Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 58


__ADS_3

Makan siang itu terasa ramai sekali, rasanya sudah lama tidak berkumpul seperti ini dengan keadaan hati yang bahagia. Karena terakhir mereka semua berduka atas meninggalnya salah satu anggota keluarga, Ayana.


"Mah aku pengen pipis," pinta Fiona agak merengek.


Kebetulan Daniella pun ingin buang air kecil juga seperti keponakannya itu, jadinya Ia pun yang pergi bersama ke toilet. Langkahnya terlihat agak jinjet karena rok kebaya nya yang span itu. Percayalah gadis itu menjadi perhatian karena baju nya yang cantik.


Setelah kepergian Daniella, Erika lalu melirik ke arah Kai yang kebetulan duduk di hadapannya. Rasanya tidak tahan sekali ingin mengungkapkan sesuatu di hatinya, yang sepertinya seluruh anggota keluarga pun merasakan hal yang sama.


"Kai, kapan kamu kembali ke Indonesia?" tanya Erika memulai obrolan dengan basa-basi dahulu.


"Sepertinya malam ini aku pulang lagi ke Indonesia, Tante. Besok kan kerja, gak bisa cuti," jawab Kai menghentikan makannya dahulu.


"Sayang banget, padahal besok rencananya kita mau jalan-jalan Om," kata Filio menyahuti.


Kai hanya tersenyum tipis. "Maaf ya Om gak bisa ikut kayanya, selain karena kerja juga gak tega tinggalin Kenzo sendiri di sana."


Mereka pun mengangguk bisa paham setelah mendengar itu, ya kalau dipikir kasihan juga bayi itu karena Papa nya harus pergi jauh. Padahal kalau semisal Kenzo di ajak pun, di sini ada Olivia dan Erika yang bisa mengurusi.


Mungkin Kai tidak terpikirkan sejauh itu, tujuannya pun pasti hanya ingin hadir sebentar di acara wisuda Daniella.


"Ekhem Kai, Tante penasaran sekali bagaimana perasaan kamu pada Daniella. Maaf kalau Tante bertanya lancang, apa kamu ada perasaan khusus pada dia atau.. Pandangan kamu masih tetap sama seperti dulu? Hanya sebatas keluarga saja."


Ditanyai seperti itu oleh Mama nya Daniella langsung membuat Kai menelan ludah kasar merasa gugup. Ia memperhatikan satu persatu keluarganya di meja makan yang memfokuskan pandangan padanya.


Menunggu nya memberikan jawaban.


Sepertinya Kai tidak bisa menghindar, Ia akan jujur saja di depan mereka. "Tidak Tante, sekarang perasaan aku pada Daniella sudah berbeda. Tetapi aku berusaha menahan dulu, karena almarhum belum lama pergi," jawab nya penuh arti.

__ADS_1


Melihat senyuman di bibir mereka, membuat Kai bisa bernafas lega karena sepertinya mereka pun bisa paham dengan maksud perkataannya tadi. Ya Ia sudah jujur dengan hatinya jika Ia memang tertarik secara perasaan romantis kepada Daniella.


Sayangnya sebelum Kai menjelaskan semakin dalam perasaannya, orang yang dibicarakan sudah kembali bersama Fiona. Daniella yang baru duduk merasa bingung melihat seluruh anggota keluarga nya menatap nya dengan senyuman tertahan.


"Kalian kenapa?" tanyanya bingung.


Tetapi mereka hanya menggeleng sambil tersenyum-senyum, membuat Daniella semakin bingung tapi tidak bertanya lagi. Ia lalu melirik ke arah Kai. Sepertinya saat Ia pergi tadi mereka sempat mengobrol kan sesuatu.


Membuatnya penasaran saja.


Sekitar pukul tiga sore nya, mereka baru selesai dan beranjak untuk pulang. Yang membayarkan semua makan siang tentu Aiden, sebagai perayaan kesuksesan putri bungsunya juga, agar semua ikut bahagia.


Mereka pun memutuskan akan kembali ke hotel untuk istirahat karena merasa lelah, besok baru akan dilanjutkan lagi untuk jalan-jalan sebelum kembali pulang ke Indonesia. Daniella pun akan di antar Kai, sayangnya lelaki itu tidak satu hotel dengan mereka.


"Mau jalan-jalan sebentar?" tawar Kai yang tetap fokus menyetir.


"Malam ini juga Om pulang lagi, makanya pengen habisin waktu berdua dulu sama kamu," jawab Kai dalam, tanpa lelaki itu sadari membuat hati Daniella menghangat.


