Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Terlihat Berbeda


__ADS_3

Kegiatan ospek penerimaan mahasiswa baru dimulai hari ini. Olivia sudah bangun dari jam lima subuh karena tidak mau terlambat, apalagi harus sampai di Kampus sekitar pukul enam dan jika terlambat akan dihukum.


Terlihat bayangannya di cermin, penampilannya culun sekali karena kedua rambutnya dikepang dua dengan pengikat tali rapia berwarna di setiap ujungnya. Ia juga harus memakai topi yang biasanya dipakai petani di sawah.


Saat menuruni tangga, Olivia langsung menghampiri Mamanya yang kebetulan lewat, "Mah aku berangkat sekarang ya?" pamitnya.


"Loh kok buru-buru? Kamu kan belum sarapan," kata Keisha.


"Gak ada waktu, aku juga takut terlambat apalagi sudah jam setengah enam lebih. Aku sudah siapin bekel kok, nanti sarapannya di Kampus saja. Sudah ya aku berangkat sekarang." Setelah menyalami tangan Mamanya, Olivia pun berlari cepat keluar rumah.


Perempuan itu akan berangkat dengan menaiki motor yang dibeli Papanya beberapa hari lalu, atas permintaannya sendiri karena pasti saat ospek begini harus berangkat pagi dan pulang sore nya. Kalau pakai mobil takut terjebak macet.


Walaupun Olivia sudah secepat mungkin sampai di Kampus nya, sayangnya Ia terlambat dan Kakak Pembina langsung menyuruhnya berdiri di depan lapang dengan ditonton mahasiswa baru lain.


Untungnya lumayan banyak juga yang terlambat dan dihukum, Olivia berdiri di barisan paling depan karena diperintah Kakak Pembina nya. Ia berdiri kaku merasa gugup, tapi sepertinya tidak akan ada banyak yang mengenalinya juga.


"Semuanya lihat nih orang-orang pemalas. Pasti malam nya bergadang terus pas bangun kesiangan, sudah tahu besoknya mulai masuk Kampus, tapi masih keras kepala aja!" cerca seorang Kakak Pembina galak, berjalan mondar-mandir di depan para mahasiswa yang dihukum.


Tidak lama pun terdengar sorakan, bahkan Pembina yang lain pun menyuruh semuanya menyoraki membuat yang dihukum di depan merasa malu. Maklum saja namanya ospek, pasti perlakuannya akan kejam.


Olivia merasa semakin gugup saat Pembina laki-laki itu malah berdiri di sisinya, posisinya memang paling depan dan paling pojok. Mendapatkan tatapan tajamnya, membuatnya menelan ludah kasar tapi berusaha tenang.


"Heh siapa nama kamu? Jangan sok imut!" tanya Pembina yang memiliki nama Bagas di name tag almamater nya.

__ADS_1


Saat mic itu di arahkan ke depan mulutnya, Olivia pun menjawab, "Nama saya Olivia dari kelompok Terong," jawabnya.


"Ckck mana nih kelompok Terong? Salah satu anggota grup kalian malah telat, ini bisa jadi pengurangan nilai kalian nanti loh. Siapa ketua nya?!" tanya Bagas kembali galak.


Tetapi tidak ada yang mengacungkan tangan di depan, membuat Bagas bingung. Mendapatkan kode lirikan mata dari salah satu temannya, membuat Bagas pun melihat ke arah yang ditunjuk.


"Loh jadi kamu ketua dari kelompok ungu?" tanya Bagas sensi, ekspresi wajahnya pun semakin meremehkan, "Masa ketua nya terlambat sih, gimana mau nyontohin anggota yang lain? Kenapa juga kalian malah milih dia yang jadi ketua nya?!"


Oh rasanya Olivia ingin menghilang saja dari sana karena seperti dipermalukan begini di depan umum. Bukan mau nya juga menjadi ketua kelompok, tapi mereka yang menunjuknya dan Olivia pun siap-siap saja.


Baru saja akan dimarahi lagi, kedatangan seseorang yang masuk dengan santai nya dari gerbang membuat perhatian semua orang teralih. Bisik-bisik langsung terdengar khususnya dari para perempuan melihat lelaki tampan itu.


