Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 34


__ADS_3

Selesai makan-makan, mereka bersama keluar dari Mall karena sama-sama mau pulang. Daniella jadi lebih banyak mengobrol sekarang dengan Ayana, padahal biasanya selalu sinis pada perempuan itu. Entahlah, suasananya terasa berbeda saja.


"Kamu pulang naik apa Daniella?" tanya Kai setelah mobil nya di antarkan ke hadapannya oleh seorang penjaga.


"Naik motor bareng Andra," jawab Daniella santai.


Perhatian Kai lalu teralih pada lelaki itu, tatapannya dari awal pun tidak berubah, agak tajam dan membuat remaja itu sepertinya gugup. Ia juga tidak tahu kenapa seperti ini, tapi jangan ada yang menganggapnya sedang cemburu.


"Hati-hati bawa motor nya, kalau mau ngebut jangan ngajak-ngajak orang lain celaka. Pokoknya anterin Daniella selamat sampai rumahnya!" perintah nya dengan suara keras.


"I-iya Om pasti saya anterin Daniella dengan selamat," kata Andra kikuk.


"Nanti kabari Om kalau sudah sampai di rumah," ucap Kai pada Daniella, setelah mengatakan itu masuk ke dalam mobil nya terlebih dahulu.


Ayana tidak langsung pergi, berpamitan dahulu dengan dua remaja itu. "Tante juga mau pulang, kalian langsung pulang ya soalnya sudah malam. Sampai ketemu lagi."


Selepas mobil yang di kendarai Kai pergi, suasana di sana pun perlahan menjadi lebih santai. Daniella lalu menyenggol pelan bahu Andra, membuat lelaki itu menatapnya bingung.


"Kaku banget kamu dari tadi," ucap Daniella sedikit menggoda nya.


"Ah kelihatan ya? Huft habisnya aku gugup, Om kamu itu kelihatan orang yang serius ya," kata Andra.


Daniella yang mendengar itu malah tertawa kecil, ingin sekali membantah jika sebenarnya Kai bukanlah orang seperti itu. Ia juga bingung dengan sikap lelaki itu hari ini, terlihat berbeda saja. Daniella juga jadi ikut di ketusi.


Apa ada yang salah?


"Sudah yuk kita pulang sekarang, Mama aku udah nelepon nih," ajak Daniella mengalihkan obrolan.


Mereka pun berjalan bersama menuju parkiran bawah tanah tempat dimana Andra parkir tadi sore. Suasana Mall semakin malam malah semakin ramai, sayangnya mereka sudah dari sore di sini dan harus pulang.

__ADS_1


Sekitar pukul tujuh malam nya, Daniella pun baru sampai di rumahnya. Ia sempat menawarkan Andra masuk, tapi ditolak karena katanya orang tuanya juga sudah khawatir. Daniella pun tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk hari ini.


"Sama-sama Ella, aku juga senang banget bisa ngabisin waktu berdua sama kamu. Makasih balik ya," kata Andra dengan senyuman lebar nya.


Inginnya saat itu Andra kembali mengungkapkan isi hatinya yang belum berubah pada Daniella, tapi setelah dipikir lagi lebih baik dipendam saja agar hubungannya dengan gadis itu tidak merenggang.


Dekat seperti ini saja sudah membuat Andra senang.


Baru saja Daniella membuka pintu rumah, Ia langsung mendengar tepuk tangan dari depan. Melihat itu adalah Mama nya, membuat Daniella tersenyum kikuk lalu menyalami tangannya terlebih dahulu.


"Hm anak gadis Mama ya mulai nakal, pulang sekolah malam begini. Habis dari mana saja kamu?" tanya Erika mulai menginterogasi.


"Ih kan tadi sudah bilang mau main bentar sama temen di Mall, sudah makan juga di sana jadi agak lama," jawab Daniella agak memelas minta dimengerti.


Erika terlihat menghembuskan nafasnya berat. "Temannya itu siapa? Mia bukan? Jawab jujur ya!"


