
Bel pulang berbunyi membuat semua murid bersorak senang, setelah mengikuti pelajaran yang panjang akhirnya mereka bisa pulang juga. Segera semuanya beranjak keluar kelas.
"Olivia, mau ikut kita gak?" tanya Tasya dan Syifa menghampirinya.
"Hm emangnya kalian mau kemana?" tanya Olivia.
"Kita mau nonton, ada film baru di bioskop. Gimana?"
Kalau dipikir-pikir sih seru juga, sudah lama juga Olivia rasanya tidak main dengan teman lagi. Biasanya Ia ke mana-mana selalu bersama Dilon, menghabiskan waktu dengan pacarnya terus.
"Kenapa, takut dimarahin pacar ya?" goda Tasya yang bisa membaca raut wajah Olivia.
"Aku bilang dulu deh sama dia, pengen ikut kalian," ucap Olivia.
"Oke, kita tunggu di depan gerbang ya."
"Iya."
Olivia memperhatikan kelas tapi tidak menemukan Dilon, di jam terakhir pacarnya itu bolos entah kemana. Olivia pun menelusuri koridor sambil terus melihat-lihat, berusaha mencari wajah itu.
Sudah Ia coba telepon juga, tapi Dilon tidak mengangkat nya. Akhirnya Olivia pun memutuskan bertanya pada yang lain, untungnya ada yang tahu kalau katanya Dilon ada di gudang belakang sekolah.
"Hah ngapain dia di sana?" tanya Olivia bingung.
"Gak tahu, tapi Dilon sama temen-temen nya juga sih," kata siswa itu.
"Oke, makasih ya." Setelah mengatakan itu, Olivia pun segera pergi menuju gudang belakang.
Anehnya perasaan Olivia jadi tidak enak, berharap Dilon itu tidak melakukan hal aneh-aneh. Sesampainya di area belakang yang sepi, Olivia langsung menuju bagian ujung.
Terlihat di kejauhan kumpulan beberapa lelaki, ada yang duduk di bangku panjang ada juga yang berdiri. Ternyata mereka sedang mengobrol, sambil merokok. Olivia pun bisa melihat Dilon juga.
"Dilon, kamu ngapain di sini?!" teriak Olivia dari kejauhan.
Dengan hati-hati perempuan itu berjalan melewati semak belukar mendekati Dilon. Teman-teman lelaki itu sempat memperhatikannya, tapi Olivia berusaha abaikan.
"Kamu kenapa gak masuk kelas di jam terakhir? Katanya cuman izin ke toilet," tanya Olivia mulai menginterogasi.
__ADS_1
Jangan bilang pria itu dari tadi malah diam di sini sambil merokok dengan teman-teman nya? Kalau benar begitu, Olivia jadi kesal. Teman-teman nya juga sama saja bandelnya.
"Kok lo tahu gue di sini?" Dilon malah menanyakan itu.
"Iyalah tahu, tadi nanya sama yang lain. Terus ngapain kamu di sini? Sambil ngerokok lagi," kata Olivia tajam, menahan marah.
Dilon memilih membuang rokoknya yang tinggal sedikit itu, lalu menginjaknya dengan sepatu, "Lagian udah jam pulang juga kok," belanya.
"Bukan gitu, tapi dari jam terakhir kamu bolos. Terus ini kan masih di area sekolah, kok ngerokok sih? Ini pelanggaran!" ucap Olivia tegas.
Mendengar teman-teman Dilon menahan tawa karena ucapannya, membuat Olivia langsung menatap tajam mereka. Berhasil, teman-teman Dilon pun memilih membuang muka tidak mau bertatapan dengannya.
Olivia pun kembali menatap Dilon, "Mending sekarang kamu pulang, dari pada nongkrong gak jelas kaya gini!" perintahnya.
"Ya sudah ayo kita pulang," ajak Dilon.
Saat tangannya akan digenggam Dilon, Olivia malah menolak, "Aku mau main sama temen-temen, nonton film di bioskop, kamu gak usah anterin," ucapnya.
"Siapa temen lo? Cewek atau cowok?" tanya Dilon mulai curiga.
"Cewek lah, Tasya sama Syifa," jawab Olivia cepat.
Olivia langsung menjatuhkan rahangnya mendengar itu, centil ke siapa sih? Memang dasar Dilon ini aneh-aneh saja. Teman-teman pria itu pun bersiul kembali menggoda pasangan kekasih itu.
