Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Mulai Mencuri Hati


__ADS_3

Hubungan Dilon dan Olivia kembali merenggang, lebih tepatnya Olivia yang terkesan menjauh dan mencueki Dilon. Perempuan itu hanya berjaga saja, tidak mau ancaman dari Septian terjadi kepada keluarganya. Biarlah sekarang seperti ini dulu.


Tetapi sepertinya Dilon adalah orang yang gigih dan sangat bersungguh ingin mendapatkan hati Olivia lagi. Buktinya saat pulang kuliah, perempuan itu malah dibuat bingung melihat mobil Dilon di depan rumahnya. Segera Ia pun masuk untuk mengecek.


"Aduh Olivia pelan-pelan dong, hampir aja minumannya jatuh," pekik Keisha yang sedang membawa nampan berisi dua jus.


Nafas Olivia sampai memburu karena berlari dari depan, "Mah mobil di depan punya siapa? Ada tamu ya?" tanyanya memastikan. Bisa saja kan hanya mirip?


"Oh itu Dilon, dia sudah dari tadi sih main di sini," jawab Keisha yang terkesan santai.


"Hah ngapain dia di sini? Terus sekarang dia dimana?!" tanyanya penuh penasaran.


Saat Mamanya menjawab jika lelaki itu sedang di kamar Kai, segera Ia pun naik ke lantai dua dan menuju kamar adiknya itu. Tanpa repot mengetuk pintu, Olivia pun membukanya begitu saja dengan cepat dan kasar, sampai terdengar bunyi yang keras.


Yang di dalam tentu saja terkejut mendengar suara keras itu, mereka pun melirik ke asal suara. Tetapi hanya beberapa saat, karena kedua laki-laki berbeda usia itu kembali fokus bermain game lagi. Olivia yang merasa dicuekin merasa sedikit kesal, Ia pun mendekat.


"Dilon, ngapain kamu di sini? Pulang sana!" usir nya tidak punya perasaan. Ia kan sudah bertekad untuk menjauh tidak mau berhubungan lagi.


Kai yang mendengar itu langsung melirik sinis Kakak perempuannya, "Ish apaan sih Kakak? Kak Dilon itu lagi main game sama aku, kok di suruh pulang sih?!" protesnya.


"Tapi--"


"Iya aku lagi main game, ke sini bukan mau ketemu kamu kok, jangan percaya diri deh," sahut Dilon ikut membela diri, lalu terdengar lah tawa kecil dari dua lelaki itu.

__ADS_1


Olivia menghembuskan nafasnya kasar merasa kesal di ledekin begitu, sepertinya mereka memang sengaja bersekongkol. Padahal Kai adiknya, tapi kenapa terasa lebih akrab dengan Dilon ya?


Perhatian Olivia teralih melihat Mamanya yang baru datang sambil membawa dua jus tadi. Keisha sempat memanggil nama Kai dan Dilon, tapi mereka tetap fokus main game dan hanya menyahut dengan deheman saja.


"Olivia kamu juga jangan-jangan mau main game sama mereka?" tanya Keisha.


"Enggak lah, gak suka game!" ucap Olivia agak ketus. Merasa ada yang aneh dengan sikap Mamanya, membuat Olivia bingung.


Sempat Olivia melirik ke arah Dilon, Ia lalu menarik tangan Keisha untuk keluar dari kamar. Mamanya itu terlihat bingung dan bertanya-tanya, tapi Olivia akan menanyakan ini di luar kamar saja karena tidak enak jika di dengar Dilon.


"Aduh Olivia kenapa narik-narik Mama sih? Pelan-pelan dong, tangan Mama sakit!" kesal Keisha sambil mengusapi pergelangan tangannya.


Mendengar itu membuat Olivia jadi tidak enak sendiri, "Maaf Mah gak sengaja, habisnya aku bingung sama Mama. Kok Mama kelihatan nerima Dilon di sini? Jangan bilang Mama--"


"Jangan salah paham, lagian Dilon itu sudah baik dengan nolongin Kai waktu itu. Tadi itu dia juga yang nganterin Kai pulang dari les dan mereka lanjut main game, gak papa lah," sela Mamanya menjelaskan sebelum salah paham.


