
Alya dan bayinya sudah di pindahkan ke ruang ranap biasa. Sekarang dia hanya berdua saja dengan suaminya yang sedang tertidur di ranjang yang satunya lagi. Ayah dan bundanya baru saja pulang untuk membersihkan diri dan juga mengambil perlengkapan bayi dan juga ibunya.
Jam menunjukkan pukul dua belas siang. Alya baru saja selesai memberikan ASI untuk bayinya. Dia pun hendak tidur karena sangat mengantuk.
Baru saja dia hendak memejamkan matanya, tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.
Tok tok tok.
Alya menoleh ke arah suaminya yang masih tertidur. Ingin membangunkannya tapi tidak tega. Tapi kalau dia yang membukakan pintu, dia masih kesulitan untuk berjalan.
Tok tok. Pintu kembali di ketuk.Tapi kemudian pintu terbuka dari luar.
Kakaknya, Andre yang datang.
"Mas Andre."
"Al, mas pikir kalian sedang tidur."
"Maaf nggak bisa bukain pintu. Mas Kevin tidur dari tadi."
"Iya, nggak apa-apa. Bagaimana keadaan kamu?"
"Masih lemes, mas. Aku lama kan kontraksinya," keluh Alya.
"Iya, perjuangan seorang ibu. In Sya Allah mendapatkan pahala. Yang penting sekarang sudah aman, kan."
Alya mengangguk, "Iya, mas."
"Ini mas bawain buah. Kamu makan, ya. Mas cuci dulu," ucap Andre.
"Hhmm, terimakasih, mas. Mbak Kanaya mas tinggal?"
"Kan ada bunda sama bibi juga. Nenek sesekali masih suka main ke kamar mas, kok."
"Iya, mas. Aku kapan bisa pulang, ya? Aku nggak betah lama-lama di rumah sakit."
"Mungkin besok pagi sudah boleh pulang kalau kamu dan bayimu sudah sehat."
"Hhmm, enak di rumah saja, mas."
"Hhmm, iya. Di rumah ramai dan bisa bergantian yang jagain. Kanaya saja di suruh maminya pulang ke rumahnya tidak mau. Di sana sepi. Ini buahnya, kamu makan dulu. Sebentar lagi makan siang di anterin," ucap Andre sembari mengulurkan buah apel yang sudah dua cuci.
"Terimakasih, mas," ucap Alya dan langsung memakan buahnya.
Tiba-tiba Kevin terbangun. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya. Kevin mengernyitkan dahinya saat melihat ada Andre di kamar.
"Dre," sapa Kevin.
"Hei, bangun!"
"Ah, ngantuk banget aku. Semalam nggak tidur langsung ke rumah sakit," keluh Kevin.
"Ah begadang nungguin anak lahir satu malam saja mengeluh. Sebelum dia jadi, tiap malam begadang ya nggak mengeluh," ejek Andre.
"Aahh, kamu juga gitu. Setiap malam tempurnya!" Kevin balas mengejek.
Wajah Alya memerah mendengar obrolan dua orang laki-laki terdekatnya itu.
"Hahaa, tapi aku semangat jagain bayiku."
"Aku ngantuk banget tahu. Dari luar kota itu memang belum sempat tidur."
"Makanya mandi biar segar," titah Andre.
"Aku nggak ada pakaian ganti, nih."
"Pulang dulu sana! Biar aku yang jagain Alya dan bayinya."
__ADS_1
"Ayah sama bunda nanti ke sini lagi bawa pakaian ganti kita, mas."
Saat mereka sedang asik mengobrol, terdengar lagi suara ketukan di pintu. Andre berjalan kearah pintu lalu membukanya.
"Hhmm, bu," ucap Andre pelan.
"Assalammu'alaikum," ucap Lisa dan David hampir berbarengan.
"Wa'alaikumsalam. Silahkan masuk, bu," ajak Andre.
Lisa dan David lalu masuk ke kamar ranap Alya. Di tangan Lisa ada sebuah bingkisan kecil. Lisa langsung memeluk putrinya.
"Sayang, selamat, ya. Kamu sudah jadi seorang ibu," ucap Lisa.
"Alya, selamat, ya," ucap David, "Kevin, selamat, ya," imbuhnya.
"Terimakasih, yah," sahut Kevin.
"Boleh ibu gendong bayi kamu?" tanya Lisa.
"Tentu saja boleh, bu," sahut Alya.
