Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Hanya Sebatas Teman


__ADS_3

Dilon sesekali melirik Olivia yang duduk di sebelahnya, mereka sedang di perjalanan pulang menuju ke rumah perempuan itu terlebih dahulu mengantarnya. Suasana canggung ini sangat tidak nyaman bagi Dilon, Ia tidak suka saja kalau Olivia sudah jadi pendiam begitu.


Sayangnya sampai di depan rumah Olivia pun, Dilon masih kebingungan mencari topik apa. Melihat perempuan itu yang turun setelah mengucapkan terima kasih, Dilon malah ikut turun dan segera menahan tangan Olivia yang akan masuk ke gerbang.


"Ada apa?" tanya Olivia bingung, terkejut sendiri dengan aksinya.


Dilon terlebih dahulu melepaskan tangannya lalu berdehem pelan, "Gue cuman mau tanya, itu nanti kado bagusnya digimanain? Langsung kasih gitu aja atau mending pakai kotak?"


Sebenarnya bukan ini yang ingin Dilon sampaikan, tapi egonya terlalu tinggi jika harus menanyakan perasaan perempuan itu karena Ia singgung tadi. Tetapi tidak apalah, yang pentingkan basa basi dahulu.


"Oh itu, kalau mau rapih sih mending pakai kotak aja," jawab Olivia. Ia kira ada apa, ternyata Dilon ikut turun hanya ingin menanyakan ini, "Emangnya kapan Papa kamu ulang tahun?"


"Besok, biasanya dia selalu ajak makan malam bareng di restoran kalau ada acara penting begitu. Lo.. Mau ikut?" tawarnya.


Kedua mata Olivia berkedip pelan merasa tidak menyangka diajak begitu, tidak bisa bohong hatinya ingin sekali mengiyakan karena Ia juga kangen dengan Tante Erika dan Om Aiden. Tetapi kalau misal menerima, apa akan baik-baik saja?


Belum sempat Olivia menjawab, sebuah mobil Mercedes-Benz warna hitam berhenti tepat di sebelah mobil milik Dilon. Perasaan Olivia seketika itu menjadi tidak enak, Ia sudah tahu itu adalah kendaraan milik Papanya. Kenapa harus kebetulan seperti ini?


Saat si pengemudi turun, benarlah itu adalah Kevin. Kini bukan hanya Olivia yang dirundung perasaan takut, tapi Dilon pun merasakan itu, hanya saja tetap berusaha tenang dan bersikap baik. Tatapan Kevin terlihat tajam pada dua remaja itu.


"Olivia, kamu pulang dengan Dilon?" tanya Kevin dengan suara beratnya setelah dekat di hadapan dua orang itu.


Olivia menggigit bibir bawahnya sebentar, "I-iya Pah, tadi kita ada urusan sebentar," jawabnya gagap.


Perhatian Kevin lalu teralih pada Dilon, sempat memperhatikan penampilannya beberapa saat, "Dilon, bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak bertemu."

__ADS_1


"Saya baik Om, gimana kabar Om dan Tante juga? Semoga selalu sehat ya," jawab Dilon dengan ramahnya.


Kevin mengangguk pelan, "Aamiin, jadi kalian habis dari mana?"


Olivia dan Dilon sempat bertatapan, merasa bingung harus menjawab apa karena kalau terlalu jujur juga takutnya menjadi masalah. Dilon pun memutuskan diam saja dan memberikan sepenuhnya kepada Olivia, Ia hanya takut salah bicara.


"Tugas Kuliah, kami sudah diberi tugas yang sama dan kebetulan satu kelompok, tapi sudah selesai kok," bohong Olivia dengan senyuman kikuk.


"Begitu ya, ya sudah kalau sudah selesai kamu masuk ke rumah," kata Kevin dengan tatapan dalam pada putrinya itu.


Olivia mengangguk pelan, sempat melirik Dilon sebentar lalu memutuskan masuk ke dalam gerbang rumahnya dan meninggalkan dua lelaki itu. Berharap di dalam hati tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi kalau sampai Papanya berkata hal buruk.


