
Kegiatan ospek di hari pertama sangat menguras tenaga, selain lelah fisik juga lelah batin karena Olivia tidak habisnya dimarahi oleh pembimbing. Apalagi dirinya adalah ketua kelompok, entah kenapa merasa di mata mereka terus salah saja.
Sekarang sedang jam istirahat, semua berkumpul di lapangan untuk makan siang. Ada bento yang sudah disiapkan pembimbing, beserta minuman juga. Untungnya matahari kini tidak terlalu panas, malah terkesan gelap dan mendung.
"Kita kasih waktu kalian makan lima belas menit, pokoknya harus habis gak bersisa sedikit pun. Awas saja kalau ada yang gak habis, kita panggil ke depan terus hukum!" kata mereka garang.
Saat peluit dibunyikan, semua pun langsung memakan bento nya dengan cepat dan lahap. Lumayan enak, apalagi perut keroncongan karena lapar dari tadi pagi. Walau begitu tetap saja tidak nyaman karena diperhatikan pembimbing lain.
"Heh kamu Olivia, makannya buruan napa! Itu temen-temen kamu tinggal sedikit lagi!" omel Bagas. Entah kenapa lelaki itu dari tadi senang sekali memarahi nya.
Olivia mengangguk dengan mulut penuhnya, "Iya Kak ini juga sudah cepet kok," belanya.
"Cih gak akan habis tepat waktu tuh pasti. Pokoknya kalau kamu gak habis, kelompok kamu kita hukum!" ancam Bagas.
Mendengar itu tentu saja membuat Olivia panik, Ia pun mempercepat makannya sampai tersedak. Melihat itu Bagas menggelengkan kepala lalu menyuruhnya minum, merasa tidak tega lelaki itu pun memilih berjalan menjauh.
Olivia langsung bernafas lega setelah minum beberapa kali tegukan, dadanya kini tidak terlalu sakit lagi. Makan di buru-buru itu sangat tidak enak, tapi Ia tidak mau kelompoknya di hukum. Sambil makan, Olivia melirik ke salah satu kelompok lelaki tidak jauh darinya.
Lebih tepatnya pada Dilon, lelaki yang satu itu terlihat asik sekali dari tadi. Beberapa perempuan yang duduk tidak jauh darinya terlihat terus mencuri pandang, bahkan Dilon sempat-sempat nya mengedipkan mata genit.
"Olivia, kita dengar dulu katanya kamu mantannya Dilon ya?" tanya seorang teman kelompoknya.
Olivia yang ditanyai begitu tergelak sendiri, "Hah masa sih?" Ia bersikap pura-pura bodoh dulu.
"Ih kok gitu sih? Jadi bener gak nih kamu mantannya Dilon?" Yang lain pun terlihat penasaran dan memfokuskan pandangan pada Olivia.
__ADS_1
"Em itu.. Cuman masa lalu," jawab Olivia pelan sambil mengusap tengkuknya tanda salah tingkah.
Teman-teman kelompoknya pun menjadi heboh dan bergeser mendekat padanya, mereka terlihat penasaran sekali kepadanya dan Dilon. Olivia ditanyai banyak hal, membuatnya jadi bingung sendiri dan tidak nyaman.
Untungnya pembimbing memberitahu jika jam istirahat sebentar lagi berakhir, membuat mereka pun mempercepat menghabiskan makanan dan berhenti juga bertanya padanya. Olivia bisa bernafas lega sejenak, tapi tidak tahu ke depannya.
Setelah waktu habis, para pembimbing pun berkeliling mencari siapa yang belum menghabiskan makanannya. Yang belum habis pun langsung disuruh ke depan, dan sialnya salah satunya ada anggota dari tim Olivia, sebagai ketua malah Ia yang dipanggil ke depan.
"Kenapa gak habisin makannya? Jangan mentang-mentang ya, di luar sana itu banyak orang yang gak bisa makan karena gak ada uang!" omel Ayu kembali mode galak.
Saat mic itu disodorkan ke depan mulutnya, Olivia pun langsung menjawab, "Maaf Kak makanan saya habis kok, tapi ada anggota saya yang gak habis."
