
"Come!"
Dilon tersentak mendengar itu. "Beneran nih?" tanyanya memastikan.
"Hm gak jadi deh," kata Olivia dengan senyuman tertahannya, lalu membalikan tubuh menjadi membelakangi Dilon.
Tetapi sepertinya Olivia sudah salah menggoda kekasihnya yang nakal itu, karena Dilon tidak menerima penarikan kata lagi dan tawaran emas itu ingin dimanfaatkan dengan baik.
Pria itu pun segera beranjak dan berpindah berbaring di ranjang yang sama dengan Olivia. Memeluk tubuh rampingnya dengan tangan dan kaki, membuat keduanya pun tertawa bersamaan merasa lucu sendiri.
"Kamu gak bisa narik kata-kata kamu lagi ya Nona," bisik Dilon tepat di telinga nya, membuat Olivia merinding sedikit.
"Ish aku kan gak serius!" bela Olivia sambil berusaha melepaskan pelukan Dilon, tapi ternyata percuma saja.
Dilon terlihat menggeleng pelan di belakang. "Tetep gak bisa, salah sendiri sudah godain aku duluan."
Keduanya pun terdiam dengan suasana yang sedikit canggung, walau begitu cukup menikmati pelukan karena merasa hangat satu sama lain. Ditambah pemandangan kota dari kaca hotel terlihat indah, seperti menambah suasana.
"Gimana kalau kita nikah aja?" celetuk Dilon.
Olivia yang mendengar itu tergelak sendiri, Ia pun repleks memukul pelan tangan Dilon di perut nya. "Mulai deh pikiran kamu itu, kenapa jadi tiba-tiba mikirin begitu?"
"Habisnya kalau gini doang kaya kagok aja gitu, kalau nikah kan kita bisa lebih bebas dan orang tua pun gak akan khawatir," jawab Dilon.
Bisa saja sih alasannya, tapi Olivia pikir ini bukan keputusan yang tepat saat usia mereka masih sangat muda dan perjalanan masih panjang. Memang pernikahan itu akan membuat hubungan semakin intens, tapi pikirannya bukan hanya itu saja.
"Enggak Dilon, jangan dulu mikirin itu ah. Kita aja masih delapan belas tahun, baru mau sembilan belas tahun," tolak Olivia membuat Dilon di belakang hanya bisa menghela nafas pasrah.
__ADS_1
Padahal biasanya para perempuan selalu senang jika diajak hubungan serius begitu, Olivia memang berbeda. Tetapi tidak apa, Dilon akan terus meyakinkannya dan membuat perempuan itu tidak ragu lagi padanya.
Malam pun semakin larut, perlahan keduanya terlelap dengan posisi yang masih sama saling berpelukan. Entah pukul berapa nya, Dilon terbangun dari tidur nya karena mimpi terjatuh.
Saat pandangannya sudah jelas, dibuat tersenyum tipis melihat wajah Olivia di dekat nya. Bibir kecil nya terbuka sampai terdengar dengkuran pelan, rasanya tidak cocok sekali gadis secantik ini mengorok.
"Aku gak bisa ungkapin seberapa bahagianya aku bisa balikan dengan kamu lagi. Aku gak akan lepasin kamu lagi Olivia, kita.. Akan selalu bersama," bisik Dilon lalu kembali memejamkan mata sambil mengeratkan pelukan mereka.
***
Waktu terasa berjalan dengan cepat, acara liburan pasangan kekasih itu di Yogyakarta pun berakhir juga di hari ke tiga. Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, akhirnya mereka pun sampai juga di Kota kelahiran, Jakarta.
Dilon akan mengantar pacarnya itu terlebih dahulu ke rumahnya, Keisha dan Kai pun langsung menyambut di teras rumah. Kalau Kevin sendiri sedang bekerja, karena keduanya sampai masih siang an.
"Kak Dilon!" panggil Kai dengan riangnya sambil melambaikan tangan.
Setelah dekat tidak lupa Dilon menyalami tangan Keisha dan mengusap puncak kepala Kai, "Hallo Kai, kangen gak sama Kakak? Hehe."
Olivia yang melihat itu dibuat sedikit cemburu, Ia pun denganĀ jahilnya menyentil kening Kai membuat adiknya itu menatapnya bingung sambil mengusap kening nya dan meringis pelan.
