
Terlihat seorang gadis berparas cantik sedang berdiri di depan cermin tinggi memperhatikan dandanannya malam ini. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, di bawah pesta sudah disiapkan kedua orang tuanya dengan meriah.
Perhatiannya teralihkan melihat seseorang mengetuk pintunya, lalu masuk lah Mamanya. Wanita yang sudah tidak lagi muda itu lalu menghampirinya, memegang kedua bahunya yang terbuka.
"Gimana Mah apa aku sudah cantik? Apa make up aku ada yang kurang?" tanyanya memastikan lagi.
"Tidak ada yang kurang, sudah sempurna semua. Anak Mama ini memang cantik, mirip Mama pas muda hehe," katanya lalu terkekeh kecil.
"Ah Mama bisa saja," ucapnya ikut tertawa geli. Mereka memang sangat dekat, walau perbedaan usia sangat jauh.
Mamanya itu lalu memberitahunya jika di halaman belakang sudah banyak tamu undangan yang hadir, menyuruhnya untuk segera turun karena acara ulang tahun pun akan segera dimulai.
Sebelum keluar dari kamar nya, sekali lagi gadis itu memperhatikan penampilannya. Gaun panjang berwarna maroon ini terlihat sempurna di tubuh nya, bagian bahu nya Sabrina jadi terbuka menunjukkan tulang selangka nya yang cantik.
"Pokoknya malam ini aku harus jadi Ratu di acara ulang tahun ku sendiri, tidak boleh ada yang lebih cantik dari aku," gumam nya dengan seringai kecil.
Mereka pun turun dari lantai dua menuju halaman belakang tempat diadakannya acara ulang tahun nya yang ke tujuh belas ini. Sudah dihias dengan cantik, banyak lampu menyinari juga.
Kolam renang pun dihias dengan banyak balon mengambang, jadi terlihat cantik di sana. Melihat si pemilik acara malam ini datang, semua teman-teman nya pun langsung heboh dan menyambut.
"Yeay HappyBirthday Daniella, wish you all the best!" ucap semua teman-teman nya bersamaan dengan riang, diiringi tepuk tangan meriah.
Daniella tidak bisa menahan senyuman nya, "Thank you ya guys yang sudah hadir malam ini, selamat menikmati pesta nya," ujar nya terharu.
Daniella pun diajak naik ke sebuah panggung kecil di dekat kolam, tempat dimana dirinya akan meniup lilin dan memotong kue. Semua teman-teman nya pun langsung mengelilingi untuk menyanyikan lagu ulang tahun.
__ADS_1
Lumayan banyak juga yang hadir, ya karena Daniella mengundang hampir setengah nya angkatannya. Tidak semua, yang dekat dengannya saja. Setelah mereka selesai menyanyikan lagu ulang tahun untuknya, kembali suara tepuk tangan meriah terdengar.
"Untuk potongan kue pertama ini mau aku kasih untuk Mama sama Papa aku," ucap Daniella dengan senyuman lebar nya.
Aiden dan Erika pun tersenyum mendengar nama mereka dipanggil bersamaan yang paling pertama. Mereka lalu bergantian mendapat suapan kue, dan semua teman-teman anak nya pun kembali bertepuk tangan.
"Ekhem terus potongan ke dua itu buat siapa nih?" tanya Mia, sahabat nya sambil menyenggol tangannya.
Semua pun menunggu jawabannya dengan penasaran, karena biasa nya potongan kedua itu akan diberikan pada orang spesial di hati. Tetapi Daniella hanya tersenyum penuh arti lalu menjawab,
"Ada deh, ini rahasia. Ayo mending kalian waktunya nikmati pesta, dimakan ya hidangan nya, habiskan."
Perlahan kumpulan di sana pun berpencar, mereka juga ingin menikmati pesta ulang tahun ini. Melihat banyak dessert dan minuman berwarna di meja panjang, membuat mereka semua tergiur dari saat pertama datang juga.
