Kekasih Istriku

Kekasih Istriku
bab 36


__ADS_3

Aku berencana untuk mengenalkan mbak Santi dengan ibu dan adikku. Karena aku bekerja satu minggu full jadi pada hari jumat,mbak Santi berencana membuka minimarketnya setengah hari saja. Sebelum salat jumat aku segera menutup minimarket lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat jumat. Setelah itu aku pergi ke rumah mbak Santi.


Saat aku sampai di rumahnya,mbak Santi sudah menungguku di depan teras.


"Mbak,sudah lama nunggu?" tanyaku.


Dia menggelang, "Saya baru saja duduk di sini. Mas baru selesai sholat jumat,ya?"


Aku mengangguk, "Iya,mbak."


"Mas sudah makan?"


"Belum,mbak. Nanti saja di rumah ibu saya."


"Makan di sini saja,mas. Saya juga belum makan," ajaknya.


Aku tidak enak menolaknya, "Hhmm,baiklah mbak!" sahutku.


Mbak Santi lalu mengajakku masuk ke rumahnya lalu menuju ruang makan.


"Silahkan duduk,mas!"


Aku mengangguk.


Tak lama kemudian,bibi datang membawa aneka masakan lalu menghidangkannya di atas meja makan. Semua menu masakan yang lezat dan tentu saja mahal. Mbak Santi lalu mengambilkan nasi,lauk dan sayur untukku.


"Silahkan makan,mas!" ucap mbak Santi.


"Terimakasih,mbak!" sahutku.


Kami lalu makan dalam diam. Sesekali kami saling lirik. Aku lihat mbak Santi makannya pelan sekali. Setelah selesai makan,kami lalu keluar rumah.


"Mas yang nyetir,ya?" pinta mbak Santi seraya menyodorkan kunci mobil padaku.


Aku mengangguk lalu mengambil kunci mobil di tangannya, "Baiklah,mbak!" sahutku.


Kami lalu pergi ke rumahku dengan mengendarai mobil mbak Santi sementara sepeda motorku aku tinggal di sana.


Anakku yang sudah menunggu di rumah neneknya begitu riang menyambut kedatanganku dengan calon ibu sambung mereka.


"Ayo,silahkan masuk,mbak!" ajakku lalu mengenalkan mbak Santi dengan ibu dan adikku.


Mbak Santi orangnya ramah dan sopan sepertinya ibu dan adikku Aminah menyukainya. Baru beberapa menit saja mengobrol,mereka sudah terlihat akrab.


"Jadi rencananya kapan?" tanya ibu pada mbak Santi. Mbak Santi hanya tersenyum malu sambil melirik ke arahku. Mungkin dia minta aku menjawab pertanyaan ibu.


"Aku belum membicarakannya,bu!" jawabku.


"Nggak perlu menunggu lama,kalian sudah sama-sama dewasa!" ucap ibu.


"Iya,mungkin dalam bulan ini bu. Cuma hari dan tanggalnya aku belum tahu!" jawabku. Mbak Santi menatapku dengan tersenyum. Sepertinya dia pun sudah tidak sabar ingin segera menikah denganku


"Ayah,jadi kapan menikah sama tante Santi?" tanya Alya yang langsung duduk di pangkuanku.

__ADS_1


"Ayah cari waktu yang baik dulu,ya!" jawabku.


"Oh,iya. Bagaimana kalau sekarang kita pergi jalan-jalan!" ajak mbak Santi.


"Mau tante,jalan-jalan ke Mall!" seru Alya.


"Apa kondisi mbak Santi fit untuk jalan-jalan ke Mall?" tanyaku.


Dia lalu mengangguk, "Insyaallah mas,asal jangan terlalu lama saja," jawabnya.


"Baiklah kalau begitu kita pergi ke Mall yang dekat sini saja,ya!" ucapku.


"Iya,mas!" jawab mbak Santi.


Setelah semua siap,kami lalu keluar rumah. Tiba-tiba di depan pintu pagar,ada Lisa yang baru saja sampai. Aku lihat perut Lisa sudah tidak lagi besar,mungkin dia sudah melahirkan. Batinku. Tapi untuk apa wanita itu datang ke sini?


Kami semua lalu diam di depan pintu,mbak Santi menatapku dengan wajah heran.


"Ibu!" seru Alya tiba-tiba lalu berjalan mendekati ibunya.


Lisa pun mendekati Alya dan langsung memeluk putriku itu, "Ibu kangen sama Alya!" serunya.


