
"Selamat ulang tahun sayang," ucap Olivia manis.
Mendapat ucapan selamat dari kekasihnya itu, membuat Dilon tidak bisa menahan senyumannya. Ia pun menarik perempuan itu ke pelukannya dan memeluknya erat.
"Lo kenapa cantik banget sih hm? Jadi pengen gue gigit deh!" kata Dilon gemas.
"Haha jangan dong, emangnya kamu kanibal apa? Serem ih!"
"Iya gue kanibal, tapi lo aja makanan gue gimana?" gurau Dilon.
Olivia tertawa kegelian karena pria itu terus mendusel-dusel wajahnya di lehernya. Dengan tenaga lumayan keras, Ia pun mendorong dada Dilon membuat pria itu akhirnya meregangkan pelukan.
"Nanti malam makan malam yuk," ajak Olivia.
"Kemana?"
"Gimana kalau di Kafe bar kamu? Kita rayain kecil-kecilan di sana." Olivia terlihat semangat sekali mengatakannya.
Tetapi Dilon terlihat ragu dan tidak langsung menjawab. Sebenarnya bisa saja Ia makan malam di sana, tapi bagaimana kalau ada Papanya? Suasananya kan akan canggung sekali.
"Gak mau di tempat lain? Kan lo dulu udah pernah ke Kafe bar gue," tanya Dilon berusaha membujuk.
"Enggak ah, aku pengennya di Kafe bar milik kamu. Yaya? Kan biar romantis gitu."
Melihat Olivia yang sepertinya sangat ingin, membuat Dilon jadi tidak tega sendiri. Akhirnya Ia pun mengangguk pelan, dan Olivia langsung melompat kecil tanda bahagia.
Keduanya pun bergandengan tangan turun dari roftoop. Bel sekolah sudah berbunyi dari tadi, jadi mereka pun memutuskan akan langsung pulang. Biasanya selalu nongkrong dulu, tapi kan nanti malam juga bertemu lagi.
"Nanti gue jemput jam tujuh ya, lo dandan yang cantik, tapi jangan terlalu cantik-cantik juga," kata Dilon sambil mencubit pelan hidung Olivia.
"Gimana sih? Jadi aku harus dandan cantik atau jangan?" tanya Olivia bingung sendiri.
"Kalau sama gue doang gak papa, tapi kalau orang lain lihat pasti bakalan ikutan terpesona."
__ADS_1
"Ck dasar plin-plan, aku harus dandan yang cantik lah soalnya kan kita mau rayain ulang tahun kamu," ucap Olivia menjelaskan.
Dilon hanya menggelengkan kepala dengan senyuman tertahan. Padahal Ia sudah besar dan tidak dirayakan pun tidak masalah, tapi kekasihnya ini sepertinya ingin membuat kenangan indah untuknya.
"Ya sudah sana masuk, jangan makan malam dulu nanti keburu kenyang," perintah Dilon.
"Iya, kamu jemput aku tepat waktu ya," teriak Olivia sambil berjalan mundur masuk ke gerbang rumahnya.
Olivia lalu berbalik dan berjalan riang masuk ke dalam rumahnya. Rasanya Ia tidak sabar sekali untuk makan malam bersama Dilon, juga kedua orang tua Dilon. Ya ini kan rencana Om Aiden, dan ternyata Ia berhasil membujuk kekasihnya.
Memang sih Dilon tidak tahu kalau nanti di sana akan ada Om Aiden dan Tante Erika, tapi Olivia harap semuanya baik-baik saja. Membayangkan mereka bisa makan malam dengan tenang dan mengobrol hangat, terdengar sangat asik.
"Mamah!" panggil Olivia lalu memeluk leher Keisha. Wanita itu sedang duduk di sofa sambil menonton drama Korea.
"Ada apa? Kamu sudah pulang?" tanya Keisha.
"Sudah dong, bantuin aku dong Mah," pinta Olivia.
"Bantu apa? Ngerjain PR? "
Keisha yang mendengar itu langsung memfokuskan pandangan pada putrinya. Ia juga sampai keluar dari aplikasi menontonnya itu, lalu mematikan tablet nya. Keisha lalu berdiri dan berhadapan dengan Olivia.
