Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 8


__ADS_3

"Cie-cie berangkatnya sama Mas crush, cocok deh kalian berdua!"


Baru saja masuk ke dalam kelas, Daniella sudah digoda teman-teman nya. Tetapi karena Ia sudah biasa, hanya menganggap angin lalu dan segera duduk di bangkunya. Mia yang duduk di depan pun membalikan badan,


"Mana nih katanya gak akan berangkat bareng dia lagi," sindir nya.


"Aduh habisnya terpaksa, hari senin cuy suka telat ke sekolah kalau pakai mobil. Lagian si Andra duluan yang nawarin, jadi kesempatan lah," jawab nya menjelaskan.


Mia terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, "Iya deh iya, si Andra tuh emang bucin banget sih sama lo."


Entahlah apa Andra itu sadar hanya dimanfaatkan Daniella atau tidak, tapi sepertinya tidak akan peduli juga karena sudah cinta. Laki-laki itu sudah menyukainya dari kelas sepuluh, dan sekarang masih menempeli saja.


Padahal masih banyak murid perempuan lain yang tidak kalah cantik juga.


"Ke lapang yuk, bentar lagi upacaranya mau dimulai," ajak Mia sambil beranjak dari duduk nya.


Daniella mengangguk, tidak lupa membawa topi sekolah nya karena tidak mau dihukum seperti waktu itu. Teman-teman yang lain pun ikut keluar kelas mendengar bel berbunyi. Hari ini Ia selamat lagi karena tidak terlambat.


Waktu berjalan dengan cepat, pelajaran pertama di hari senin tidak terlalu lama karena ada upacara. Saat mendengar bel istirahat berbunyi, semua pun bersorak senang dan segera ke kantin untuk mengisi perut keroncongan.


Begitu pun dengan Daniella dan Mia, dua orang itu selalu bersama jika di sekolah. Sebenarnya Daniella juga dekat dengan yang lain, hanya yang paling dekat ya dengan Mia. Setelah memesan makanan, langsung duduk di meja yang kosong.


"Ekhem boleh gabung gak?" tanya Andra yang tiba-tiba datang, ekspresi wajahnya terlihat gugup menunggu jawaban.


Mia terlebih dahulu menelan makannya. "Bukannya masih banyak meja yang kosong ya, terus dimana teman-teman lo juga?" tanyanya menunjuk.


"Em ada sih ngumpul di pojok, tapi gue pengennya makan bareng Daniella. Jadi gimana, boleh gabung gak?"


Mia hanya mengedikkan bahu lalu menatap sahabatnya itu karena yang menentukan Daniella. Sedang Ia melanjutkan makan lagi, walau tidak terlalu nafsu.

__ADS_1


Beralih pada Daniella, sebenarnya inginnya Ia tolak karena kalau ada Andra itu selalu tidak nyaman dan terus mencari perhatiannya. Tetapi karena tadi pagi sudah mengantar nya, jadi Ia balas saja sekarang.


"Ya gak papa, duduk aja," jawab Daniella.


Andra terlihat tersenyum lebar merasa senang, dan Ia malah memilih kursi yang bersebelahan dengan Daniella di banding Mia. Selanjutnya mereka pun melanjutkan makan, walau suasana nya tidak bisa sebebas tadi.


"Kamu sudah bayar belum makannya, kalau belum gak papa nanti sama aku aja barengan," tanya Andra pada Daniella.


"Sudah kok tadi sebelum di ambil, gak papa gak usah," jawab Daniella sambil tersenyum terpaksa. Mulai lagi deh, batin nya.


Melihat ada noda saus di sudut bibir Daniella, membuat fokus Andra jadi teralih. Ia pun memberitahu perempuan itu dengan mengkode, tapi karena noda nya masih ada membuatnya pun memutuskan akan membantu mengusap nya.


Hanya saja sebelum tangannya menyentuh bibir Daniell, seseorang dengan cepat menahan tangannya. Saat menoleh terlihat tatapan tidak suka Mia, dengan canggung Ia pun kembali menarik diri.


