Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Tidak Sengaja Menguping


__ADS_3

Melihat ekspresi cemburu Vanessa membuat Olivia merasa puas, pasti sekarang perempuan itu kesal dan ingin melampiaskan kalau bisa. Tetapi Olivia malas kalau terus berdebat, Ia pun memutuskan melenggang pergi keluar kamar.


Memperhatikan sekitar berusaha mencari Dilon, merasa pria itu turun ke lantai bawah, Ia pun melakukannya juga. Rumah ini sangat luas, Olivia pun berusaha mencari-cari kemana Dilon dipanggil Papanya.


Saat melewati sebuah ruangan di lorong besar, tidak sengaja Olivia mendengar suara dari dalam. Kebetulan pintunya agak terbuka sedikit, Olivia sempat mengintip dan bisa melihat ada Dilon di sana bersama Papanya yang duduk di kursi kerja.


"Papa mata-matain aku?" tanya Dilon dengan suara merasa tersinggung nya.


"Katakan saja begitu, Papa hanya ingin melihat apa saja yang kamu lakukan. Papa tidak mau kamu melakukan hal ceroboh yang merugikan kamu sendiri, seperti waktu dulu," jawab Aiden terlihat santai.


"Tapi aku tidak suka, aku bisa menjaga diri aku sendiri," kata Dilon tegas.


Aiden malah tertawa mendengar itu, Ia pun membuka kaca mata kerjanya lalu baru menatap putra tunggalnya itu. Ekspresi kesal Dilon, membuatnya merasa nostalgia, seperti melihat dirinya saat remaja.


"Jangan salah paham Dilon, Papa suruh seseorang mata-matai kamu bukan untuk menjaga kamu, tapi takut kamu berbuat konyol dan merugikan Papa. Seperti tadi malam contohnya," jawab Aiden, terlihat ekspresi wajahnya menjadi datar.


Kernyitan terlihat di kening Olivia, memangnya apa yang Dilon lakukan semalam? Bukannya tadi malam mereka kencan ya? Apa mata-mata Papanya Dilon itu juga tahu dan mengikuti?


"Jadi kemana motor Ninja kamu? Jangan bilang kamu jadikan tebusan ya?" tanya Aiden langsung ke inti.


Olivia langsung menutup mulutnya dengan tangan mendengar itu, motor milik Dilon dijadikan tebusan karena apa? Baru saja akan kembali mendengarkan, panggilan seseorang di belakangnya membuat Olivia terkejut lalu berbalik.


"Heh Olivia lagi ngapain kamu di sini?" tanya Vanessa bingung, tidak sengaja Ia pun melirik pintu itu, "Wah kamu ngintip ya? Ck dasar gak punya sopan santun, aku laporin ke Om Aiden nih!" ancam nya.


"Heh enak aja, aku gak ngintip kok!" Bantah Olivia cepat sambil memegang tangan Vanessa, takut perempuan itu serius.


"Halah bohong, terus ngapain dari tadi diem di sini? Kalau bukan ngintip ya pasti nguping!" ucap Vanessa menohok.


Kedua perempuan itu pun kembali ribut, Olivia terus menahan tangan Vanessa dan berusaha menariknya pergi dari sana. Tetapi si Vanessa itu ternyata pintar juga, tangannya yang lain memegang pilar besar di sana.

__ADS_1


"Kalau Om Aiden tahu ini, dia pasti marah banget sih. Terus bilang kalau pacarnya Dilon gak punya sopan santun, kalian sebentar lagi pasti putus haha!" Vanessa lalu tertawa puas membayangkan itu.


Keributan itu tentu lama-lama di dengar juga oleh dua laki-laki di dalam. Pintu pun terbuka dan keluarlah Dilon, lalu diikuti Aiden membuat keributan dua perempuan itu pun terhenti.


"Ada apa ini? Vanessa, Olivia?" tanya Aiden bingung.


Vanessa menyentak kasar tangannya dari Olivia sampai terlepas, lalu segera mendekati Aiden sambil merapihkan rambutnya. Inilah waktunya Ia mencari muka dan menjelek-jelekkan Olivia.


"Hehe maaf Om kalau ganggu, tapi tadi aku gak sengaja nyiduk orang yang lagi nguping," kata Vanessa sambil tersenyum menyeringai.


Mendengar itu membuat perasaan Olivia tidak enak, memang dasar si Vanessa itu menyebalkan sekali. Olivia sempat bertatapan dengan Dilon, tapi Ia memilih menunduk merasa malu karena sebentar lagi Vanessa akan mengadukan.


