Kekasih Istriku

Kekasih Istriku
Akhir yang membahagiakan


__ADS_3

4 tahun kemudian Anisa dan Alina sama-sama sedang merayakan hari wisuda mereka. Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua keluarga tak terkecuali oleh Darren. Karena pada hari ini, Anisa berjanji setelah lulus kuliah dia akan siap untuk menerima lamaran dari Darren, sedangkan Alina yang memang sebenarnya belum memiliki pasangan tak lepas dari aura bahagia karena ternyata ada seseorang yang khusus datang untuk menjadi pendampingnya di hari wisuda ini. Dia adalah Ferry, teman kerja kakaknya Andre yang adalah seorang dokter di sebuah rumah sakit terkenal di kotanya.


Aura bahagia menyelimuti semua keluarga. Setelah selesai acara wisuda, Anto mengajak keluarganya untuk makan siang di sebuah restoran mewah. Alya yang sudah memiliki dua orang putra dan putri tampak kewalahan menjaga anak-anak mereka karena si bungsu yang sedang aktif-aktifnya itu tidak pernah mau duduk diam. Dia berlari kesana kemari sehingga papanya, Kevin turut membantu menjaga putrinya itu.


***


Beberapa minggu kemudian, hari pernikahan si kembar. Darren sudah melamar Annisa dan Ferry pun sudah melamar Alina. Anto dan Santi menyerahkan semua keputusan pada kedua putri kembar mereka. Hingga semua memutuskan untuk mengadakan pernikahan untuk si kembar di waktu yang sama.


Alina dan Annisa sedang menunggu di kamar mereka masing-masing. Kedua gadis kembar itu sudah memakai kebaya pengantin. Mereka tampak semakin cantik. Sementara mempelai pengantin pria, Darren dan Ferry berada di ruangan yang akan di jadikan sebagai tempat di adakannya akad nikah.


Bergantian, Darren dan Farry mengucapkan ikrar akad dengan Anto sebagai wali nikah dari kedua putri kembarnya. Setelah selesai, kedua pengantin wanita menghampiri pengantin pria. Annisa duduk di sebelah Darren sedangkan Alina duduk di sebelah Ferry.


Acara akad nikah pun berlangsung khidmat. Setelah selesai semua, kedua pasang pengantin bergantian sungkem kepada kedua orang tua mereka. Setelah itu, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu undangan memberikan ucapan selamat. Tak banyak tamu undangan saat akad nikah mereka.


Malam harinya, di adakan acara resepsi di sebuah hotel berbintang. Acara pun berlangsung dengan meriah dengan di hadiri keluarga besar dari kedua pasangan pengantin. Tak lupa mengundang teman dan kenalan mereka. Hingga tamu yang hadir pun sangat banyak.


***


Saat ini, Annisa sedang berada di kamar sebuah hotel di mana di adakannya resepsi. Gadis yang baru saja melepas masa lajangnya itu sedang melepaskan semua aksesoris yang melekat di tubuhnya. Setelah acara resepsi selesai, dia dan Alina memang akan menghabiskan malam pertama mereka di kamar hotel.


Di dalam kamar mandi, Darren sedang membersihkan tubuhnya. Tak berselang lama, Darren pun keluar dengan mengenakan handuk kimono.


"Sayang, apa ada yang bisa kakak bantu?" tanya Darren saat melihat wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu kesulitan membuka resleting pakaian pengantinnya. Dia sudah berdiri di belakang Annisa.


Annisa reflek menoleh, "Kak Darren. . ." sahutnya gugup.

__ADS_1


"Hhmm, kakak bantu, ya?" bisik Darren tepat di telinga Annisa hingga membuat dirinya merinding. Tanpa menunggu jawaban dari istrinya itu, Darren langsung membantu membukakan resleting pakaian pengantin yang Annisa kenakan.


"Hhmm, a-aku mau mandi dulu, kak," ucap Annisa dengan wajah yang sudah merona merah saat pandangan mereka bertemu. Jantungnya pun berdetak kencang.


Darren tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Annisa pun buru-buru masuk ke kamar mandi lalu menutup pintunya rapat-rapat.


"Duuhh, deg-degan banget. Apa Alina juga sama, ya," gumamnya seraya bersandar di pintu kamar mandi.


Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam, Annisa keluar dari kamar mandi. Dan betapa kagetnya dia ternyata Darren sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tatapan yang membuat jantung Annisa hampir melompat.


"Kak Darren. . ." ucapnya kaget.


"Lama banget mandinya. . ." sahut Darren setengah berbisik dan tiba-tiba dia langsung menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke atas tempat tidur yang sudah bertabur kelopak bunga mawar merah.


***


"Sayang, apa kamu capek?" tanya Ferry lembut seraya menatap istrinya mesra.


Mendapatkan tatapan seperti itu, wajah Alina langsung merona merah. Dia lalu menunduk dengan kepala menggeleng ke kiri dan ke kanan.


"Jadi kamu tidak capek?"


Alina menganggukkan kepalanya pelan tanpa membalas tatapan suaminya.


"Aakkhhh...!" jerit Alina karena tiba-tiba Ferry langsung membopong tubuh mungil istrinya lalu membawanya ke atas tempat tidur empuk yang juga sudah bertabur kelopak bunga mawar merah.

__ADS_1


***


Akhirnya, kebahagiaan kini menyelimuti keluarga Anto. Dendam masalalu sudah tidak ada lagi. Semua sudah bahagia dengan pasangan halal masing-masing.


Pria itu menatap langit-langit malam yang bertabur bintang di balkon lantai atas rumahnya. Ada senyum menyungging di bibirnya.


"Alhamdulillah, semua anak-anakku sudah mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing.. ."


"Mas. . ." tiba-tiba sang istri tercinta memeluknya dari belakang.


Anto menoleh. Mereka saling melempar tatapan mesra.


"Terimakasih ya, sayang," ucap Anto lembut.


"Terimakasih untuk apa, mas?" Santi dengan dahi berkerut.


"Terimakasih untuk kebahagiaan yang kamu berikan untuk mas dan anak-anak."


"Mas, mas juga sudah memberikan kebahagiaan untuk aku. Sudah menemani hari-hari sepiku."


Mereka saling tersenyum dengan tatapan yang saling mengunci.


Selesai.


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2