
Dari tadi Olivia terus menatap sekitar sedang mencari seseorang, ya siapa lagi kalau bukan Dilon. Bukan ingin melihat kehadirannya, Ia malah berharap mantan pacarnya itu malam ini tidak datang agar tidak melihat dirinya yang berpasangan dengan Septian.
Bruk!
"Aduh!" pekik Olivia merasakan seseorang berhambur merangkul bahunya dari belakang, saat menolah ternyata itu Tasya dan Syifa. "Hei kalian baru datang?"
"Iya dan kita pas datang langsung tahu berita yang lagi heboh," jawab Tasya sambil melirik Syifa, seperti saling mengkode.
Syifa lalu menyenggol pelan bahu Olivia, "Jadi gebetan baru kamu itu Septian? Wah-wah kita gak terlalu kaget sih, dia kan dari dulu ngebet banget sama kamu."
Hembusan nafas berat keluar lewat celah bibir Olivia, ya akhirnya semua orang tahu juga jika Ia dan Septian ada hubungan. Tidak bisa Ia sembunyikan atau bantah lagi, semua orang benar-benar sudah tahu.
Olivia pun sadar dari tadi banyak yang memperhatikan nya, bahkan mereka sambil berbisik tanpa malu dan sudah pasti sedang membicarakannya. Olivia berusaha bersikap acuh, walau agak sakit hati jika ada yang mengatainya buruk. Tetapi Ia menerima, karena sikapnya memang tidak pantas.
"Olivia, kamu luluh juga ya sama Septian? Dulu aja kelihatan ilfeel banget," tanya Tasya meminta penjelasan.
Olivia ingin sekali membantah itu, Ia bukan luluh hatinya hingga menerima Septian, "Ya gitu deh, dia hampir setiap hari selalu nerror aku," jawabnya asal.
"Oh gitu, tapi Septian itu orangnya gigih banget ya, tapi perjuangan dia bebuah manis juga karena happy ending," celetuk Syifa yang mendukung saja.
Obrolan mereka lalu terhenti saat mendengar pengumuman dari depan panggung, MC membuka acara dengan meriah dan semua langsung memfokuskan pandangan. Acara prom night ini tentu akan menjadi pesta meriah bagi mereka.
Selain banyak makanan dan minuman yang sudah disiapkan, acara lain yang tidak kalah seru tentunya adalah berdansa. Bukan hanya dengan pasangan masing-masing, melainkan merasakan dengan yang lain juga agar semakin mengenal satu sama lain.
__ADS_1
Si MC pun meminta semua berkumpul di tengah aula, yang lain pun menurut dan langsung pindah ke sana. Olivia sudah berpisah lagi dengan kedua sahabatnya, karena mereka juga masing-masing memiliki pasangan. Sekarang Ia dengan Septian.
Saat musik berbunyi, Olivia bisa merasakan Septian memeluk pinggangnya dan tubuh mereka pun mulai bergerak dengan pelan. Tatapan keduanya bertemu dengan arti yang berbeda, tapi karena di iringi musik romantis rasanya cukup mendebarkan.
"Olivia apa kamu sampai sekarang masih terpaksa jadi pacar aku?" tanya Septian tiba-tiba.
"Kamu mau aku jawab jujur?" Melihat Septian mengangguk, membuat Olivia pun tanpa sungkan menjawab, "Iya aku masih terpaksa, aku juga masih belum bisa buka hati aku untuk kamu."
Septian malah tersenyum tipis, lalu sedikit mencondongkan wajahnya dan berbisik di telinga Olivia, "Gak papa, aku akan tunggu kamu sampai kapanpun juga. Aku akan lakukan berbagai cara supaya kamu bisa mencintai aku juga," katanya.
Olivia hanya menghela nafas berat tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Bingung sekali dengan Septian itu yang menurutnya malah terlihat bodoh karena mau menunggunya membuka hati, nyatanya pasti akan sangat sulit bahkan mungkin saja tidak akan bisa.
Bukankah Septian bisa mendapatkan yang lebih? Jika pun tidak, setidaknya mendapatkan yang tulus dan mencintainya juga. Olivia sudah pernah tanyakan, dan jawaban pria itu membuatnya merinding. Sebegitu sukanya Septian kepadanya?
