Kekasih Istriku

Kekasih Istriku
bab 136


__ADS_3

Setelah asisten rumah tangga Kanaya pulang, Kanaya langsung menghampiri suaminya.


"Mas, tadi mbok kasih ini!" jelas Kanaya sembari memberikan barang-barang milik suaminya.


"Terimakasih, sayang!" ucap Andre lantas membuka bungkusan yang diberikan istrinya.


"Apa isinya, mas?"


"Ooh, ini barang-barang yang ada di dalam koper mas yang di kamar kamu. Ada dompet dan handphone mas juga!" jelas Andre yang langsung memeriksa handphonenya.


"Hhmmm."


"Wah, ada yang kirim foto-foto dan video nikahan kita kemarin, nih!"


"Mana, mas? Siapa yang kirim?"


Andre pun menunjukkannya pada Kanaya, "Ini. Alina yang kirim,"


Mereka sama-sama melihat videonya. Kanaya tersenyum-senyum.


"Kenapa?" tanya Andre heran.


Kanaya melirik suaminya sekilas, "Lihat pandangan mata mas saat aku datang setelah mas selesai mengucap ijab kabul!"


Andre pun fokus menatap layar hanphone. Dia pun tergelak, "Hahahaa, kok kamu perhatian banget, sayang!"


"Kenapa tertawa?"


"Mas malu-maluin, ya?"


"Nggak, kok. Aku suka melihat ekspresi mas!"


"Kamu suka?" tanya Andre seraya menatap lekat wajah istrinya.


Kanaya tersenyum malu, "Suka banget," lirihnya.


Andre mendekatkan wajah mereka berdua. Dia lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.


Hhh, Andre mengusap wajahnya perlahan lalu beranjak.


"Mas sholat dulu!" ucapnya lantas berlalu ke kamar mandi.


Kanaya melihat bingung ke arah suaminya. Mas kenapa, ya. Apa aku bau kok pergi setelah menciumku. Batin Kanaya sedih.


"Hhh, besok aku kuliah sajalah," gumamnya.


Setelah selesai sholat, Andre kembali duduk di sebelah istrinya.


"Kita tidur sekarang, ya? Besok mas mau kuliah!"


"Besok mas mau kuliah?" tanya Kanaya kaget.


Andre mengangguk, "Iya, mungkin sampai jam delapan malam. Paginya mas kerja!"


Wajah Kanaya berubah. Dia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur. Membalut tubuhnya dengan selimut.


Aahh, Andre menyusulnya.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Ngantuk. Tidur saja!" ucapnya ketus.


Hhh, Andre menarik nafasnya berat.


"Mas peluk ya tidurnya?"


"Nggak usah!"


Andre mengikuti Kanaya tidur di sampingnya sambil memeluk istrinya itu.

__ADS_1


"Satu minggu lagi mas akan di rumah seharian sama kamu. Mas Janji!" ucap Andre.


"Nggak usah janji-janji! Mas sepertinya terpaksa nikah sama aku. Atau mungkin mas sekarang baru merasa menyesal!" ucapnya dengan suara bergetar.


"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Andre heran.


"Nggak apa-apa, mas! Sekarang kita tidur saja. Aku sudah ngantuk."


Andre mengusap wajahnya kasar. Dia lalu terpaksa berkata jujur tentang apa yang dia rasakan. Mengapa dia berusaha menghindari istrinya walau itu sangat berat.


Wajah Kanaya berubah merah karena malu, "Hhmm, mas maafin aku, ya!"


"Nggak apa-apa, sayang. Yang penting kamu mengerti dan jangan pernah berpikir jelek. Mas tidak akan pernah menyesali keputusan apa pun yang sudah mas ambil!"


"Iya, mas. Maaf, aku sudah membuat mas menunggu."


"Tidak apa-apa, sayang. Mas mengerti. Kita tidur saja, yuk!" ajak Andre.


***


Keesokan harinya, Andre mengantar istrinya pulang ke rumahnya lalu dia pergi ke rumah sakit tempat dia bekerja.


Di rumah sakit, semua orang banyak yang kaget dengan pernikahannya yang tiba-tiba.


"Jadi benar, pasien yang mencoba bunuh diri itu jadi istri dokter?" tanya suster Siska kasar. Dia menghadang langkah kaki Andre yang baru saja sampai di rumah sakit.


"Suster?" tanya Andre kaget.


"Dokter tega! Dokter tahu bagaimana perasaan saya selama ini. Saya tunggu waktunya dokter melirik saya tapi dokter malah memilih wanita seperti itu."