"Nah-nah ini juga telat, astaga bener-bener gak tahu malu ya. Sini kamu!" panggil Bagas pada lelaki itu.


"Siapa nama kamu?" tanya Bagas sambil menyodorkan mic itu.


Dengan santainya lelaki itu pun menerima mic nya, "Nama Dilon dari kelompok Kesemek, salam kenal semuanya," katanya sambil melambaikan tangan tanpa malu. Tidak lama terdengar sorakan heboh dari para perempuan, membuat terkejut sendiri.


Bagas pun kembali merebut mic nya dengan kasar, "Kenapa sapa-sapa begitu? Gak sopan banget. Kamu itu telat, dan sekarang harusnya malu dong dihukum!"


Tetapi Dilon malah mengedikkan bahunya acuh dan tidak terlalu peduli. Ia malah lebih tertarik menoleh pada seseorang yang berdiri di sebelahnya, siapa lagi kalau bukan mantan pacarnya. Seringai langsung terukir di bibirnya saat pandangan mereka bertemu, tapi Olivia langsung memalingkan wajah.


Beralih pada Olivia, sekarang Ia sedang menggerutu di dalam hati karena bertemu mantan kekasihnya itu lagi. Hampir lupa jika mereka memang mendaftar di Kampus yang sama, bahkan lucunya lagi mereka di Jurusan yang sama juga dan bisa saja satu kelas.

__ADS_1


Pembina lain yang seorang perempuan lalu maju ke depan, menemani Bagas, "Oke yang lain boleh duduk, tapi tadi yang paling terlambat jangan dulu duduk," perintahnya.


Olivia bisa bernafas lega karena akhirnya Ia bisa duduk juga dan tidak dipermalukan lagi. Ia segera bergabung dengan anggota kelompoknya yang lain, tidak lupa meminta maaf karena sudah terlambat dan sempat mempermalukan, untungnya semua temannya baik-baik.


Saat Olivia menatap ke depan lagi, dibuat tersentak melihat Dilon lah ternyata yang tidak boleh dipersilahkan duduk. Kira-kira mereka akan melakukan apa pada Dilon? Kini bahkan beberapa Pembina lain ikut mengerubungi.


"Kayanya di sini banyak yang kenal Dilon ya? Apalagi para cewek-cewek. Dilon, gimana rasanya jadi idola banyak cewek?" tanya Pembina bernama Ayu.


Benar saja, para perempuan langsung bersorak dan bersiul karena mereka memang mengenali Dilon. Berbeda lagi dengan para lelaki, ada yang acuh ada juga yang tidak peduli karena tidak kenal.


Dilon pun menerima mic itu sambil tersenyum sampai menunjukkan deretan gigi nya, "Ya seneng lah bisa punya banyak kenalan, jadi udah kaya idol aja ya," jawabnya.


"Terus sekarang Dilon single gak nih? Kalau single kayanya bakal banyak yang deketin."


"Single dong, jadi kalau deket sama siapapun juga gak akan ada yang marah. Lagi nyari cewek idaman yang bisa buat nyaman, ada yang berminat gak nih?" tanya Dilon kepedean, tapi para perempuan yang mengidolakannya malah menanggapi dengan membalas lambaian tangannya.


Olivia yang dari tadi diam memperhatikan dibuat mual sendiri melihat tingkah Dilon yang kini terlihat berbeda. Benarkah itu mantan pacarnya? Kenapa sekarang terlihat seperti playboy? Benar-benar tidak habis pikir.


Telinganya dari tadi bisa mendengar beberapa bisikan dari yang lain di sekitar, mereka membicarakan Dilon dan sepertinya pria itu memang sangat terkenal di para perempuan. Entah kenapa ada perasaan panas di dadanya, apakah Olivia cemburu?


"Ya sudah Dilon silahkan duduk lagi, tapi jangan duduk di barisan cewek-cewek ya nanti di terkam lagi," kata Ayu yang malah ikut menggoda nya.


***

__ADS_1


Hai jangan lupa like dan komen nya ya kalau suka ceritanya, makasih


__ADS_2