Untuk yang terakhir membuat kepala Olivia menggeleng, kenapa Ia terlihat masih berharap ya?


"Tapi dia gak setiap hari kan kesini? Gimana kalau misal setiap hari Dilon main kesini?" tajya Olivia meminta pendapat, apalagi Kai sangat dekat dengan Dilon.


Keisha terlihat mengusap dagunya seperti sedang berpikir keras, "Kayanya gak mungkin bakal setiap hari juga, Dilon juga pasti tahu tata krama bertamu. Tapi Mama itu selalu suka lihat dia main bareng Kai, jadi adik kamu gak kesepian lagi," katanya.


Sebenarnya Olivia senang saja melihat Mamanya itu seperti sudah menerima Dilon lagi, tidak menganggapnya buruk seperti dulu. Bahkan ternyata sikap Keisha pun seperti menerima lagi kehadiran Dilon, apa wanita itu tidak memikirkan kemungkinan yang akan terjadi?

__ADS_1


"Kamu mau ke kamar lagi lihat mereka main game? Mama enggak ah bosen dari tadi, mau ke dapur aja bantu mbok nyiapin makan malam," tanya Keisha.


"Enggak, aku juga mau ke kamar sendiri mau mandi, gerah," jawab Olivia.


Tetapi sebelum pergi ke kamarnya sendiri, Olivia sempat mengintip lagi ke dalam kamar Kai. Terlihat dua lelaki itu masih asik bermain, terkadang tertawa bersamaan. Kepalanya menggeleng-geleng melihat mereka yang sangat akrab.


Sesampainya di kamar Olivia bergegas mandi membersihkan diri, setelahnya Ia memakai baju terbaik dan malah make up tipis. Saat sedang memakai lip tin dengan warna merah terang, malah terdiam beberapa saat menatap bayangannya di cermin.


"Tunggu, aku ini apa-apaan sih?!" tanya Olivia sensi sendiri. Jangan bilang Ia ingin terlihat cantik di depan Dilon yang kebetulan sedang main di rumahnya?


Olivia lalu membawa selembar tisu dan menghapus lip tin merah di bibirnya agar tidak terlalu menor. Setelah merasa penampilannya rapih, Ia pun keluar kamar dan malah berjalan menuju kamar Kai.


Tadinya Ia hanya ingin mengecek saja, tapi saat akan mengintip dibuat terkejut karena ada seseorang yang keluar. Hampir saja kepalanya menubruk dada Dilon, Olivia pun langsung berbalik menyembunyikan perasaan malu nya karena ketahuan.


"Wangi nih, sudah mandi ya?" tanya Dilon di balik punggungnya.


Olivia pun melirik lelaki itu lewat ekor matanya, "Iyalah sudah, kamu yang belum, bau!" balasnya sambil tersenyum sinis.


Dilon terlihat menghirup jaket yang dipakainya, "Enggak ah masih wangi juga, mau cium gak? Parfume nya yang dikasih kamu waktu itu loh," godanya.


Kedua mata Olivia terbelak mendengar itu, Ia mencebikkan bibir pada Dilon yang malah tertawa sepertinya merasa puas sudah menggombali nya. Untung saja di sana tidak ada siapapun, kalau sampai di dengar keluarganya kan akan sangat memalukan.


Dilon lalu terlihat mendekat, "Aku pulang dulu ya, sampai ketemu besok di kampus. Kamu gak akan anterin aku ke depan?"

__ADS_1


"Ck enggak lah, mau apa? Sudah sana pulang, sudah sore juga!" tolak Olivia sok ketus, padahal hanya pura-pura.


Dilon sama sekali tidak tersinggung mendengar itu, Ia malah dibuat tersenyum-senyum dengan Olivia yang gengsian begitu. Sebelum pergi, lelaki itu sempat menepuk puncak kepala Olivia dan segera berlari cepat pergi dari sana sebelum diamuk karena lancang.


__ADS_2