Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Semua Mengkhawatirkan nya


__ADS_3

Sesampainya di rumah, orang tuanya dan Kai langsung menyambut Olivia dengan haru. Melihat putrinya itu yang terlihat lemas dan pucat, membuat keluarganya khawatir dan tidak tega. Mereka langsung memindahkan Olivia ke kamarnya.


"Tadi Olivia sudah diperiksa dokter kok Tante Om, kami panggil dokter keluarga ke rumah. Ini obatnya, diminum setelah makan setiap hari," ucap Dilon memberitahu sambil memberikan kresek berwarna putih.


Keisha mengambil alih, "Makasih ya Dilon, kamu baik banget sudah jagain dan bawa Olivia pulang ke rumah."


"Iya sama-sama Tante, Olivia juga kan tanggung jawab aku," angguk Dilon.


Kalau saja orang tua Olivia itu tahu kenapa anaknya bisa sampai pingsan dan demam, mungkin akan menarik kata-katanya lagi dan tidak jadi berterima kasih kepadanya. Tetapi Dilon juga sudah menebusnya, dengan merawat Olivia.


"Sudah malam Tante Om, kayanya aku mau izin pulang sekarang. Besok sepulang sekolah aku akan kesini lagi, gak papa kan?" tanya Dilon meminta izin.


"Ya gak papa dong, pintu rumah selalu terbuka untuk kamu. Jangan sungkan ya," jawab Keisha cepat.


"Makasih Tante."


Sebelum pulang Dilon tidak lupa menyalami tangan kedua orang tua Olivia, juga pamitan pada si kecil Kai. Sedangkan pada Olivia hanya melambaikan tangan sebentar, berpikir jika kekasihnya itu benar-benar butuh waktu istirahat.


Kevin-Papanya Olivia lalu menghampiri putrinya yang terbaring di ranjang, Ia menaikkan selimutnya sampai leher putrinya itu. Sebelah tangannya lalu terulur mengusap kepalanya, memberikan ketenangan.


"Papa tadi kaget pas denger kabar kamu pingsan di rumah Dilon, kok bisa?" tanya Kevin memilih menanyakan, dari tadi terus dihinggapi rasa penasaran.


"Tadi pagi di sekolah aku juga sudah pingsan, gara-gara telat terus dihukum di lapangan. Mungkin pas tadi pagi aku sarapan cuman sedikit, makanya lemes," jawab Olivia menjelaskan.


"Jadi tadi pagi kenapa kamu bisa sampai telat? Pasti Dilon gak jemput, kan? Sudah Papa bilang juga berangkatnya bareng Papa," dengus Kevin kembali merasa kesal jika mengingat itu.


Hanya saja tadi dibuat bingung kenapa Dilon dan Olivia sudah bersama lagi, sepertinya mereka sudah baikkan. Walaupun begitu Kevin merasa tetap tidak rela jika putrinya tersakiti, Ia saja tidak pernah menyakiti perasaan Olivia.

__ADS_1


"Papa jangan salah paham lagi, atau sampai beranggapan aku sakit begini karena Dilon. Dia malah baik sudah nolongin aku dan rawat aku di rumahnya," ucap Olivia.


"Mungkin aja dia merasa bersalah, makanya pengen tebus kesalahannya itu," gumam Kevin.


"Ish Papa ngomong apa sih? Dilon baik begitu ya karena dia cinta sama aku, bukan ngerasa bersalah," bantah Olivia ikut sensi sendiri.


Kevin menghela nafasnya pelan melihat anaknya sangat membela pacarnya itu, entahlah bagaimana yang sebenarnya terjadi. Namanya juga sudah jatuh cinta, pasti salah pun akan tetap dibela. Kevin hanya menyayangkan saja.


Istrinya lalu memanggil namanya, memintanya untuk keluar dan membiarkan Olivia istirahat. Kevin pun mengangguk lalu keluar dari kamar putrinya itu bersama Keisha dan Kai, membiarkan Olivia tidur.


"Yang penting sekarang aku dan Dilon sudah baikkan dan dia gak diemin aku lagi." Batin Olivia.


***


Merasakan silau di matanya, membuat kedua mata itu perlahan terbuka. Sempat mengernyit merasakan pusing di kepala, saat pandangannya sudah jelas batulah bisa melihat seseorang yang berdiri di sisi ranjangnya.