"Hhh, maaf suster! Masalah hati nggak bisa di paksakan!" sahut Andre lantas meninggalkan suster lalu berjalan masuk ke ruang IGD.


"Wah, pengantin baru!" ucap dokter Feri.


Kebetulan yang mendapatkan undangan hanya dokter Wahyu. Itupun Andre memberitahukannya secara mendadak.


Andre mulai memakai pakaian kerja dan mengambil alat kerjanya.


Saat istirahat kerja, dia sengaja meminta istrinya untuk datang menemaninya makan siang.


"Pesan apa, sayang?" tanya Andre lembut.


"Aku samaan saja sama mas!" sahut Kanaya.


Andre pun memesan makanan mereka. Saat pesanan mereka sampai, mereka makan sambil sesekali saling menyuapi.


"Lagi, ya?" tanya Andre.


"Sudah mas, aku kenyang!" jawab Kanaya.


Setelah selesai makan siang, Kanaya pulang di antarkan oleh Andre ke rumahnya.


Selama hampir satu minggu, selalu Kanaya datang menemani suaminya untuk makan siang.


Malam ini Andre baru saja selesai kuliah. Dia buru-buru pulang ke rumah. Istrinya sudah menunggu di depan teras dengan wajah berseri-seri.


"Sayang, kamu seneng banget hari in?" tanya Andre seraya merangkul istrinya masuk ke kamar mereka.


Sampai di kamar, Kanaya langsung memeluk suaminya mesra. Tanpa malu dia mendongak lantas mencium mesra bibir suaminya.


Andre pun membalas menciumnya.


"Mas, aku-aku sudah selesai!" ucap Kanaya lantas menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Apa sayang? Kamu nggak bohong, kan?"


Kanaya mengangguk pelan.


"Mas mandi dulu, ya!" ucap Andre bersemangat.

__ADS_1


Kanaya mengangguk.


Andre pun pergi ke kamar mandi. Tidak sampai setengah jam, dia keluar dengan tubuh yang sudah segar. Aroma sabun menyeruak di dalam kamar.


Sedangkan Kanaya sudah berbaring di atas tempat tidur dengan berbalut selimut. Dia menatap suaminya mesra.


"Kamu sudah siap kan, sayang?" tanya Andre.


Kanaya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Andre lalu menyusul istrinya naik ke tempat tidur.


Dia menyibak selimut yang membungkus rapat tubuh istrinya itu. Betapa kagetnya dia saat melihat istrinya yang mengenakan pakaian tidur mini seperti saat di hotel.


"Sayang, kamu?"


Kanaya menutupi wajahnya dengan tangannya. Andre pun mendekati lalu melepaskan tangan Kanaya dari wajahnya.


Andre lantas mencium wajah istrinya mulai dari kepala, hingga ke bibirnya. Tangannya perlahan melepas apa yang menutupi tubuh istrinya hingga tak bersisa.


Andre pun mulai memberikan sentuhan-sentuhan cinta hingga istrinya terbuai dan terlena.


Setengah jam kemudian, "Sekarang ya, sayang?"


Kanaya mengangguk pelan. Dan walau dengan susah payah akhirnya Andre mendapatkan haknya malam ini. Jeritan tertahan keluar dari bibir istrinya membuat Andre makin semangat melalui malam pertama mereka.


Andre merebahkan diri di sebelah istrinya setelah selesai menyalurkan hasrat tertundanya. Lalu dia memeluk mesra istrinya itu.


"Sayang, terimakasih ya kamu sudah menjaga itu buat mas," bisik Andre.


Kanaya tersenyum malu. Terlihat begitu menggemaskan di mata Andre. Andre kembali memberikan sentuhan-sentuhan dan ciuman di tempat yang sudah terdapat banyak tanda cinta di sana.


"Kamu belum ngantuk kan, sayang?"


Kanaya mengangguk sambil menggit bibirnya.


Lagi. Andre menuntas kan hasratnya untuk yang kedua kali. Senyuman menghiasi bibirnya.


"Mas sayang kamu!" ucap Andre lembut.


"Aku juga sayang mas!" sahut Kanaya.


"Mas capek dan ngantuk. Kita tidur, yuk!" ajak Andre dengan tangan yang melingkar di perut istrinya. Menenggelamkan kepala istrinya di dada bidangnya.


"Cup! Selamat tidur, sayang! Mimpi indah, ya!" ucap Andre mesra.


"Selamat malam juga, mas!" sahut Kanaya lembut.


.


.


.


.


.


Selamat membaca. Maaf masih terdapat banyak typo. Jangan lupa dukungannya. Terimakasih😊


.


.


.


.


23.4

__ADS_1


__ADS_2