Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Sok Narsis


__ADS_3

Dua hari setelah kecelakaan itu, Olivia kembali masuk Kampus setelah merasa kondisinya lebih baik. Untungnya lagi acara ospek hari ini yang terakhir, jadi tidak akan terlalu banyak kegiatan nanti di sana. Olivia berangkat di antar Papanya yang akan berangkat ke kantor.


"Aku masuk dulu ya Pah, Papa hati-hati di jalan-nya," ucap Olivia setelah menyalami tangan pria paruh baya itu.


"Kamu juga, jangan terlalu kelelahan dan kenapa-napa ya," sahut Kevin yang masih khawatir dengan keadaan putrinya. Saat tahu sempat kecelakaan, membuatnya frustasi sendiri.


Olivia mengangguk lalu keluar dari mobil, bisa melihat juga mahasiswa lama yang ber masukan ke dalam gerbang universitas. Katanya anak baru langsung masuk ke sebuah aula, Olivia pun segera ke sana karena sebentar lagi akan dimulai.


Acara kali ini tidak banyak, hanya beberapa penyampaian lalu di akhiri pemberian hadiah pada beberapa kandidat. Baguslah, lagi pula Olivia ingin istirahat di rumah karena tubuhnya belum pulih sempurna.


"Hei Olivia, kamu sudah masuk lagi?" tanya seorang teman kelompok nya bernama Naya.


"Hehe iya aku baru masuk lagi," jawabnya sambil tersenyum kikuk.


Salah satu yang lain pun ikut menyahut, "Katanya kamu kecelakaan ya? Terus gimana keadaannya sekarang?"


"Sudah baikkan kok, walau badan aku masih agak sakit-sakit terus ada barut."


Teman-teman nya lalu mendoakan dirinya cepat sembuh dan kembali sehat. Olivia merasa senang mendapat sikap baik semua orang. Saat Ia tanyakan bagaimana keadaan kelompok saat dirinya tidak ada, ternyata Naya lah yang menggantikan. Olivia pun langsung meminta maaf, tapi Naya mengatakan tenang saja.


Selama acara berlangsung, Olivia terus celingak-celinguk memperhatikan sekitar, lebih tepatnya bagian para lelaki yang duduk di sebrang. Ia sedang mencari Dilon, jangan salah paham, Olivia hanya ingin memberikan sapu tangan yang pria itu pinjamkan waktu itu untuk menutupi luka di telapak tangannya.


"Okey ini waktu yang ditunggu-tunggu kayanya ya buat semuanya, yaitu pembagian hadiah," ucap Ayu dan Bagas yang bertugas sebagai MC kali ini.

__ADS_1


Semua orang di dalam aula langsung bersorak senang dan tidak sabaran siapa saja si pemenang di beberapa kandidat itu. Semua kelompok pun berharap bisa menang, walau hadiahnya biasa dan tidak spesial tapi tetap saja menjadi sebuah kebanggaan.


Sayangnya kelompok Terong tidak mendapat hadiah kategori apapun sampai akhir, mungkin mereka kurang mengekspresikan diri, ditambah sempat dibuat bingung karena pergantian ketua. Tetapi mereka tidak masalah, dan tidak terlalu memikirkan juga.


"Masih ada kategori juara yang terakhir, yang satu ini pilihan kami semua sebagai pembina. Yaitu kategori mahasiswa baru terpopuler, wah kira-kira siapa ya itu?" tanya Ayu menantang pada semua orang.


Semua orang pun kembali berharap, apalagi saat melihat hadiah yang lumayan besar dan di hias dengan cantik. Olivia yang dari tadi mendengarkan dengan baik tidak terlalu peduli, tapi saat nama itu disebutkan membuatnya terkejut sendiri.


"Silahkan maju untuk idola baru Kampus kita, Dilon!" ujar Ayu dengan semangatnya.


Suara tepuk tangan meriah pun langsung terdengar di aula itu. Para lelaki langsung menyoraki Dilon yang terlihat percaya diri maju ke depan sambil tersenyum-senyum. Mereka tidak terlalu terkejut, karena pria itu di acara ini memang paling bersinar.


