Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 29


__ADS_3

"Jangan dulu pulang ya, nanti makan malam di sini." Olivia memutuskan beranjak pergi setelah sebelum nya mengusap bahu adik ipar nya itu.


Daniella langsung menghembuskan nafasnya berat sambil mengusap wajah kasar. Sungguh Ia malu sekali karena akhirnya keluarganya tahu juga tentang ini, apakah pandangan mereka pun setelah ini kepadanya akan berubah?


Perhatian Daniella teralih melihat suara jeritan dari arah kolam renang, Ia langsung beranjak menghampiri pada dua keponakannya itu yang sepertinya telah terjadi sesuatu. Kedua matanya terbelak melihat Fiona berteriak sambil memegangi tubuh Filio.


"Fiona Filio ada apa?" tanyanya.


"Kak Ella tolong, kayanya kaki Filio keram deh, dia hampir tenggelam," jawab Fiona.


Mendengar itu membuat Daniella jadi panik, Ia sempat memperhatikan sekitar mencari benda apa saja untuk menolong keponakannya itu tanpa harus basah-basahan. Tetapi tidak ada satupun, terpaksa sepertinya Ia harus turun juga.


Kolam ini memang agak dalam bagi anak-anak setinggi si kembar, tapi mereka sudah pandai berenang karena sering belajar. Daniella lalu mengapit tangannya di ketiak Filio menyeret nya ke samping kolam.


Butuh tenaga untuk mengangkat anak laki-laki itu sampai ke atas, lalu di baringkan. Ia juga membantu Fiona yang sudah lemas naik, setelah itu dirinya sendiri. Nafasnya sampai tersenggal, agak melelahkan juga ternyata.


"Hei ada apa ini? Mama tadi dengar kaya ada keributan," tanya Olivia yang baru datang, terlihat ekspresi khawatir di wajah nya.


Fiona lalu menunjuk saudara nya yang masih berbaring. "Mah tuh tadi Filio pas berenang kaki nya keram dan hampir tenggelam, untung aja ada Kak Ella yang bantu angkatin ke atas," adu nya.


Mendengar itu Olivia pun segera menghampiri putra nya dan menyentuh kaki nya yang keram. Filio sempat meringis pelan, Ia pun memijat nya hati-hati agar keram di telapak kaki nya itu hilang.


Olivia juga memberikan air mineral pada dua anak-anak nya itu, supaya mereka bisa lebih tenang. Untungnya keram di kaki Filio pun tidak lama hilang, setelahnya dibantu duduk.

__ADS_1


Perhatian Olivia teralih pada adik ipar nya. "Makasih ya Ella kamu sudah nolongin mereka, kalau telat Kakak gak tahu apa akan datang tepat waktu atau enggak," ucap nya.


"Gak papa Kak santai aja, aku juga khawatir tadi sama mereka. Untungnya lagi di sini, " sahut Daniella sambil tersenyum.


Melihat keadaan adik ipar nya itu yang sekarang jadi basah kuyup karena turun ke dalam kolam, membuat Olivia jadi tidak tega dan menawarkan akan meminjamkan baju nya. Daniella pun mengangguk menerima, tidak enak juga memakai seragam yang basah.


Si kembar juga ikut masuk ke dalam rumah, Olivia langsung yang akan memandikan mereka agar lebih bersih. Sedangkan Daniella yang sudah mengganti baju nya, keluar kamar dan berjalan menelusuri rumah besar itu.


"Loh Ella, kamu lagi di sini?"


Kepalanya berputar ke belakang mendengar namanya dipanggil, mengetahui jika itu Kakak nya langsung tersenyum tipis. Tetapi senyumannya tidak lama, terganti menjadi ekspresi judes dengan lirikan tajam.


Dilon yang melihat itu tentu saja jadi bingung, tapi tidak lama Ia dapat membaca sesuatu. Sempat memperhatiksn sekitar, merasa tidak ada siapapun Ia pun mendekati adik perempuannya itu untuk menanyakan sesuatu.


