
Akhirnya, Alina dan Annisa pun lulus sekolah. Itu artinya mereka akan meninggalkan masa putih abu-abunya. Mereka sudah berencana mengambil kuliah sesuai keinginan mereka masing-masing.
Saat ini mereka sedang ditemani bundanya pergi ke salon langganan bundanya. Karena hari ini adalah hari perpisahan sekolahnya. Mereka mengenakan kebaya modern berwarna pink muda. Wajah mereka yang cantik terlihat makin cantik dengan make up yang natural.
"Putri-putri bunda cantik-cantik banget," puji bundanya sembari menoleh ke arah putri-putrinya satu persatu. Alina dan Annisa tersenyum malu sembari menundukkan kepalanya.
Setelah selesai di rias, mereka pun kembali pulang ke rumah. Mereka akan berangkat bersama-sama ke tempat acara perpisahan bersama keluarganya.
Tak berapa lama mereka sudah sampai ke rumah. Karena jarak antara salon dan rumah hanya sepuluh menit saja dengan mengendarai mobil. Sampai di rumah, semua orang sudah siap dan mereka kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah Alina dan Annisa di mana acara perpisahan diadakan.
Satu jam kemudian mereka pun tiba di sekolah si kembar. Teman-teman mereka sudah banyak yang datang bersama orang tua mereka masing-masing. Teman-temannya terlihat cantik-cantik mengenakan kebaya bagi perempuan dan untuk jas bagi laki-laki.
Perpisahan sekolah adalah masa yang dinanti-nantikan oleh Alina dan juga Annisa dan juga semua teman sekolahnya. Ada rasa sedih, bahagia dan terharu meninggalkan masa sekolah SMA mereka.
Panggung yang besar di dekor begitu mewah. Para orang tua siswa dan siswi datang untuk merayakan hari perpisahan anak-anak mereka yang menempuh pendidikan sekolah selama tiga tahun di SMA.
Para orang tua duduk di dekat anak-anak mereka. Annisa melihat Darren baru saja datang. Kekasih hatinya itu terlihat begitu tampan. Annisa terlihat malu-malu.
Setelah dirasa semua orang sudah berkumpul di dalam gedung, pak Dani selaku kepala sekolah maju naik ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan. Semua orang fokus mendengarkan kata sambutan dari pak Dani
Semua orang terharu. Ada yang tersenyum bahkan menangis mengingat masa-masa sekolah mereka yang sudah di lewati selama tiga tahun ini.
Begitu banyak yang mereka lewati baik suka maupun duka. Bersama teman satu angkatan berbagi cerita, canda dan tawa. Masa sekolah SMA yang begitu indah akan berakhir. Masa-masa sekolah adalah masa yang paling indah dan tak akan bisa terulang.
Setelah acara inti selesai. Waktunya acara hiburan. Pihak sekolah mengundang band lokal untuk mengisi acara. Anak-anak yang ingin menyumbangkan lagu atau hiburan lain pun di persilahkan maju ke depan.
Setelah semua acara selesai, mereka semua saling bersalaman dengan teman satu angkatan dan saling mengucapkan selamat serta kata perpisahan.
Di momen perpisahan ini, Alina dan Annisa juga teman-temannya banyak mengambil foto untuk diabadikan dan di-upload ke media sosial mereka masing-masing.
"Alin, kita foto berdua yuk!" ajak Annisa.
"Oke," jawab Alina antusias.
Tiba-tiba Darren datang, "Biar aku yang fotoin kalian!" ucapnya lantas langsung mengambil foto Alina dan Annisamenggunakan kamera dari handphonenya sendiri membuat Annisa jadi tidak fokus
Setelah Darren berhasil mengambil beberapa foto Alina dan Annisa, tiba-tiba Alina nyeletuk, "Sekarang gantian Annisa foto sama Darren, yah. Ayo cepet aku fotoin!" ucap Alina membuat Annisa kaget dan tidak enak hati menolak. Dan langsung saja tanpa menunggu persetujuan dari Annisa, gadis itu mengambil foto saudara kembarnya itu bersama Darren. Annisa terlihat malu-malu. Wajahnya memerah.
"Senyum dong, Nis!" titah Alina.
Annisa pun mau tidak mau memaksakan untuk tersenyum ke arah kamera.
Setelah selesai berfoto, Darren langsung sedikit menjauh karena banyak teman-teman Alina dan Annisa mengajak saudara kembar itu untuk berfoto.
"Alin, Annis, foto yuk!" ajak teman-temannya yang lain.
Ada banyak temannya yang mengajak saudara kembar itu berfoto, terutama teman laki-lakinya. Mereka tidak enak hati menolak karena mereka beralasan untuk kenang-kenangan. Kapan lagi bisa foto-foto.
Setelah sebagian teman-temannya pulang, Alina dan Annisa gegas menyusul keluarganya di tempat parkir mobil. Mereka sudah merasa lelah dan ingin cepat pulang. Vani dan Vano pun entah sudah pulang atau belum karena mereka semua sibuk berfoto.
