tangan padanya, membuat tanpa sadar mendengus pelan.
__ADS_1
Terdengar siutan dan sorakan pelan menggoda dari teman-teman kelas nya, tapi Daniella langsung membantah dan memilih segera pergi keluar sebelum teman-teman nya itu semakin menjadi-jadi.
"Daniella, kok kamu cemberut gitu sih? Apa lagi ada masalah?" tanya Andra yang memperhatikan wajahnya.
"Gak papa," jawab Daniella singkat tanpa mengubah ekspresi wajahnya.
Setelah itu Andra pun menjadi bingung sendiri dan canggung untuk memulai obrolan. Sepanjang perjalanan ke kantin pun tidak ada obrolan lagi. Sesampainya di kantin, keduanya memesan makanan terlebih dahulu setelah itu mencari meja kosong.
"Kamu serius cuman pesan dimsum lima potong sama es kelapa muda? Emangnya gak laper ya?" tanya Andra memperhatikan porsi makanan perempuan di depan nya.
"Iya lagi gak terlalu nafsu makan," jawab Daniella lalu menyuapkan potongan besar dimsum ke mulut nya tanpa malu sedikit pun.
Andra terlihat tersenyum melihat tingkah Daniella, Ia pun mulai ikut menyantap makanannya juga. Suasana kantin seperti biasa selalu ramai, beberapa kali meja mereka juga bergeser karena orang-orang yang lewat.
Puncaknya adalah saat seorang siswi yang tidak sengaja sedikit menumpahkan jus nya ke seragam Daniella. Pekikan Daniella yang terkejut pun membuat suasana di sebelah sana menjadi hening beberapa saat.
"Ya ampun Kak maaf Kak, aku beneran gak sengaja," kata siswi itu yang terlihat panik, raut wajahnya berubah menjadi cemas dan hampir menangis.
Daniella berdiri dan mengibas-ngibaskan area seragam bagian depan nya yang basah lalu perlahan berubah warna. Ia tidak bohong merasa kesal, lalu menatap tidak suka pada perempuan yang sepertinya adik kelas nya itu.
"Lain kali jalannya hati-hati dong, minumannya juga pegang yang erat biar gak tumpah terus kena orang lain," omel nya.
"I-iya Kak, saya beneran minta maaf," cicit siswi itu dengan kepala menunduk, pasti sebentar lagi Ia akan terkenal karena sudah membuat masalah pada Daniella.
Andra yang melihat suasana di sana menjadi tidak nyaman pun beranjak dan ingin memisahi. "Ekhem kamu bisa pergi, tapi lain kali hati-hati."
Selepas kepergian siswi itu, Daniella kembali duduk dengan kasar di kursinya dan meminum jus nya beberapa kali tegukan untuk mendinginkan hati nya yang panas.
Perhatiannya teralih melihat Andra menyodorkan beberapa lembar tisu padanya. Ia malah memperhatikan beberapa saat, lalu baru menerima nya saat Andra menggerakan tisu itu lagi.
__ADS_1
"Makasih," ucap nya pelan.