Lisa lalu menggendong cucunya penuh kasih sayang.
"Oh, iya. Namanya sudah ada, Al?" tanya Lisa.
Alya menoleh ke arah suaminya, "Mas Kevin,"
Kevin gelagapa, "Hhmm, namanya?"
"Aku saja ya yang kasih nama kalau kalian nggak tahu," ucap Andre.
"Eh, jangan donk!" protes Kevin.
"Ya kamu di tanyain nama kok bingung."
"Keanu?" tanya Andre.
"Iya, Keanu. Bagus, kan?"
"Hhh, lumayan."
"Ah, kamu. Namanya bagus gitu. Keren lagi. Nanti dia jadi laki-laki keren yang jadi idaman banyak wanita! Seperti papanya!"
Andre mencebik, "Memangnya kamu idaman banyak wanita? Idaman adikku saja," sahut Andre.
"Ah, dasar kamu."
"Jadi namanya Keanu?" tanya Lisa.
"Iya, bu."
"Bagus, kok."
"Pasti, bu. Keren sekeren orangnya.
"Hhmm," Andre masih mencebik.
Alya senyum-senyum saja melihat suami dan kakaknya.
***
Malam hari semua orang sudah pulang. Tinggal Alya dan Kevin saja. Mereka baru saja hendak tidur, tiba-tiba bayi Keano menangis.
Alya perlahan turun dari ranjang lalu mengambip bayinya di dalam box bayi.
"Kamu laper ya sayang?"
__ADS_1
Alya lalu memberikan ASI untuk bayinya sembari menimang-nimangnya.
"ASInya lancar, yank?"
"Iya, mas. Malam ini makin banyak karena tadi bunda bawain jamu bikinan nenek."
"Jamu? Kamu suka juga minum jamu?"
"Ya nggak suka sih tapi itu jamu untuk memperlancar ASI. Jadi mau tidak mau. Lagipula kata nenek, supaya aku tidak pucat dan mengembalikan tenagaku juga."
"Oh gitu. Hhmm, mas tidur duluan, ya," ucap Kevin yang langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur khusus untuk yang menjaga pasien.
Setelah bayinya kenyang, Alya kembali menidurkan bayinya di box bayi. Alya kembali hendak tidur.
**
Pagi harinya Alya sudah mau pulang dari rumah sakit. Santi sedang membereskan barang-barangnya dan juga punya bayinya. Alya sedang memberikan ASI untuk bayinya.
"Suami kamu kok lama ke administrasinya, nak?" tanya Santi.
"Iya, bun. Aku sudah pingin cepet pulang, nih."
"Hhmm, antri mungkin, ya."
Setengah jam kemudian, Kevin baru datang dengan membawa surat keterangan kelahiran bayinya.
"Ini, mas nunggu suratnya dulu. Sudah siap?" tanya Kevin.
"Sudah siap dari tadi, mas," jawab Alya.
"Oh ini barangnya, ya. Biar aku yang bawa, bun," ucap Kevin lantas membawa tas besar yang berisi barang-barang bayinya. Bayi Keanu di gendong Santi. Dengan bantuan kursi roda, Alya di dorong suster untuk sampai di parkiran.
Dengan sangat hati-hati, Kevin membantu Alya naik ke mobil. Kevin pun melajukan mobilnya ke arah rumah.
Tidak sampai setengah jam, mereka sampai di rumah. Di rumah hanya ada bibi, nenek dan Kanaya saja.
Alya yang kamarnya berada di atas terpaksa tidur di kamar nenek untuk sementara waktu karena dia masih takut untuk melangkahkan kakinya di tangga.
"Nggak apa-apa kan mas kita sementara saja di kamar nenek. Nanti nenek tidur di kamar Annisa atau Alina," ucap Alya saat mereka baru saja sampai.
"Tapi nenek nggak marah, sayang?"
"Nenek yang suruh. Nenek takut nanti jahitanku kebuka."
"Oh, ya sudah kalau nenek yang suruh."
"Mumpung Keano sedang tidur, aku juga mau tidur, mas. Hooaamm!"
"Iya, sayang. Mas juga mau tidur."
"Hhmm."
"Ngantuk, yank."
"Iya-iya."
Kevin lalu ikut berbaring di sebelah istrinya.
Maaf author lama up. authornya sedang ada sesuatu. Terimakasih sudah membaca karya recehan author ini. 😊
.
.
.
.
__ADS_1
10