"Oh ceritanya mau bela diri ya? Ckck sama saja, apalagi kamu itu ketua nya, harus atur dong anggota yang lain. Karena kamu ketua nya, tanggung jawab kamu lebih besar makanya kami hukum!" kata Ayu dengan nada ketusnya.
Olivia yang diomelin begitu menundukkan kepala merasa malu dan sedih. Tetapi Ia tidak memasukkan ke dalam hati, namanya juga sedang ospek. Untungnya yang lain pun di tanyain alasan, membuat Olivia tidak di omelin sendirian.
"Nih orang gak bosen ya ke depan mulu?" tanya Ayu, tapi nada suaranya tidak sesinis seperti pada yang lain saat bersama Dilon.
"Hehe sorry deh Kak, kayanya enggak deh. Biar para cewek-cewek sekalian cuci mata. Mereka pasti capek seharian, kalau lihat saya kan pasti jadi semangat lagi," jawab Dilon dengan nada pedenya, beberapa orang pun langsung menyoraki dan ada juga yang menjerit baper.
"Huh pantesan aja," dengus Ayu.
Untungnya kali itu mereka tidak dihukum apapun, hanya diperintah ke depan saja. Setelahnya semua yang dihukum itu kembali duduk dan bergabung ke kelompoknya masing-masing.
Para pembina memberikan waktu sekitar sepuluh menitan kepada semua untuk istirahat sebelum belajar di jam terakhir kembali dimulai. Semua pun memilih beranjak dan bubar dari lapangan, ada yang menyendiri ada juga yang nongkrong bersama yang lain.
__ADS_1
Langkah Olivia terlihat pasti mengikuti seseorang, siapa lagi kalau bukan Dilon. Ada hal yang ingin Ia bicarakan dengan lelaki itu, sudah tidak bisa Ia pendam lagi. Saat pria itu duduk di sebuah bangku panjang, Olivia pun menghampiri nya.
"Dilon, ayo bicara sebentar," ucap Olivia dengan nada datarnya.
Beberapa teman-teman Dilon langsung melirik Olivia dan Dilon bergantian, kebetulan di sana tidak ada yang mengenal dua orang itu jadi tidak tahu juga latar belakang di antara dua orang itu. Mereka merasa penasaran, ada apa yang terjadi?
"Bicara apa? Di sini aja," Kata Dilon dengan seringai di bibirnya, sepertinya sengaja.
Tetapi Olivia pikir ini hanya bisa dibicarakan saat berdua saja, "Gak bisa, ini penting," ucapnya menekan setiap kata.
"Sepenting apa?"
Olivia menggeram pelan melihat tingkah menyebalkan pria itu, sepertinya sengaja menggodanya begitu di depan teman-teman barunya. Tadinya Olivia akan pergi dan memilih mengundur waktu, tapi sebelah tangannya ditahan Dilon.
Pria itu lalu berdiri dari duduknya dan menariknya pergi dari sana sambil tetap memegang tangannya. Teman-teman baru pria itu pun langsung bersiul menggoda, Olivia yang merasa malu langsung melepaskan tangannya.
Ternyata Dilon membawanya ke bagian belakang kampus, di sana lumayan sepi dan tidak banyak yang melihat. Bukannya langsung menyampaikan maksudnya, Olivia malah terdiam beberapa saat karena merasa gugup berduaan lagi dengan mantan pacarnya itu.
"Jadi mau bicara apa? Bisa cepetan gak, sibuk nih," kata Dilon dengan gaya angkuhnya.
"Dasar sok sibuk," cibir Olivia sambil mencebikkan bibir, "Aku cuman ngerasa aneh aja sama kamu."
"Aneh gimana? Gue gak bisa berubah jadi binatang tuh, berarti gak aneh," celetuk Dilon malah bergurau yang garing sekali.
"Bukan gitu, tapi sikap kamu, kenapa jadi kaya gini? Kamu dulu gak begini Dilon," jawab Olivia protes akhirnya mengungkapkan juga.
__ADS_1
Tetapi tanggapan pria itu malah membuat Olivia terdiam, "Terus masalahnya apa sama lo?" tanya Dilon.