"Hari ini Dilon ulang tahun? Ih kenapa kamu gak bilang sih? Kalau dari pagi bilang, Mama bisa buatin dia kue tart," kesal Keisha menggerutu.
"Ya maaf, terus kalau sekarang keburu gak?" tanya Olivia konyol.
"Ck ya enggak lah, harus dari pagi. Ya sudah deh Mama mau beli aja, nanti kamu kasihin ya ke Dilon."
"Oke, tapi Mama bantuin aku dandan ya?"
Dulu Mamanya ini juga kan seorang desaigner, bahkan sudah tua pun dandannya masih glamor dan cetar. Olivia juga sebenarnya tidak kalah kalau soal fashion, tapi Ia juga kan harus minta pendapat orang lain.
Sambil menunggu Olivia mandi, Keisha memilih beberapa dress di lemari yang menurutnya cocok ke acara seperti itu. Ia juga menyiapkan make up, lalu semuanya di kumpulkan di tengah ranjang. Tidak lupa juga aksesorisnya.
__ADS_1
"Kamu lama banget mandinya, luluran ya?" tanya Keisha protes pada putrinya yang baru keluar kamar mandi.
"Hehe iya, kan harus wangi," jawabnya lalu tertawa kikuk, pandangannya langsung tertuju pada ranjangnya, "Wah Mama bener-bener udah nyiapin semuanya ya."
"Iya dong malam ini kamu harus cantik, biar Dilon makin cinta sama kamu. Terus kamu juga kan mau makan malam bareng orang tuanya, jadi harus menunjukkan kesan yang baik," jawab Keisha mendukung.
Keisha lalu menunjukkan empat dress milik Olivia yang menurutnya bagus, tapi tentu yang memilih adalah Olivia langsung. Olivia menyukai dress warna hitam membentuk tubuh tanpa tangan, terlihat cukup seksi.
"Ya menurut Mama juga bagus, tapi kayanya itu lebih cocok kalau dinner nya sama Dilon aja. Gak enak kalau ada orang tuanya, takut dibilang gak sopan," kata Keisha mengomentari.
Olivia pun mengangguk setuju, ada benarnya kata Mamanya. Keisha pun merekomendasikan dress warna putih dengan bahu Sabrina, yang satu ini cukup elegan dan tetap formal.
"Ya sudah yang ini saja gak papa," jawab Olivia setuju.
"Sana pakai dulu bajunya, oh iya ********** yang bagian dada itu kamu cari yang tanpa tali ya," perintah Keisha.
"Iya lah kalau ada talinya pasti kelihatan," sahut Olivia.
Ternyata berdandan dibantu Mamanya menyenangkan juga, bahkan Keisha juga mendandani nya dan menata rambut nya. Olivia jadi serasa sedang berada di salon, Mamanya hebat juga.
"Mama kenal sama Mama tirinya Dilon?" tanya Olivia baru ingat.
"Kenal kok, namanya Erika kan? Yang waktu itu kamu Mama suruh bawa baju di toko pakaian dia," jawab Mamanya tanpa menatap. Karena sedang menata rambutnya.
"Menurut Mama, Tante Erika itu gimana orangnya?"
Dan tanpa lama Keisha pun menjawab, "Dia baik kok, kami berteman cukup dekat soalnya kuliah di jurusan yang sama juga dulu. Bahkan lucunya Mama yang jadi tempat curhat dia saat putus dengan Aiden," jawab Keisha.
"Oh ya? Terus apa katanya?" tanya Olivia semakin penasaran.
"Mereka putus karena Aiden di jodohkan katanya, padahal Erika bilang mereka saling mencintai. Tapi setelah itu kita jarang komunikasi, dia kan dulu di luar kota dan baru lagi pindah ke Jakarta."
"Terus kenapa Mama kaya kaget pas dulu ketemu Om Aiden? Kan dulu juga pasti sudah kenal." Inilah yang membuat Olivia bingung.
__ADS_1
"Masalahnya dulu Mama gak pernah ketemu mantan pacar Erika itu, cuman tahu nama saja. Makanya Mama kaget karena mereka sekarang nikah, dan pacar kamu itu jadi anak tirinya Erika," jelas Keisha panjang lebar.
"Oh jadi seperti itu," Batin Olivia.