"Huh sama Kak Dilon aja ya kangennya? Sama Kakak kandung sendiri enggak?!" tanyanya sinis.
"Hm biasa saja, soalnya nanti juga kalau Kakak sudah pulang setiap hari selalu ketemu," jawab Kai acuh tak acuh.
"Oh gitu, ya sudah Kakak gak jadi ngasih oleh-oleh nya buat kamu!" ketus Olivia sambil berkacak pinggang. Maklum mood wanita itu tidak mudah ditebak.
Kai yang mendengar itu tentu saja menjadi panik, Ia pun langsung memeluk Kakak perempuannya sambil merayunya dan menunjukan ekspresi memelas minta maaf nya. Dan ya Olivia yang tidak tegaan pun akhirnya memaafkan.
__ADS_1
Saat Kai diberikan satu paperbag berukuran sedang, terlihat anak laki-laki itu bersorak senang. Sebelum masuk ke dalam rumah pun sempat mengucapkan terima kasih, setelahnya pergi karena pasti tidak sabar melihat pemberian itu.
Keisha yang dari tadi diam pun membuka suara. "Jadi gimana acara liburan bareng nya, berjalan lancar? Tapi pasti ada kejadian gak mengenakkan kan?"
"Kok Mama tahu?" tanya Olivia, Ia merasa belum cerita tentang hal tidak mengenakkan itu pada orang tuanya. Atau jangan-jangan Dilon yang lebih dulu memberitahu?
"Ya pasti lah kejadian gak enak itu terjadi pas liburan, gak mungkin mulus-mulus aja." Keisha lalu berdehem pelan, "Mending kita ngobrol di dalam aja yuk!" ajaknya.
Sayangnya Dilon menolak dengan halus dan beralasan akan langsung pulang sekarang karena ingin istirahat, tubuhnya merasa letih setelah menyetir berjam-jam lamanya. Keisha dan Olivia yang tidak tega pun mengijinkan.
Sebelum pulang, Dilon sempat berbisik di telinga kekasihnya itu. "Kamu juga istirahat ya sayang, aku benar-benar nikmatin waktu liburan kita bersama."
Olivia pun melambaikan tangan pada kekasihnya itu yang menjalankan mobil dan keluar dari gerbang, terlihat senyuman di bibirnya terus terukir tanda merasa senang juga.
Setelahnya Ia pun masuk ke dalam rumah dibantu Mamanya juga membawakan barang-barang. Tidak langsung ke kamar atas, bersantai sejenak di ruang keluarga.
"Nih oleh-oleh buat Mama, kalau bakpia itu kasih ke mbok sama Pak satpam aja," kata Olivia menunjuk di meja.
"Kamu beliin buat mereka juga ya, bagus deh karena Mama juga lupa bilang ini." Keisha lalu membawa paperbag cantik di meja, "Hehe kamu beli apa emangnya buat Mama?"
"Buka aja!" perintah Olivia dengan senyuman tertahannya, berharap pemberiannya itu dapat disukai.
Saat Keisha menunjukkan daster itu, Olivia hanya mengangguk dan menyuruhnya memakai lewat tatapan. Tanpa mencopot pakaian di tubuhnya, Keisha pun mencoba daster dengan warna navy yang memiliki banyak corak bunga itu.
Ternyata ukurannya pas, Olivia tidak salah memilihkan. Selain itu, daster nya juga terlihat cantik dan kalau Mamanya yang pakai malah sepertinya cocok saja dipakai ke Mall pun.
"Hehehe makasih ya sudah beliin daster buat Mama, apa ini beli di butik?" tanya Keisha yang sudah membuka lagi daster itu. Mungkin nanti sore setelah mandi akan memakainya.
__ADS_1
"Bukan, aku beli di pasar malioboro bareng Dilon. Dia juga beliin buat Tante Erika, tapi lebih besar soalnya kan perutnta juga sudah besar," jawab Olivia sambil memakan cemilan nya.
"Wah masa ini dari pasar? Tapi bagus ya, kaya dari butik gitu," gumam Keisha yang kembali mengagumi daster di pangkuannya itu.