Saat Daniella sedang mengobrol dengan teman-teman kelas nya, kedatangan seorang lelaki membuat mereka semua pun langsung heboh. Itu adalah Andra, most wanted di sekolah mereka, alias idola para perempuan.
"Hai Daniella, thank ya sudah undang gue malam ini ke acara ulang tahun lo. Ini kado dari gue, selamat ulang tahun," ucap Andra sambil memberikan paperbag berukuran sedang. Dari nama merek nya yang terkenal saja sudah dapat dipastikan harga nya mahal.
Daniella pun menerima hadiah itu dengan senyuman tipis nya. "Sama-sama, lo juga kan temen deket gue. Makasih juga buat kado nya," sahut nya.
Senyuman di bibir Andra terlihat luntur karena dirinya lagi-lagi hanya dianggap sebatas teman, tapi Ia berusaha tersenyum lagi karena tidak mau murung dan mengacaukan mood Daniella.
"Semoga lo suka ya kado nya, sebenarnya pesen itu agak susah karena harus pre order dari lama dan langsung dikirim dari luar negeri," kata Andra sambil mengusap tengkuk nya.
"Oh ya? Wah kayanya spesial deh, sekali lagi makasih ya. Apapun itu, pasti gue suka kok."
__ADS_1
Andra mengangguk senang mendengar pemberiannya sangat di hargai, Ia pun pamit pergi bergabung dengan teman geng nya untuk menikmati pesta juga. Namun pria itu tidak memperhatikan ekspresi Daniella pun yang dalam sekejap berubah.
"Cie-cie di kasih kado spesial dari Mas crush nih ye," goda salah satu temannya dan yang lain pun langsung bersiul ikut menggoda.
Daniella hanya menghela nafas sudah biasa mendapatkan itu. "Biasa saja ah," ucapnya bereaksi.
Ia lalu memberikan kado dari Andra itu pada pembantu yang sedang lewat, menyuruhnya menyatukan saja dengan kado lain di kamar nya. Tidak perlu di simpan di tempat berbeda, karena tidak ada spesial nya.
Teman-teman nya yang melihat reaksi Daniella pun hanya bisa menatap satu sama lain dengan gelengan kepala. Ya mereka pun sudah tahu jika Daniella memang tidak tertarik pada Andra, padahal pria itu disukai banyak murid perempuan di sekolah.
Bukankah seharusnya Daniella itu beruntung bisa disukai most wanted?
"Ekhem bentar ya gue ke kamar dulu ambil ponsel, lupa," pamit Daniella pada teman-teman nya.
Tidak, Ia hanya beralasan saja karena tadi tidak sengaja melihat seseorang yang dirindukan nya dari kejauhan. Saat melihat-lihat sekitar rumah nya, senyuman di bibir nya tidak bisa ditahan lagi mengetahui jika dirinya tidak salah lihat.
Dengan berjalan mengendap, Ia pun mendekati pria yang sepertinya sedang ber teleponan itu. Setelah dekat dan akan mengejutkannya, Daniella malah terpekik karena pria itu berbalik dan tersenyum menyeringai. Sepertinya sudah tahu rencananya.
"Hayoo kamu mau apa Daniella? Om sudah biasa ya dengan kejahilan kamu," katanya sambil mengangkat dagu sombong.
Daniella pun langsung mengerucutkan bibir agak kesal karena rencananya gagal. "Huh kenapa Om datengnya telat? Acara ulang tahunnya sudah setengah jalan!" ucapnya ketus tidak bisa menahan kesal.
Melihat wajah cemberut gadis muda di depannya, membuat pria itu tidak bisa menahan senyuman. Ia pun mengangkat dagu Daniella hingga membuat pandangan mereka pun bertemu.
"Hei maafin Om ya telat, tadi di jalan agak macet jadi gak bisa lihat pas acara berlangsung. Tapi kan yang penting Om dateng, kamu maafin gak?"
__ADS_1
Bibir Daniella teelihat berusaha menahan senyumannya, tiba-tiba Ia jadi terpikirkan sebuah ide. "Aku bakal maafin Om Kai kalau Om kasih aku kiss, gimana?" tantang nya.