Kekasih Istriku

Kekasih Istriku
bab 39


__ADS_3

Pov Lisa


Sidang perceraian kami tiba. Aku pikir aku pasti akan mendapatkan hak asuh atas anakku Alya. Tapi,aku salah. Ternyata mas Anto memberikan bukti tentang perselingkuhanku dengan mas David.


Aku sangat malu dibuatnya di persidangan. Aku jadi makin membencinya. Walau terkadang aku masih merasakan rindu tapi rasa benci ku lebih besar daripada rasa cintaku padanya.


Ternyata selama ini dia sering mengikutiku untuk mendapatkan bukti perselingkuhanku. Akhirnya dia yang bisa mendapatkan hak asuh atas putriku dan aku tentu saja gagal mendapatkan jatah bulanan untuk Alya.


Sejak aku dan mas Anto bercerai,aku dan mas David makin sering bertemu. Bahkan aku sampai hamil lima minggu. Awalnya mas David tidak mau mengakui kalau itu anaknya.


"Apa kamu yakin kalau itu anakku? Bisa saja kan itu adalah anak mantan suamimu!" bantah mas David.


"Apa kamu bilang,mas? Aku sama mas Anto sudah lama berpisah!" ucapku emosi.


Aku sungguh sakit hati dan marah karena sejak berhubungan dengannya,aku sudah tidak pernah lagi disentuh oleh mas Anto. Lagipula aku dan mas Anto sudah beberapa bulan tidak bertemu.


"Ya mana aku tahu!"


"Mas! Jadi kamu nggak mau mengakui anak ini?" tanyaku lagi dengan suara tinggi.


Dia hanya diam saja.


"Baiklah,lebih baik aku gugurkan saja! Dan kamu jangan pernah temui aku lagi!" ancamku.


Padahal aku menyesal setelah mengucapkan itu. Bagaimana jika dia benar-benar tidak mau lagi bertemu denganku? Apa aku harus benar-benar menggugurkan kandunganku. Aku sungguh stres dan sedih. Aku lalu pura-pura pergi dari hadapannya dengan berurai airmata. Semoga saja dia mencegah aku pergi.


Setelah beberapa langkah,tiba-tiba ada yang menarik tanganku.


"Lis. . ." ucapnya lembut lalu menarikku dalam pelukannya.


"Lepasin! Biarkan aku pergi!" tolakku. Padahal aku hanya pura-pura. Dalam hatiku tertawa bahagia.

__ADS_1


"Maafkan aku. Aku hanya sedang pusing,eh kamu malah nambahin masalah saja dengan kehamilanmu."


Aku melepaskan pelukannya, "Ya sudah kalau kehamilanku menambah masalah kamu. Biarkan aku pergi! Kamu pulang saja sana ke istri kamu!"


"Lis! Maafkan,aku! Tolong jangan pergi!" ucapnya memohon.


"Aku akan memaafkan kamu tapi dengan syarat!"


"Syarat apa?"


"Nikahi aku segera! Aku tidak mau malu karena perutku yang makin membuncit!" todongku.


Dengan kehamilanku ini tentu saja aku akan terus mendesak mas David untuk segera menikahiku. Bukankah dia memang berjanji akan menikahiku jika aku sudah bercerai. Aku tidak ingin orang tahu tentang kehamilanku karena aku sudah bercerai dengan mas Anto.


Satu bulan kemudian tepatnya dua bulan lebih kehamilanku,mas David akhirnya mau menikahiku walau secara siri. Biarlah untuk saat ini aku hanya di nikahi secara siri. Nanti aku akan membuat mas David menceraikan istrinya supaya aku bisa menikah secara resmi dengannya. Aku tidak sebodoh itu. Aku tidak ingin selamanya hanya berstatus sebagai istri siri.


Dan yang tidak aku sangka ternyata mas Anto datang ke pernikahanku dengan membawa serta Alya dan Andre. Kedua anakku itu terlihat sangat sedih,aku sungguh tidak tega melihatnya tapi mau bagaimana lagi.


Setelah nikah,mas David memintaku tinggal di rumahnya bersama istri pertamanya. Sebenarnya aku masih ingin tinggal di kosan saja tapi mas David tidak mau membayar jadi aku terpaksa tinggal satu rumah dengan istri pertamanya.