Mia terlihat mendengus kasar. "Gak usah kaya drama ftv deh, gak romantis!" ledek nya dengan tatapan sinis pada lelaki itu.


Selama makan itu, beberapa kali Mia menangkap basah Andra yang terus mencuri pandang pada Daniella. Memang sih si Andra itu menyukai sahabat nya, dan sikapnya itu tidak bisa disembunyikan sedikit pun.


"Oh iya Daniella, kalau boleh tahu nama Om kamu itu siapa?" tanya Andra membahas itu lagi. Ia hanya ingin mencari topik obrolan.


"Om yang mana nih, yang ganteng itu bukan? Kalau yang itu namanya Kai, dan Daniella itu sebenarnya--" Perkataan Mia terhenti karena Daniella yang terbatuk-batuk dengan keras.


Andra yang melihat itu jadi panik sendiri, sayangnya di sana tidak ada air mineral, hanya jus saja. Daniella lalu meminta pada pria itu untuk membelikan air minum beralasan tenggorokannya sakit tersedak makanan pedas.


Tidak menunggu waktu lama, Andra pun langsung menuruti permintaan Daniella. Beranjak dan berjalan cepat untuk membeli air mineral. Sialnya semua kedai saat itu terlihat penuh, maklum saja sedang jam istirahat.


Bruk!


"Aduhh Mama sakit!" jerit Mia saat mendapatkan tendangan di kaki nya, Ia meringis menahan sakit.

__ADS_1


Daniella memicingkan matanya pada sahabat nya itu, akan mengomeli. "Ih dasar kutu kupret, ember bocor. Hampir saja cerita itu!" kesal nya.


Mia terlihat menahan tawa lalu mengangkat kedua tangannya di udara dengan ekspresi pura-pura menyesal nya. "Hehe sorry deh, tapi bukannya bagus ya kalau si Andra itu tahu lo suka sama Om Kai. Biar dia gak ganggu lo terus," katanya.


"Benar juga," Batin Daniella setelah dipikirkan lagi.


Tetapi kepalanya langsung menggeleng karena memikirkan hal lain lagi jika sampai Andra tahu kalau dirinya menyukai Om nya sendiri yang usianya berbeda cukup jauh. Takutnya tersebar, karena Ia hanya cerita pada Mia saja yang dapat dipercaya.


Belum sempat Daniella membuka suara, Andra itu sudah kembali membuatnya menghembuskan nafas kasar. Pria itu memintanya segera minum, Ia pun dengan malas meminum sedikit air mineral yang dibeli itu.


Tadi tersedak hanya alasan saja, agar si Mia ember itu tidak cerita.


"Makasih ya Andra," ucap Daniella yang masih memiliki rasa terima kasih.


"Iya sama-sama, gimana sekarang tenggorokannya masih sakit gak?" tanya Andra yang ekspresi wajahnya masih terlihat khawatir.


Daniella menggeleng, "Sudah enggak sih, berkat minuman yang dikasih kamu."


Melihat Andra yang langsung menunduk sambil tersenyum-senyum, membuat Daniella berusaha menahan rasa mual karena tahu jika pria itu sedang salah tingkah. Bisa-bisa nya kondisi mereka terbalik.


Untungnya si Andra itu tidak lama di sana karena dipanggil teman-teman nya yang mengajak main basket. Tidak lupa pria itu pamitan pada keduanya, setelahnya beranjak pergi.


Daniella pun langsung menghadapkan tubuhnya ke depan, Mia yang ditatap dalam oleh sahabatnya itu dibuat bingung. "Ada apa?" tanyanya.


"Mia udah deh jujur aja, lo suka kan sama si Andra?" tanya Daniella dengan ekspresi serius.


"A-apa? Haha gak mungkin lah, kenapa juga gue suka sama dia?!" Mia langsung gelagapan saat ditanyai begitu, melihat Daniella yang malah tersenyum-senyum penuh maksud membuatnya langsung merengek dan terus membantah.


Ternyata Mia ketahuan!

__ADS_1


__ADS_2