
Sepulangnya belanja perasaan Olivia sangat senang, ya setiap perempuan habis shoping pasti selalu bahagia. Senyuman di bibirnya seketika menghilang melihat seseorang sedang duduk di teras rumah, itu Dilon.
Olivia pun berjalan menghampiri nya, "Dilon, kamu kesini lagi?" tanyanya.
"Hm, main sama Kai, dia sendiri yang ngajak katanya punya game baru," jawab Dilon lalu menghembuskan asap rokoknya ke udara, ya pria itu sedang merokok.
Dilon memng tidak setiap hari juga datang ke rumahnya, tapi merasa lelaki itu semakin berani kesini setelah Mamanya pun mengijinkan. Olivia sebenarnya tidak mau percaya diri Dilon kesini ingin menemuinya, tapi pasti adalah maksud tersembunyi nya?
Baru saja akan membuka suara, panggilan seseorang di belakangnya mengalihkan perhatian. Itu Kirana, perempuan itu memang yang membawa mobil dan mengantarnya pulang juga. Setelah dekat, Kirana terlihat terkejut melihat kehadiran Dilon juga.
"Loh kok ada Dilon di sini?" tanya Kirana bingung.
Dilon hanya melambaikan tangannya pelan, "Oh kalian habis main bareng ya?" tanyanya balik.
"Iya habis shoping, cewek-cewek," jawab Kirana, "Terus kamu ngapain di rumah Olivia?"
"Main lah, gue sering main kesini." Dilon terlihat santai sekali saat mengatakannya, membuat Olivia panik saja.
Tidak mau lelaki itu semakin meracau dan malah mengungkap rahasia, membuat Olivia pun menarik Kirana menjauh dari sana dan ke dekat gerbang rumahnya lagi. Kirana sempat kebingungan, tapi Ia hanya tersenyum saja.
Setelah berada di luar gerbang, Olivia merasa lebih baik. Entah kenapa Ia takut saja membuat salah paham, apalagi Kirana sudah tahu kalau ternyata Ia sudah memiliki tunangan, tapi melihat Dilon di rumahnya pasti akan membuat salah paham.
"Em Kirana ada apa ya?" tanyanya berusaha tetap tenang.
Kirana lalu memberikan sesuatu padanya, itu adalah kotak earphones nya, "Tadi kayanya jatuh dari kursi, makanya aku buru-buru balikin," jawabnya.
__ADS_1
Olivia pun menerimanya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Saat sedang mengecek earphones nya itu, Ia bisa merasakan tatapan dalam Kirana di depannya. Saat mengangkat kepala, benar saja jika perempuan itu sedang memperhatikannya.
"Olivia aku bingung, sebenarnya kamu dan Dilon beneran gak ada hubungan apapun lagi? Terus kenapa dia ada di rumah kamu? Malahan dia sendiri yang bilang sering main di sini," tanya Kirana yang terlihat penasaran.
Helaan nafas berat keluar lewat celah bibir Olivia, terpaksa Ia pun harus menceritakan, "Jangan salah paham, Dilon ke rumah aku itu bukan untuk ketemu aku, tapi adik laki-laki aku. Mereka sering main game bareng."
Kirana terlihat mengedipkan matanya perlahan dan terdiam beberapa saat, tidak menduga jawabannya seperti itu. Kepalanya lalu mengangguk-angguk pelan seolah mengerti, sempat hampir salah paham.
"Oh gitu ya, aku kira kamu dan Dilon.. Maaf kalian diam-diam selingkuh di belakang tunangan kamu itu," kata Kirana pelan takut menyinggung hati.
Olivia menggigit bibir bawahnya, "Kamu jangan bilang siapa-siapa ya, tapi sebenarnya aku dan Dilon memang masih saling suka, bahkan kita hampir balikan."
"Hah? Tapi gimana tunangan kamu itu?" Kirana terlihat terkejut mengetahui ini.
"Nah itu dia, ternyata dia tahu aku deket lagi sama Dilon, terus dia marahin aku dan kita sempat ribut. Akhirnya aku pun gak jadi lanjutin sama Dilon dan milih tetap bertahan sama Septian," jawab Olivia berat.