"Maksudnya bagaimana Vanessa?" tanya Aiden meminta penjelasan lebih.


"Olivia itu kayanya dari tadi nguping Om sama Dilon di dalam deh, soalnya dia lama banget diem di deket pintu yang sedikit ke buka itu," jawab Vanessa.


Olivia tentu saja semakin gelagapan, tapi Ia merasa tidak bisa menghindar, "Maaf sebelumnya Om, aku awalnya sedang cari Dilon, terus aku malah gak sengaja lewat ruangan ini. Aku memang sempat dengar juga obrolan kalian, sekali lagi maaf kalau tidak sopan."


Rasanya Olivia ingin menangis, merasa malu dengan dirinya sendiri sudah bertindak tidak sopan begini di rumah orang lain. Olivia terlalu dibutakan oleh rasa penasarannya, sampai menguping di luar.


"Kamu ini sepertinya memang tipe pacar yang khawatiran ya Olivia." Tidak terduga, itulah hal yang pertama Aiden katakan.


Olivia pun kembali mengangkat kepala, "Om tidak marah sama saya?"


"Hm Om tidak tahu, tapi sepertinya tidak sampai ke tahap itu juga. Lagian kamu ini pacar Dilon, pasti ingin tahu juga apa yang terjadi pada dia, kan?"


"I-iya Om, aku khawatir sama dia," jawab Olivia lalu tersenyum kikuk.


Aiden terlihat mengangguk pelan. Sempat melirik putranya yang dari tadi hanya diam, ternyata Dilon sedang memperhatikan Olivia dengan senyuman tipisnya. Dasar percintaan remaja yang sangat menggelikan, ledek nya dalam hati.

__ADS_1


"Jadi kamu dengar apa saja Olivia?" tanya Aiden ingin menguji.


"Em aku hanya dengar beberapa saja, Om menyuruh seseorang memata-matai Dilon, lalu motor Dilon dijadikan tebusan," jawab Olivia.


"Lalu apalagi?"


"Sudah hanya itu."


Apakah setelah ini Om Aiden akan memarahinya karena Ia terlalu banyak menguping? Rasanya hanya meminta maaf saja tidak cukup, Olivia jadi khawatir pria paruh baya itu tidak lagi mempercayainya.


"Kamu penasaran bagaimana yang sebenarnya terjadi? " tanya Aiden.


"Ekhem Olivia, Vanessa. Sebaiknya kalian kembali, aku sebentar lagi akan selesaikan dulu dengan Papa. Nanti setelah itu mengantar kalian pulang," sela Dilon cepat. Sempat melirik tajam Papanya, mengkode untuk tidak cerita.


"Kenapa Dilon? Kamu yang mau memberitahu Olivia atau Papa saja?" tanya Aiden sedikit menggoda putranya.


"Ck tidak usah, aku bisa jelaskan sendiri pada dia nanti," tolak Dilon ketus.


Merasa khawatir Papanya itu mengatakan yang sebenarnya, Dilon pun menarik tangan Olivia untuk pergi dari sana. Untuk Vanessa sendiri Dilon malah abaikan, yang terpenting baginya Olivia yang harus dijauhkan terlebih dahulu.


Vanessa lalu mendekati Aiden, "Om, kok gak marahin Olivia sih? Dia kan salah, gak sopan sudah nguping," tanyanya protes.


"Om gak bisa marah sama dia, lagian Om ngerti kok Olivia juga pasti penasaran apa yang terjadi sama Dilon, dia kayanya belum tahu juga," jawabnya santai.


"Ish tapi kan dia tetep salah, nanti kalau Om terlalu baik, si Olivia itu malah ngelunjak lagi. Gimana Om?" Vanessa malah memanas-manasi dan berusaha membuat citra Olivia jadi buruk.


Aiden terlihat mengusap dagunya seperti seseorang yang sedang berpikir keras, "Sepertinya tidak mungkin, toh Olivia anak yang baik dan dia juga tadi terlihat menyesal. Sudah ya Vanessa, Om mau pergi lagi."


Vanessa yang ditinggalkan sendiri langsung menggerutu kesal di dalam hati. Padahal Ia sempat menduga Aiden sampai akan meminta Dilon memutuskan Olivia, tapi kenapa reaksinya jauh sekali dari dugaannya?

__ADS_1


__ADS_2