Olivia pun melepaskan pelukan Septian dan berputar pada seseorang tidak jauh dari sebelahnya. Ia tidak terlalu mengenali lelaki itu, tapi tentu mereka masih satu angkatan. Kepada yang satu ini mereka tidak banyak mengobrol, Sama-sama canggung.
Lima menit kemudian si MC kembali mengarahkan kepada para perempuan berputar lagi berpindah ke yang lain. Olivia lalu jatuh ke pelukan seorang lelaki, Ia hampir menginjak gaunnya karena terlalu heboh sampai memeluk lelaki itu. Saat Ia mengangkat kepala untuk meminta maaf, bibirnya malah terasa kelu.
"Hai!" sapa Dilon dengan senyuman tipisnya.
"Dilon?" Olivia sampai speechless beberapa saat mengetahui jika kali ini Ia akan berdansa dengan mantan pacarnya itu.
Sempat Olivia melirik ke arah kiri mencari Septian, tapi entahlah kemana pria itu sekarang, suasana di aula ini benar-benar ramai. Musik pun semakin meriah, semua menikmati pesta nya masing-masing.
__ADS_1
"Kenapa? Takut ketahuan pacar lo ya? Apa dia nanti bakal marah?" tanya Dilon dengan nada agak sinisnya.
Olivia menatap pria itu terkejut, apa Dilon sudah tahu? "Dilon aku--"
"Selamat ya, lo sekarang sudah punya pacar baru lagi. Tapi gue agak kaget pas tahu cowok lo itu dia. Ya gak papa sih, mungkin si Septian juga bisa buat lo nyaman." Entah apa maksud Dilon mengatakan itu, tapi senyumannya kini terlihat kecut.
Keduanya menatap mata satu sama lain, seolah ingin membaca isi pikiran masing-masing. Suara bisik di sekitar seperti langsung menghilang begitu saja, sanking mereka terlalu menyelami wajah masing-masing. Seperti kini hanya ada mereka berdua di sana.
Olivia ingin sekali menjelaskan pada pria itu apa yang sebenarnya terjadi, Ia hanya tidak mau menyakiti perasaan Dilon dan membuatnya salah paham. Tetapi bibirnya terasa kelu, jika menjelaskan yang sebenarnya pun sama saja Ia bunuh diri.
"Apa alasan lo putusin gue juga karena dia?" Dilon bertanya lagi, terlihat ingin banyak tahu.
Dengan pahit Olivia pun menggeleng, "Enggak ada hubungannya dengan Septian, bukankah waktu itu aku sudah bilang kenapa kita harus berpisah?"
"Hm begitu ya, gue kira karena dia ikut campur." Dilon terlihat terdiam beberapa saat, seperti memikirkan apa yang ingin ditanyakannya dengan baik, "Lo bahagia sama dia?"
Pertanyaan apa itu? Seharusnya Dilon bisa membaca ekspresi wajahnya jika sedang bersama Septian itu bukan perasaan bahagia, melainkan tertekan. Tetapi Olivia tentu tidak akan berterus terang begitu, terpaksa Ia pun harus bohong lagi dan mungkin saja menyakiti perasaan Dilon.
"Aku bahagia kok sama Septian, dia sangat perhatian dan selalu berusaha membahagiakan aku," jawab Olivia pahit. Saat mengatakan itu, ekspresi wajahnya terlihat datar membuat Dilon pun tidak bisa membaca.
"Begitu ya, apa lebih bahagia di banding sama gue?"
Tetapi sebelum Olivia menjawab, si MC kembali meminta para perempuan berputar dan pasangannya masing-masing untuk menjemput. Kini Olivia pun kembali ke pelukan Septian, tatapan Dilon pun langsung menjadi getir melihat itu.
__ADS_1
Sempat Dilon bertatapan dengan Septian, melihat ekspresi wajah puas pria itu seperti merasa bangga mendapatkan Olivia membuat Dilon hanya bisa mengepalkan kedua tangan menahan marah. Tidak mau hilang kendali, Dilon pun memilih pergi dari sana.