Merasakan usapan di bahunya, membuat Olivia tersenyum menatap Kirana yang sepertinya sedang memberinya semangat di situasi rumit seperti ini. Ya itulah gunanya teman, inilah kenapa Olivia pun mau cerita.
"Aku gak tahu apa sebenarnya yang terjadi, tapi semoga masalah kamu bisa selesai dengan baik. Aku juga gak bisa terlalu ikut campur karena yang menjalani adalah kalian, tapi aku pikir sebaiknya kamu jangan melakukan hal yang dapat mengecewakan banyak orang," Kata Kirana penuh arti.
Olivia pun dibuat terdiam mendengar itu, hatinya menjadi tertohok seolah itu adalah sebuah pengingat baginya. Ya memang seharusnya Ia jangan selingkuh dan sampai mengkhianati suatu hubungan, tapi Ia juga kan terpaksa bersama Septian.
Sayangnya Kirana tidak bisa berlama-lama di sana karena katanya di rumah keluarga dari luar kota nya sudah datang. Setelah mobil yang dikendarai perempuan itu pergi, Ia pun kembali masuk ke dalam gerbang rumahnya. Ternyata Dilon masih duduk di teras rumah.
Olivia pun kembali berdiri di depan lelaki itu, "Dilon ish jangan ngomong gitu dong, apalagi bilang selalu main kesini, kan bisa bikin orang salah paham!" omelnya.
__ADS_1
"Kan emang kenyataannya begitu kalau aku sering main kesini," jawab Dilon tidak merasa bersalah.
Olivia hanya berdecak pelan karena pria itu tidak mengerti dengan maksud perkataannya. Masalahnya Ia hanya takut saja berita ini tersebar, lalu tiba-tiba Septian tahu lewat seseorang.
Bukankah pria itu memang mempekerjakan seseorang untuk memata-matainya? Itulah kenapa Olivia merasa dirinya dan Dilon saat di luar harus menjaga sikap.
"Kamu sudah dari kapan di sini?" tanya Olivia mengalihkan obrolan.
"Dari tadi, pas kamu berangkat dan aku baru datang. Makanya aku bosen banget dari tadi nungguin kamu pulang," jawab Dilon dengan ekspresi memelasnya.
"Ngapain nungguin aku?" tanya Olivia bingung.
Tetapi bukannya menjawab, Dilon malah beranjak dari duduknya dan mendekati Olivia. Dengan santainya pria itu mengambil alih semua barang-barang belanjaan perempuan itu dan melenggang masuk ke dalam rumah.
Olivia yang melihatnya hanya memutar bola mata malas, jangan bilang Dilon gengsi untuk jujur dengan alasannya? Ia pun segera menyusul Dilon, ternyata pria itu naik ke lantai atas, jangan bilang mau ke kamarnya juga. Kalau dari arah langkah kakinya memang mengarah ke kamarnya.
Tetapi Dilon masih punya sopan santun, tidak membuka ruang pribadi Olivia dengan lancang dan menunggu di pemiliknya yang masuk lebih dahulu. Dilon pun baru masuk setelah Olivia membukakan pintu, Ia lalu menyimpan semua barang belanjaan di sofa.
"Tadinya aku mau ajak kamu jalan-jalan, mau gak?" tanya Dilon yang mengungkapkan keinginannya. Sebenarnya tujuan utama datang ke rumah ini ya itu, tapi basa-basi dulu dengan alasan main bersama Kai.
Sayangnya Olivia malah menggeleng, "Enggak," tolak nya singkat.
"Hm kenapa? Bosen ya atau capek?"
Bukan itu, tapi Olivia kan sudah bilang selalu berhati-hati sekarang jika di luar, tidak mau menunjukkan kedekatannya dengan Dilon. Melihat wajah sedih Dilon seperti di tolak nya membuatnya tidak tega.
__ADS_1
Olivia lalu terpikirkan sesuatu, "Kita nonton film aja yuk di kamar aku," usulnya dan ternyata berhasil membuat senyuman Dilon kembali.