"Sudah lah jujur aja sama Mama, kalian itu sebenarnya pacaran kan?" tanya Erika dengan senyuman menggoda nya.


"Bukan kok!" bantah Daniella cepat.


Melihat Erika yang hanya tersenyum-senyum sambil mengangguk pelan meragukan membuat Daniella merengek dan terus beralasan jika Ia dan Andra hanya berteman.


"Tapi gak papa loh Ella kalau kamu pacaran sama Andra juga. Dia ganteng, sopan juga anaknya sama Mama dan Papa. Dan pastinya, orang tua kita saling mengenal," kata Erika yang malah mendukung.


Apalagi Papanya Andra itu seorang tentara, bahkan jabatannya sudah tinggi. Status sosial mereka bisa dikatakan hampir setara, walau dalam bidang yang berbeda.


"Enggak ah Mah, aku lagi pengen sendiri dulu," ucap Daniella sambil mengedikkan bahu.


"Ya terserah kamu sih mau pacaran atau enggak, itu pilihan kamu. Tapi kalau misal cari cowok itu harus anak yang baik-baik, biar selama pacaran pun gak ada cerita aneh-aneh," nasihat Mama nya.

__ADS_1


Daniella hanya berdehem pelan lalu ijin pergi ke kamarnya. Ia malah jadi memikirkan jika sampai Mama nya itu tahu Ia sempat memiliki perasaan pada Om Kai yang sudah mau kepala tiga, reaksinya pasti akan sangat heboh.


Baru saja menyimpan tas nya, perhatian Daniella teralih mendengar ponselnya di ranjang berbunyi. Saat melihat si penelepon, bibirnya langsung melengkungkan senyuman lebar. Itu Kai, tumben sekali menghubungi lebih dulu.


"Ada apa Om? Tumben nelepon duluan, biasanya harus selalu aku yang inisiatif," tanya Daniella agak menusuk.


["Ekhem Om cuman mau mastiin aja kamu sudah di rumah atau belum."]


Daniella terlihat mencebikkan bibir nya, meledek Kai yang bersikap sok peduli padanya. Pasti gengsi sekali untuk menanyakan ini, Ia jadi ingin sedikit bermain-main lagi pada pria itu.


"Enggak, aku malah diajak Andra ke rumahnya. Sekarang lagi di kamar nya, nungguin dia di kamar mandi," jawabnya bohong, berusaha menahan tawa.


["Apa? Hei Daniella, kamu mau apa di kamar sama cowok itu? Jangan macam-macam ya, nanti Om aduin kamu sama Mama Papa kamu!"] nada suara Kai dalam sekejap langsung berubah menjadi lebih tinggi, seperti orang yang sedang panik.


Daniella pun jadi semakin bersemangat menggoda nya. "Cuman main Om, emang kenapa sih? Jangan lebay deh!"


["Apa kamu bilang, lebay? Daniella, kamu ini masih muda, jangan nakal dong. Gak baik anak gadis malam-malam begini di rumah cowok, berduaan lagi. Pulang sekarang gak!"]


"Gak mau, aku mau nginep aja deh di rumah Andra."


["Daniella!"]


Ia pun repleks menjauhkan ponsel itu dari telinga mendengar bentakan keras dari sebrang sana. Sepertinya Kai membawa serius, dan sekarang sepertinya sudah terpancing amarahnya. Daniella pun memutuskan berhenti bermain-main, agak takut juga.


["Kalau kamu gak mau pulang sekarang, Om yang akan jemput kamu langsung. Search lock sekarang!"] tegas Kai.


Daniella menghembuskan nafasnya kasar. "Enggak Om, aku cuman bercanda tadi. Aku sudah pulang kok dari tadi juga, cuman pengen sedikit ngetes Om aja. Om ini buat aku bingung ya, aku gak tahu kenapa Om marah begitu. Entah cuman sekedar peduli, atau lagi cemburu."


Tidak mau mendengar jawaban dari pria itu yang sudah pasti tidak akan sesuai seperti harapannya, Daniella pun langsung mematikan panggilan dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2