"Tuh kan bener Kakak udah cerita sama Kak Olivia, huft aku jadi malu karena dia juga tahu ini," desah Daniella menyela perkataannya.


"Gak papa, Olivia kan istri Kakak sekaligus Kakak nya Kai, jadi dia tentu harus tahu," kata Dilon.


Daniella lalu menghadapkan tubuhnya pada Kakak laki-laki nya itu. "Terus kenapa Kakak gak cerita juga sama Mama dan Papa?"


"Oh itu ya, kayanya mereka mending tahu dari kamu saja. Kalau Kakak ngaduin, nanti kamu pasti ngambek lagi."


Daniella sedikit dibuat terharu mendengar itu, ternyata Kakak nya tidak mau terlalu ikut campur dan melebihi batas privasi. Ekspresi wajah judes nya pun perlahan melembut, terganti dengan tatapan segan.

__ADS_1


Ya memang bagus sih Dilon belum sampai cerita pada kedua orang tuanya, lagi pula Daniella kan sekarang juga sedang bimbang dengan perasaan nya apakah akan kembali berjuang mendapat cinta Kai atau tidak.


"Hei kalian di sini ternyata, ayo kita ke ruang makan, makan malam," ajak Olivia yang tiba-tiba datang, menghentikan keheningan itu.


Daniella lalu memperhatikan pasangan suami istri itu yang terlihat mesra, membuatnta tanpa sadar tersenyum tipis dan jadi memikirkan apakah nanti bisa seperti itu dengan Kai. Tunggu, kenapa laki-laki yang dibayangkan nya hanya Kai?


Tidak mau mengganggu keromantisan Kakak nya itu, Ia memutuskan pergi ke ruang makan terlebih dahulu. Ternyata di sana si kembar sudah menunggu, mereka terlihat sudah segar karena selesai mandi. Daniella pun duduk di sebelah Filio, karena nanti Olivia yang di sebelah Fiona.


"Gimana Filio kaki kamu masih sakit gak?" tanya Daniella untuk membunuh kebosanan mereka menunggu Olivia dan Dilon.


"Sudah enggak kok Kak Ella, makasih ya tadi sudah bantuin aku keluar dari kolam. Benar-benar gak bisa apa-apa karena kaki aku sakit banget. Kalau Fiona gak pegangin juga kayanya aku bisa tenggelam," jawab Filio dengan senyuman manis nya.


Sebelah tangan Daniella terulur mengusap puncak kepala keponakannya yang tampan dan murah senyum itu. "Sama-sama, lain kali hati-hati ya. Habisnya kalian tadi heboh banget main nya, terlalu lama juga mungkin makanya kedinginan."


Obrolan mereka lalu terhenti melihat Dilon dan Olivia akhirnya datang. Sebelum makan kepala keluarga memimpin doa, setelah selesai semua pun mulai makan. Hari ini menu nya lebih banyak karena ada tamu spesial, siapa lagi kalau bukan Daniella.


Selesai makan malam, Daniella memutuskan akan pulang karena besok sekolah. Kalau saja libur, mungkin Ia bisa menginap dan tidur bersama si kembar. Tetapi Ia pasti akan sering main, karena di rumah pun bosan.


Daniella di antar pulang Dilon, si kembar tidak ikut karena harus mengerjakan tugas bersama Mama nya. Selama perjalanan dari rumah beberapa menit lalu, belum ada obrolan lagi di antara dua saudara berbeda Ibu itu.


"Sudahlah Daniella jangan terlalu dipikirkan, lagian Olivia juga pasti gak ngomong aneh-aneh kan pas tahu kamu suka sama adik nya itu?" tanya Dilon yang tidak tahan dengan kesunyian.


"Iya sih, reaksinya normal aja, gak ada emosi sedikit pun," jawab Daniella pelan. Walau begitu, Ia tetap bisa membaca ekspresi tidak senang Olivia.

__ADS_1


Bukan tidak merestui, tapi mungkin alasannya hampir sama seperti Dilon yang mempermasalahkan perbedaan umur mereka yang terlalu jauh. Daniella jadi merasa terbebani dan bingung bagaimana ke depannya.


__ADS_2