Melihat itu,Andre lalu menghampiri Alya. Tiba-tiba tangan Alya ditarik oleh Andre,"Dek,ayo! Kita kan mau jalan-jalan sama tante!" ucap Andre.


Lisa menatapku dengan tajam, "Maaf,kami mau pergi!" tegasku.


Aku lalu menggendong Alya,mengajaknya naik ke mobil. Yang lain mengikutiku dari belakang.


"Kalian mau kemana? Aku ingin menjenguk anak-anakku!" ucap Lisa dengan nada tinggi sehingga membuat mbak Santi yang berjalan di sebelahku menghentikan langkahnya.


Setelah semua naik ke mobil,aku mendekati Lisa dengan jarak satu meter, "Maaf,kita mau pergi!"


"Kamu jangan memisahkan aku dan anak-anakku! Aku ini ibunya!"


Tiba-tiba Andre membuka pintu mobil, "Ayah,ayo kita pergi sekarang."


Aku lalu menoleh ke arah Andre, "Iya,nak. Tunggulah."


Aku kembali menoleh kearah Lisa, "Maaf,kami hendak pergi. Lain kali saja datangnya!" ucapku dan segera berlalu dari hadapannya.


Bisa aku lihat wajah wanita itu memerah menahan marah. Aku bergegas naik ke mobil dan menyalakan mesin mobil. Aku menoleh kearah mbak Santi yang duduk disebelahku bersama Alya. Dia diam saja,pandangannya lurus ke depan tanpa mau menoleh ke arahku.


Apa yang dipikirkannya saat ini aku tidak tahu. Tapi untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan apa-apa padanya. Yang pasti dia sudah tahu kalau aku dan ibunya anak-anak sudah bercerai.


Hanya lima belas menit saja kami sampai di Mall. Kedua anakku juga keponakanku begitu gembira saat kami baru memasuki halaman parkir. Mbak Santi lalu mengajak kami mampir ke toko pakaian. Dia memilihkan pakaian untuk ibu dan adikku juga Alya,Andre dan Lani.


Setelah memborong beberapa pakaian,mbak Santi lalu mengajak kami ke arena main anak-anak. Anak-anak sibuk mencari permainan mereka masing-masing dengan di temani ibu dan adikku.


Aku lihat mbak Santi sepertinya sudah kelelahan lalu aku mengajaknya duduk di bangku yang ada di sana.


"Kita duduk di sana,yuk!" tunjukku ke sebuah bangku yang ada di luar arena bermain.


Aku dan mbak Santi lalu duduk di sana.

__ADS_1


"Capek,ya?" tanyaku padanya.


Dia hanya diam. Sejak kami sampai ke Mall ini,aku perhatikan mbak Santi jadi lebih pendiam. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya.


"Dia cantik!" ucap mbak Santi tiba-tiba sambil menoleh ke arah lain.


"Semua wanita itu cantik!" sahutku.


Dia tersenyum getir lalu menyilangkan kedua tangannya di bahu,seperti orang yang sedang kedinginan.


"Mbak kedinginan?" tanyaku setelah beberapa saat dia diam saja.


Dia menganggukkan kepala.


"Apa kita pulang saja?" tanyaku.


Dia menggeleng, "Nanti saja,sepertinya anak-anak masih asik bermain," tolaknya halus.


Satu jam berlalu,dia masih dengan sikap diamnya. Tiba-tiba Alya berlarian ke arah kami.


"Ayah,aku capek!" keluhnya lalu naik ke pangkuanku.


"Mau pulang?" tawarku.


Alya langsung mengangguk, "Iya,yah. Aku juga haus!" keluhnya lagi.


"Ayah belikan minuman,ya?"


"Iya,yah."


"Kamu tunggu di sini sama tante,ya. Ayah cari minuman dulu untuk kalian!"


"Iya,yah!" sahut Alya.


Aku lalu menoleh ke arah mbak Santi.


"Saya cari minuman dulu,ya!" pamitku yang di berikan anggukan oleh mbak Santi tanpa menoleh ke arahku.


Aku segera mencari minuman di dekat area bermain. Setelah dapat,gegas aku kembali ke tempat mbak Santi dan Alya duduk. Ternyata semua keluargaku sudah berkumpul di sana.


"Ini minumannya!" ucapku seraya menyerahkan masing-masing satu botol minuman.


Tak lama kemudian kami pulang ke rumah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


09


__ADS_2