"Pulangnya juga jangan terlalu malem, bilang dulu sama Nyokap Bokap lo," lanjut Dilon.
"Iya nanti mau bilang, kalau gitu aku pergi dulu."
Baru saja berbalik, tangan Olivia ditahan Dilon, "Gak mau cium dulu nih?" godanya sambil menaik turunkan alis.
"Huh dasar kerdus, enggak lah!" tolak Olivia mentah-mentah, apalagi di sini ada teman-teman nya Dilon.
Mendengar tawa keras dari mereka, membuat Olivia rasanya ingin cepat-cepat pergi saja. Ia juga tahu sih Dilon hanya bercanda, ingin menggodanya saja. Baru saja dua langkah pergi dari sana, Olivia terhenti mendengar gedoran keras dari dalam gudang.
"Apaan tuh? Siapa yang di dalam?" tanya Olivia kembali berbalik dengan wajah bingungnya.
Terlihat Dilon dan teman-temannya saling bertatapan, seperti merasa panik, "Bukan apa-apa, salah denger kali," jawab salah satu teman Dilon mewakilkan.
__ADS_1
"Masa sih?" tanya Olivia ragu sendiri.
Baru saja akan percaya, gedoran dari dalam pintu dengan teriakan minta tolong membuat Olivia melotot karena sekarang Ia percaya. Ia pun segera mendekati pintu gudang itu, tapi Dilon malah menahan tangannya.
"Dilon lepasin, itu siapa yang di dalam? Jangan-jangan kamu yang jahil ya?" tanya Olivia menuduh.
"Itu temen gue, kita cuman lagi main-main kok," jawab Dilon tidak meyakinkan.
"Masa? Kok kalian tega banget sama temen sampai ngurung gitu sih? Kayanya ini terlalu berlebihan," kata Olivia.
"Namanya juga temenan sesama cowok, beda lah sama cewek. Beneran kita lagi bercanda. Mending sekarang lo pergi, nanti ditinggalin temen-temen lo lagi." Dilon berusaha menjelaskan dengan baik agar Olivia tidak curiga.
Tetapi Olivia tidak bisa pergi begitu saja, apalagi Ia punya rasa kemanusiaan yang tinggi. Matanya lalu tidak sengaja melihat tas warna merah tergeletak di lantai kotor, merasa familiar dengan tas itu.
"Tolongg lepasin aku! Siapa aja di luar tolong!!"
Sekarang Olivia tahu, dari suaranya pun meyakinkan. Itu Septian. Perempuan itu langsung menatap tajam pacarnya, dan Dilon pun terlihat gugup sampai menelan ludah kasar. Ia ketahuan.
"Kamu ngurung Septian ya? Di dalam itu Septian kan?!" tanya Olivia menuntut.
"Apaan sih? Bukanlah, itu temen gue," bantah Dilon belum menyerah.
Olivia menggeleng tidak percaya lalu mendekati pintu itu dan menempelkan telinganya, "Septian, apa kamu di dalam? " teriaknya.
"Olivia itu kamu? Olivia tolong keluarin aku, aku mohon!" sahut Septian membuat Olivia semakin yakin.
"Sebentar ya aku pasti bantu, tunggu."
Olivia pun kembali berbalik dengan tatapan tajamnya pada Dilon, "Kamu apa-apaan sih? Kamu lagi ngebully Septian ya?"
"Dia emang pantes dapetin itu, sudah main-main sama gue," kata Dilon entah apa maksud nya.
"Kamu jangan kurang ajar Dilon, kamu sadar gak kalau sikap kamu ini keterlaluan. Sekarang mana kunci gudangnya, kasih ke aku," perintah Olivia sambil mengulurkan tangan.
Dilon tidak melakukan itu dan malah tersenyum sinis, "Lo mau jadi pahlawan dia lagi? Nanti si Septian itu malah makin suka lagi sama lo," ucapnya menohok.
"Kamu ngomong apa sih? Aku dan Septian cuman temen. Kalau karena tadi kamu sampai kesel, oke aku minta maaf karena bohong. Tapi kamu gak usah lampiasin ke dia," ujar Olivia menurunkan egonya. Ia jangan sampai lebih keras dari Dilon.
__ADS_1
"Kenapa lo harus belain dia sampai segitunya. Lo gak suka kan sama si Septian?" tanya Dilon tajam.