Entahlah aku benci banget melihat istri pertamanya itu. Apalagi anaknya nangis terus seolah sengaja meminta perhatian dari mas David. Tentu saja aku tidak terima. Aku ingin memiliki mas David seutuhnya. Jadi milikku sendiri. Karena itu aku berusaha untuk membuat mas David membenci istrinya hingga mau menceraikannya.


"Mas,sepertinya si Melly itu nggak suka deh aku tinggal di rumah ini. Aku di anggapnya hanya benalu saja."


"Ah itu hanya perasaan kamu saja!"


"Beneran,mas! Kalau mas nggak ada,dia itu kerjanya marah-marah terus!" ucapku bohong. Tentu saja supaya mas David membenci istri pertamanya itu.


Sebenarnya aku kasihan juga dengan si Melly yang sering di omelin sama mas David gara-gara aku tapi aku sudah terlanjur masuk dalam kehidupan mereka dan aku tidak ingin berbagi suami. Itu juga kan awalnya mas David yang menggodaku lebih dulu sampai mas Anto menceraikanku. Jadi aku juga ingin mas David menceraikan si Melly.


Melly yang terus-terusan aku pojokkan akhirnya menyerah. Tiga bulan kami tinggal bersama akhirnya dia meminta cerai juga. Tentu saja aku sangat senang tapi mas David tidak mau menceraikannya karena walaupun dia sudah tidak mencintai istrinya dia masih sayang dengan anak semata wayang mereka. Karena anak itu di dapat setelah pernikahan mereka yang kelima tahun. Tentu saja itu adalah anak yang sangat diharapkan oleh mas David.

__ADS_1


Mas David bilang seandainya mereka bercerai,dia ingin mendapatkan hak asuh atas anaknya. Sebenarnya aku tidak suka,aku tidak mau merawat anak mas David tapi ternyata karena anaknya mas David masih balita akhirnya hak asuh tentu saja ada di tangan ibunya. Dan sekali lagi aku sangat senang akhirnya wanita itu pergi dari rumah mas David.


Sekarang tinggal aku berdua saja dengan mas David. Tapi ternyata berdua saja dengan mas David membuatku lelah karena aku harus mengurusi semua kebutuhannya.


Mencuci,membereskan rumah,memasak. Benar-benar capek. Padahal dulu aku tidak pernah mengerjakan apa-apa semua urusan rumah dikerjakan oleh si Melly. Tapi ya sudahlah daripada mereka tidak bercerai lebih baik seperti ini.


Kehamilanku kali ini membuat tubuhku mudah lelah,dan rasanya ingin tiduran terus seharian dan membuat aku malas-malasan mengurus rumah dan mengurus mas David. Dia jadi sering kesal dan marah-marah karena rumah berantakan dan aku sering telat bangun.


Ternyata mas David itu orangnya tidak sabaran seperti mas Anto. Mas Anto tidak pernah marah melihatku santai bahkan dia selalu membantuku mengerjakan pekerjaan rumah. Sedangkan mas David sedikitpun tidak mau membantuku bahkan hanya untuk membereskan tempat tidur setelah dia bangun pun dia tidak mau. Semua harus aku yang mengerjakan membuat kami jadi makin sering bertengkar.


Hari itu entah kenapa aku ingin sekali beli makanan di minimarket. Saat kami baru saja keluar dari minimarket,aku melihat anak-anak dan ayahnya baru saja turun dari sepeda motor. Itu punya mas Anto? Aahh tidak mungkin. Batinku.


Sepeda motor itu masih terlihat lumayan bagus,aku pikir dia pinjam ternyata putriku Alya bilang kalau ayahnya baru saja beli. Dan putriku itu tidak mungkin berbohong.


Setelah mas David membuat mas Anto di pecat,aku pikir hidupnya akan makin susah karena untuk mencari pekerjaan baru tentunya akan sangat sulit bagi seseorang yang hanya lulusan SMP. Tapi ternyata aku salah besar.


"Mas,kok dia bisa beli sepeda motor ya? Padahal kan sudah nggak kerja?" tanyaku pada mas David.


"Entahlah Lisa aku nggak tahu bukan urusanku!" jawab mas David ketus bikin aku makin kesal saja.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


12


__ADS_2