"Ayo bangun, sudah mau jam delapan dan kamu belum sarapan, harus minum obat dulu," perintah Keisha, "Mau cuci wajah dulu gak?"


"Hm tapi bantu anterin aku ke kamar mandi, masih lemes," pinta Olivia sambil mengulurkan kedua tangannya.


Keisha pun menarik tangan anaknya itu sampai duduk, lalu membantunya juga berdiri dan mengantarnya ke kamar mandi. Seperti Ibu-Ibu lainnya, memerintah ini itu sampai benar-benar bersih.


Setelah selesai membasuh wajah dan gosok gigi, Keisha pun kembali merangkul Olivia untuk duduk lagi di ranjang. Ia sudah menyiapkan semangkuk bubur, obat-obatnya juga sudah Ia keluarkan dari bungkusnya.


"Mau disuapin atau makan sendiri?" tanya Keisha sedikit menggoda.


"Suapin lah, tangan aku lemes banget," jawab Olivia meminta dibelas kasihani.

__ADS_1


Inginnya Keisha menggoda anaknya itu dengan meledekinya manja, tapi rasanya tidak tega juga karena Olivia memang benar sedang sakit. Keisha pun mulai menyuapi Olivia sedikit demi sedikit, terus memaksa makan sampai menurutnya cukup.


"Ahh sudah Mah, aku gak kuat lagi kalau makan. Nanti kalau muntah gimana? Sudah ah, mau minum obat aja," tolak Olivia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menolak di suapin lagi.


"Ck kamu ini gimana mau sembuh? Baru juga enam suapan, makan bubur kan gak kenyang," kata Keisha gemas sendiri.


"Itu kan menurut orang sehat, beda lagi lah kalau orang yang lagi sakit, gak ada nafsu sedikit pun!" protes Olivia membela diri.


"Ya sudah oke, tapi nanti pokoknya buburnya harus habis, Mama loh yang buatin sendiri. " Keisha menyimpan mangkuk itu di meja sebelah, lalu membawa obat yang sudah Ia siapkan dan memberikan pada Olivia.


Melihat anaknya itu selesai, membuatnya pun memberikan waktu untuk istirahat. Tetapi katanya Olivia ingin menonton TV dan tidak mau tidur, Keisha pun menyalakan televisi dan memberikan remotnya.


"Gak papa Mama tinggal sampai nanti siang? Mama ada undangan ke rumah temen. Nanti Mama titipin kamu ke bibi ya?" tanya Keisha meminta izin. Sebenarnya tidak tega meninggalkan Olivia, tapi undangan ini harus Ia datangi.


"Iya gak papa pergi aja, aku bisa panggil bibi," jawab Olivia tidak merasa keberatan.


Lagi pula tubuhnya sekarang merasa lebih ringan, panasnya pun sudah tidak se parah kemarin. Jika rutin minum obat dan istirahat yang cukup, mungkin dua hari lagi juga Olivia sudah sehat dan bisa kembali masuk sekolah.


"Kamu baik-baik di rumah ya, jangan keluyuran dan kalau ngantuk istirahat saja." Setelah mengatakan itu, Keisha pun keluar kamar untuk bersiap.


Sambil menonton TV, Olivia lalu membawa ponselnya untuk melihat chatnya. Senyuman di bibirnya mengembang melihat ada pesan dari Dilon, yang menurutnya sangat manis.


[Makan yang banyak, jangan lupa diminum obatnya biar cepet sembuh. Nanti pulang sekolah gue ke rumah lo, mau gue beliin apa?]


Olivia pun langsung membalas pesan itu jika dirinya sudah sarapan dan minum obat juga. Lalu Ia minta dibelikan pudding karena sedang ingin makan-makanan manis tapi lembut seperti itu. Tanpa waktu lama, Dilon pun langsung mengiyakan.


"Nah gini dong di bales, kemarin-kemarin aja sampai belasan pesan aku di baca doang. Berarti Dilon sudah gak ngambek lagi. Gak mau deh buat dia marah lagi, di diemin bener-bener gak enak dan serba salah," gumam Olivia melihat layar ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2