"Lama banget foto-fotonya, dek. Sampai Darren pamit pulang duluan karena ada kuliah," ucap ayahnya.
__ADS_1
"Sekarang mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tawar bundanya.
"Jalan-jalan, bun," sahut Alina.
"Hhmm, mau jalan-jalan kemana? Nggak capek?" tanya Annisa kaget.
"Aku pingin ke Mall, yah," sahut Alina cepat.
Annisa menatap bingung ke arah bundanya.
"Riasan dan pakaian aku bagaimana?" tanya Annisa dengan wajah bingung.
"Nanti kita mampir ke butik kenalan bunda sebentar, ya," ucap bunda yang menenangkan Annisa.
"Beneran, bun?"
"Iya, sayang," sahut bunda lembut.
Annisa pun tersenyum semringah.
Selang beberapa saat, mereka sampai di butik kenalan bunda Santi. Mereka semua lalu turun.
Mereka pun lalu masuk ke dalam butik.
"Assalammu'alaikum," ucap bunda dan Annisa hampir berbarengan.
"Wa'alaikumsalam. Mbak Santi? Sudah lama banget tidak mampir ke mari. Saya pikir sudah lupa," sahut pemilik butik.
"Oh iya, kamu mau cari apa? Gadis cantik ini siapa?" tanya Meri sembari menatap Alina dan Annisa lekat-lekat.
"Oh, iya kamu belum pernah bertemu dengan putri kembarku, ya."
"Cantiknya putri kembar kamu, San," puji Meri.
"Hehee, iya, donk. Oh iya, aku mau cari pakaian untuk mereka. Kita baru saja pulang dari acara perpisahan sekolahnya makanya pakaiannya begitu," ucap Meri.
"Oh, begitu. Baiklah. Ayo cantik, ikut tante. Tante punya pakaian yang cocok buat kamu," ajak Meri sembari menggandeng tangan si kembar.
Cinta menoleh ke bundanya terlebih dahulu sebelum mengikuti Santi.
Nindia dan mami mertuanya duduk menunggu di sofa yang ada di dekat meja kasir.
"Kamu tidak mau cari pakaian juga, yank?" tanya Anto pada istrinya.
Santi menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak, mas."
Setelah menunggu lebih lima menit, Alina dan Annisa muncul bersama Meri dengan penampilan yang sangat berbeda. Pakaiannya sederhana tapi cukup berkelas. Dress di bawah lutut tanpa lengan namun di lengkapi dengan cardigan, menambah kesan feminim namun tidak seksi. Cocok untuk anak seusia mereka.
"Bunda," ucap Alina dan Annisa.
"Sudah, kan? Yuk kita lanjut!" ajak bundanya yang sudah membayar pakaian yang di pakai putri kembarnya itu.
__ADS_1
Anto lalu melajukan mobilnya ke arah Mall di pusat kota sesuai dengan permintaan putri kembarnya. Biasanya mereka hanya main ke mall yang dekat dengan rumah saja.
Setengah jam kemudian, Anto sudah melajukan mobilnya ke bassmen. Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka pun lalu turun.
"Kita mau kemana dulu, dek?" tanya Anto pada putrinya.
"Adek laper, yah," sahut Alina sembari mengusap perutnya.
"Ya sudah. Kita cari restoran dulu, ya," ucap Anto.
Mereka pun langsung menuju foodcourt. Di sana aneka jenis makanan ada jadi mereka lebih memilik cari makanan di sana.
"Kalian mau makan apa?" tanya Anto setelah mereka sudah dapat meja untuk makan.
"Aku mau pilih sendiri, yah," jawab Annisa.
"Ya sudah, sana pilih sendiri. Kalau Alina?"
"Aku mau makan steak daging, yah."
"Bunda makan apa?" tanya Anto pada istrinya.
"Aku steak ayam saja, mas," jawab istrinya.
"Ya sudah, kalian tunggu di sini dulu," pamit Anto.
Anto segera memesan makanan untuk mereka. Beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang.
"Ayo kalian makan. Di habiskan, ya!" titah Anto yang di berikan anggukkan oleh istri dan putri kembarnya.
Setengah jam kemudian, mereka sudah selesai makan.
"Mau kemana lagi?" tanya Anto.
"Aku mau beli pakaian, yah," jawab Annisa pelan.
"Hhmm, kalau gitu aku juga, yah," sahut Alina.
"Ya sudah, ayo!" ajak Anto.
Mereka lalu berkeliling Mall untuk mencari pakaian yang mereka inginkan. Satu jam lebih, mereka sudah mendapatkan pakaian yang mereka inginkan.
"Sudah, kan?" tanya Anto.
"Iya, yah. Pulang, yuk!" ajak Alina.
"Iya, aku capek, yah," sahut Annisa.
Mereka pun lalu pergi ke parkiran di mana mobil mereka sedang terparkir. Setelah menyimpan semua belanjaan mereka, Anto pun mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran.
Anto pun melajukan mobilnya ke arah rumah.
__ADS_1