Jika pun begitu, Daniella tentu tidak masalah dan malahan senang mereka bisa berduaan. Jika bersama keluarganya bawaannya malu karena mereka pasti diperhatikan terus, jadi tidak bisa bersikap bebas juga.


Perjalanan mereka lalu terhenti di dekat pantai, menghentikan mobil di dekat pembatas. Di sana memang tempat yang nyaman untuk bersantai di sore hati, di tambah langit saat ini sangat cerah.


Keduanya duduk di atas kap depan mobil, menikmati lautan di depan yang terlihat tenang. Angin pun bersepoy dengan cukup kencang. Entah kebetulan, di sana pun hanya ada mereka saja. Padahal tempat ini biasanya ramai.


"Om jangan lihatin aku terus, aku kan malu," ucap Daniella yang sadar, Ia lalu memukul pelan tangan lelaki yang duduk di sebelah nya itu sambil menahan senyuman.


Kai pun terkekeh kecil sudah membuat gadis itu salah tingkah. "Maaf ya, habisnya kamu terlalu cantik untuk di lewatkan," katanya gombal.

__ADS_1


"Huh aku gak nyangka sekarang Om jadi bisa gombal begini, mulai berani ya sekarang," ledek Daniella, walau begitu Ia sebenarnya suka.


Daniella lalu tersentak saat tangan kanannya diambil dan diusap-usap oleh Kai, pandangan mereka pun bertemu lagi membuat detak jantung itu tidak bisa ditahan menjadi cepat. Suasana pun tiba-tiba berubah menjadi romantis, itulah yang mereka rasakan.


"Daniella, Om mau jujur saja dengan perasaan Om ini. Maaf jika ini datang terlalu terlambat, bahkan sangat-sangat terlambat. Tapi Om harap kamu tidak salah mengartikan, karena perasaan Om ini tulus pada kamu.


Daniella, Om sepertinya menyukai kamu, rasa sayang ini bukan lagi hanya sekedar perasaan peduli sebagai keluarga, tapi perasaan romantis. Om ingin memiliki kamu, menjadikan kamu milik Om," ungkap Kai tulus dari dalam hati.


Kalian pasti sudah bisa menebak sendiri bagaimana perasaan Daniella saat ini. Ya Ia hampir gila, gendang telinga nya bahkan bisa mendengar detak jantungnya yang sangat cepat. Rasanya Ia senang dan terharu, karena perasaannya ini akhir nya berbalas.


Daniella lalu menarik tangannya yang ada di tangan lelaki itu sambil memalingkan wajah dengan bibir berkedut menahan senyumannya. "Aku tahu kok, aku bisa rasakan perubahan Om. Kenapa, apa karena sekarang aku bukan lagi anak kecil?" tanyanya agak sinis.


"Em itu.. Mungkin? Kita sudah lama tidak bertemu, dan kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menarik. Bagaimana Om tidak suka," jawab Kai jujur.


Sungguh sekarang Kai dibuat berdebar menunggu tanggapan perempuan itu, apakah Ia akan diterima atau malah ditolak karena sudah terlalu terlambat membalas perasaannya. Tetapi Kai tentu berharap, Ia masih diberikan kesempatan.


"Kita gak bisa menikah sekarang Om, Om kan masih harus menunggu masa iddah. Berapa lama ya, kayanya empat bulanan," ujar Daniella tidak terduga.


Senyuman di bibir Kai pun langsung terukir lebar, perasaan lega pun langsung dirasakan di hatinya. Jika Daniella sudah membahas itu, berarti Ia diterima. Tidak bisa menahan rasa bahagianya, Ia pun memeluk Daniella dengan erat hingga membuat gadis itu terpekik pelan mungkin terkejut.


"Iya-iya tunggu beberapa bulan lagi ya, Om akan langsung melamar kamu. Makasih Daniella sudah setia mencintai Om, Om janji akan membalas semuanya dengan kebahagiaan nanti," ucap Kai berbisik di telinga nya, membuat Daniella pun tersenyum dan membalas pelukannya.


Ya akhirnya penantian Daniella pun berbuah manis, walau banyak sekali rintangan nya. Tetapi sungguh, mereka pun tidak menyangka akan bersama setelah melewati banyak kejadian tidak terduga.


Season Dua Tamat


***

__ADS_1


Nanti mungkin ada tambahan bonus chapter untuk Daniella dan Kai setelah menikah, untuk yang masih kangen-kangen aja ya 😄


__ADS_2