Beralih pada Dilon, rasanya Ia gugup sekali karena berhadapan dengan mantan mertuanya. Bisa dikatakan begitu juga kan? Tatapan Kevin pun terlihat dalam padanya, seperti sedang mengulik bagaimana kepribadiannya saja.


Dilon pun mengangguk pelan, "Iya Om, saya sempat dengar kalau mereka sudah tunangan."


"Baguslah kalau kamu sudah tahu, jadi kamu pun akan bisa menjaga batasan dengan Olivia. Tidak apa kalian sekarang dekat lagi, tapi hanya sebatas teman saja. Jangan sampai karena masa lalu yang belum selesai, malah dilanjutkan lagi," kata Kevin menusuk hati.


Dilon terlihat menundukkan kepala merasa tertohok mendengar itu, membuatnya jadi malu sendiri. Sepertinya Papanya Olivia hanya mewanti-wanti karena takut dirinya dengan perempuan itu kembali bersama, sedangkan status Olivia sudah milik orang lain.


Dilon pun semakin tahu saja jika dirinya memang sudah tidak direstui lagi oleh kedua orang tua Olivia. Hebat juga pikirnya si Septian itu bisa mendapat hati mereka, bahkan sampai bertunangan juga dengan Olivia. Dilon jadi iri, karena saat awal pun sangat sulit masuk ke keluarga ini.


"Om tenang saja, sekarang saya dan Olivia hanya berteman kok," ucap Dilon pahit dengan senyuman kikuk nya.


"Ya tidak apa jika hanya berteman, tapi kalau sudah punya pasangan masing-masing tetap harus menghormati dan menjaga batasan." Kevin lalu melihat jam tangannya, "Ya sudah, Om masuk dulu."

__ADS_1


"Oh iya Om, saya boleh titip salam untuk Kai gak?"


"Tentu, nanti saya akan bilang sama dia," kata Kevin dengan senyuman tipis, tahu jika Dilon dan putranya yang bungsu itu memang cukup dekat.


Kevin lalu kembali masuk ke dalam mobilnya, menjalankan dengan pelan masuk ke dalam gerbang yang sudah dibukakan oleh penjaga di rumahnya. Setelah terparkir di depan rumah, Ia pun turun dan masuk ke bangunan bertingkat dua itu.


Tujuannya adalah ke lantai atas, ke kamar putrinya. Ada hal yang harus Ia bicarakan dengan Olivia, harus sekarang karena ini penting. Betapa syoknya tadi Ia melihat Olivia dan Dilon kembali bersama, takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


Tok tok!


"Olivia ini Papa, bisa masuk?" tanyanya setelah mengetuk pintu.


Setelah mendengar suara dari dalam yang mempersilahkan nya masuk, Kevin pun ke dalam dan langsung menghampiri putrinya yang sedang bermain ponsel di atas ranjang. Kevin berdiri di ujung ranjang dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku.


Olivia pun melirik Papanya itu, "Ada apa?" tanyanya, tapi sudah bisa menebak hal apa yang akan dibicarakan dengan Papanya itu.


"Kamu dan Dilon benar tidak ada apa-apa lagi kan? Ingat ya, kamu sudah tunangan, kamu harus jaga kepercayaan seseorang," ucap Kevin tegas.


"Bener kok aku dan Dilon cuman temen, Papa jangan terlalu berpikir aneh-aneh deh. Terus tadi Papa sama Dilon sempat ngobrol apa pas aku pergi?" tanya Olivia penasaran.


"Papa cuman ngingetin dia aja untuk jaga batasan dengan kamu karena kamu sudah bertunangan, kalau Dilon sudah punya pacar juga kan harus bisa jaga perasaan pasangannya itu. Karena dulu kalian pernah bersama, jadi rasanya agak kurang etis saja berteman lagi."


Tatapan Olivia memicing, "Jadi maksud Papa, Papa minta aku gak temenan sama Dilon? Kita sekelas loh."


"Bukan begitu juga, berteman boleh kok, hanya harus tetap jaga batasan dan jangan sampai perasaan kalian itu tumbuh lagi. Pokoknya Papa gak mau dengar ada masalah lagi di hubungan kamu, baik dengan Septian atau mantan pacar kamu itu!" Setelah mengatakan itu, Kevin pun keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2