Setelah Dilon berdiri di depan, beberapa pembimbing pun langsung mendekat untuk memberikan hadiah juga foto bersama. Olivia yang melihat itu dibuat menganga, tidak menyangka sendiri mantan pacarnya menjadi narsis begitu.


Dilon pun menerima nya sambil menyugar rambutnya ke belakang, "Pertama pasti makasih banget buat semua Kakak pembimbing yang sudah baik. Untuk teman-teman perjalanan kita baru dimulai, jadi semangat ya semuanya," ujarnya.


Setelah itu Dilon pun kembali di persilahkan duduk ke tempatnya lagi, pria itu terlihat beberapa kali di goda teman-teman nya saat membawa hadiah. Bagi pria itu tidak akan menikmati sendirian, Ia bahkan dengan senang hati bisa memberikan pada teman-teman nya.


"Terima kasih untuk semuanya yang sudah rajin mengikuti acara. Sebelumnya kami dari semua pembina ingin meminta maaf jika ada kata atau sikap kami yang menyakiti kami, kami berusaha profesional dalam bekerja."


"Dan untuk kalian selamat datang di Kampus kami, kalian sudah resmi menjadi mahasiswa baru di sini. Belajar dengan baik dan tekun, agar cita-cita kalian tercapai."


Setelah acara di tutup, semua di dalam pun beranjak keluar dari dalam aula besar itu. Sekarang mereka benar-benar bisa bernafas lega karena tidak akan mengikuti kegiatan menguras tenaga dan emosi seperti ini lagi, jadi mulai besok benar-benar sudah bisa belajar.

__ADS_1


Olivia sempat mengabadikan moment bersama teman-teman kelompok nya sebagai kenangan. Setelah nya Ia pergi dari sana untuk mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Dilon. Cukup sulit menemukannya, tapi Ia juga tidak mau menelepom karena tidak tahu apakah nomornya masih aktif atau tidak.


Langkah Olivia memelan melihat pria itu sedang di taman depan, berfoto dengan para perempuan lain. Olivia berkacak pinggang melihat nya, Dilon terlihat benar-benar seperti idola sekarang karena banyak perempuan ingin berfoto bersamanya.


"Hei yang di sana mau minta foto juga ya," panggil Dilon ke arah nya, bahkan melambaikan tangan meminta mendekat.


Olivia sempat menoleh ke belakang menganggap bukan dirinya, tapi ternyata hanya dirinya seorang di sana, itu berarti Dilon memanggilnya. Tanpa sadar mendengus kasar, percaya diri sekali pikirnya si Dilon itu.


Dengan wajah masam Olivia pun mendekati Dilon, tatapannya terang-terangan tidak suka pada beberapa perempuan di sana yang masih mengerubungi Dilon. Seolah meminta pada pria itu untuk mengusir mereka.


"Dilon nanti kita chat ya, jangan lupa loh di save balik," ucap seorang perempuan berambut keriting dengan centilnya, teman-teman nya pun ikut-ikutan.


Dilon terkekeh kecil, "Haha iya-iya tenang aja, nanti gue save back deh. "


Untungnya para perempuan itu pergi juga, meninggalkan Dilon dan Olivia di sana. Saat Dilon menatap Olivia, sedikit tersentak melihat tatapannya yang tidak suka begitu, membuatnya jadi tidak nyaman sendiri.


"Kenapa? Mau minta foto juga?" tanya Dilon bergurau sedikit menggoda.


"Ish apaan sih? Jangan sok ngartis!" ketus Olivia merasa ilfeel sendiri mendengarnya.


"Loh gue emang artis kok sekarang, tadi aja jadi juara umum, terus banyak cewek-cewek minta foto," bela Dilon tidak mau kalah.


Olivia mencebikkan bibirnya ingin mengatai Dilon kalau pria itu narsis sekali, sayangnya sepertinya memang kenyataannya begitu. Ia benar-benar seperti tidak melihat Dilon yang dulu, ternyata siapapun bisa berubah.

__ADS_1


"Aku cuman mau balikin sapu tangan ini. Tenang saja sudah dicuci, jadi wangi dan gak kotor lagi," ucap Olivia memberikan sapu tangan berwarna biru itu.


__ADS_2