
Kami bersitatap cukup lama. Saat ada kendaraan yang lewat,dia langsung memalingkan wajahnya.
"Ehhmm,maaf mbak mau kemana?" tanyaku
"Sa-saya mau pulang ke rumah orang tua saya," jawabnya pelan.
Aku mengernyitkan dahiku. Kenapa dia sampai ingin pulang kerumah orang tuanya dengan membawa tas yang cukup besar. Batinku. Aku ingin menanyakannya tapi tidak enak. Itu bukanlah urusanku.
"Hhmm, rumah orangtua mbak yang di daerah B,kan?" tanyaku.
Dia lalu mengangguk," Iya."
"Kenapa tidak naik kendaraan atau minta antar suami mbak saja? Ini sudah mau magrib kasihan si kecil!"
"Tidak apa-apa. Saya permisi," pamitnya. Kemudian ia membalik badannya dan hendak melanjutkan perjalanannya.
Gegas aku menghampirinya, "Biar saya antar,ya?" tawarku.
"Terima kasih tapi saya tidak ingin merepotkan!" tolaknya.
"Tidak merepotkan,kok! Lagian ini sudah mau magrib."
"Mas juga pasti mau pulang ke rumah kan? Saya bisa sendiri kok," tolaknya lagi."
Tak lama kemudian ada gojek lewat. Aku buru-buru mencegatnya.
"Bagaimana kalau naik go-jek saja?" tawarku.
"Terima kasih,tapi saya bisa jalan sendiri." tolaknya lagi.
"Jangan menolak! Ini sudah mau magrib,kasihan anakmu masih kecil. Ayo naik saja ke gojeknya!" titahku.
Aku lalu menoleh ke arah bapak gojek,"Pak,tolong antarkan mbak ini ke rumahnya,ya," ucapku seraya menyodorkan selembar uang dua puluh ribu rupiah pada bapak gojek." Apa ini cukup?" tanyaku.
"Oh iya cukup,pak!" jawab bapak gojek.
"Ayo,mbak silahkan naik. Tasnya di taruh di depan saja,ya," ucapku seraya menoleh ke arah Melly.
Melly mengangguk, "Terima kasih," ucap Melly seraya mengatupkan kedua tangannya. Aku lalu menaruh tas di depan dan Melly segera naik ke atas motor.
"Hati-hati,pak!" ucapku kepada bapak go-jek.
Mereka lalu pergi dari hadapanku.
Kenapa istri pertama dari suami Lisa sampai membawa tas yang cukup besar? Apa ada hubungannya dengan Lisa? Aahh,itu bukan urusanku. Batinku.
Setelah berspekulasi sendiri,aku memutuskan untuk segera pulang ke kost.
Belum sempat sampai ke kost,azan magrib sudah berkumandang. Aku lalu sholat maghrib terlebih dahulu di masjid terdekat.
Setelah selesai shalat,aku pergi ke warung untuk membeli telur,mie instan serta kerupuk untuk makan malam aku dan anak-anak.
Satu bulan sejak pertemuanku dengan Melly,aku iseng lewat rumah orang tua Melly. Ternyata Melly masih ada di rumah orang tuanya. Aku lihat dia sedang bermain dengan anaknya. Setelah itu aku langsung pulang.
__ADS_1
Dan aku pun sengaja pulang lewat rumah suaminya Lisa. Aku lihat dari jauh Lisa sedang berdebat dengan tetangganya sesama ibu-ibu. Entah apa yang mereka debatkan,aku tidak terlalu mendengarkan. Aku lalu memutuskan untuk pulang saja.
Setelah satu bulan bekerja di rumah pak Taufik,sore ini aku menerima gaji pertamaku. "Alhamdulillah," gumamku.
Aku lalu segera pulang ke kost. Sebelum pulang aku membeli makanan yang enak untuk kedua anakku dan tak lupa aku juga membelikan untuk ibu dan adikku.
"Ini pasti mahal,To. Kamu harus hemat-hemat jangan terlalu boros," ucap ibuku.
"Sesekali tak apa,bu. Aku juga barus saja gajian," jelasku pada ibu."
Aku lalu memberikan beberapa lembar uang ke tangan ibu, "Bu,ini ada sedikit rezeki untuk belanja. Aku sama anak-anak pulang dulu,ya!" pamitku pada ibu.
"Terimakasih,nak. Semoga rezeki kamu makin banyak!" doa ibu tulus.
"Aamiin!" sahutku.
Sampai di kost,aku dan anak-anakku makan bersama. Aku baru sempat membuka amplop yang diberikan oleh pak Taufik tadi. Alhamdulillah,aku menerima gaji lebih dua kali lipat dari gajiku saat bekerja di toko pak Toni.
Uang simpananku di kost sudah cukup lumayan. Aku sebenarnya ingin membeli sepeda motor yang second saja untuk aktivitasku sehari-hari. Kalau yang baru aku belum mampu dan aku tidak mau membeli dengan cara mencicil.
Hari minggu pagi aku mengajak kedua anakku bersepeda. Aku lalu melihat di depan rumah warga ada motor yang hendak dijual. Aku lalu mendekati rumah itu.
"Permisi," ucapku.
Tak lama kemudian seorang ibu-ibu keluar dari dalam rumah.
"Ada apa ya,pak?" tanyanya.
"Oh iya ini sepeda mau dijual," jawab si ibu.
Kalau boleh tahu berapa ya,bu?"
"Kalau bapak berminat,bapak masuk saja dulu bertemu dengan suami saya ya. Biar suami saya menjelaskannya," ajak ibu itu.
Aku dan kedua anakku masuk rumahnya. Tak lama kemudian,suami ibu itu keluar menemui kami.
Kami berkenalan sebentar. Pemilik sepeda motor itu bernama pak Agung.
"Jadi harga sepeda motornya berapa,ya pak?" tanyaku langsung.
"Sepeda motor itu saya jual seharga enam juta lima ratus ribu,pak," jawab pak Agung.
"Keluaran tahun berapa,ya pak?"
"Bapak bisa lihat sendiri di platnya. Itu saya beli tujuh tahun yang lalu."
"Apa tidak bisa kurang,pak?" tnyaku.
"Bisa kurang sedikit."
"Oh ya,saya boleh test dulu,pak?" tanyaku.
"Oh iya,boleh pak. Saya ambil kuncinya dulu ya."
__ADS_1
Bapak Agung lalu masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci motor.
Aku lalu mencoba sepeda motornya beberapa puluh meter dari rumah pak Agung. Aku merasa nyaman mengendarai sepeda motor ini. Dan sepertinya aku tertarik untuk membelinya tapi uang simpananku di kost hanya ada tujuh juta rupiah sedangkan harga sepeda motor ini enam juta lima ratus rupiah. jika aku pakai untuk membeli sepeda motor Ini,sisa uangku hanya tinggal lima ratus ribu rupiah saja,aku belum bayar kost. Terpaksa nanti aku mengambil uang tabunganku di bank.
Setelah memeriksa semua kelengkapan surat-surat sepeda motor,aku memutuskan untuk membeli. Aku lalu bernegosiasi lagi dengan pak Agung. Alhamdulillah setelah aku menawar,pak Agung mau menjual sepeda motornya seharga enam juta rupiah.
Kedua anakku sangat senang tahu ayahnya membeli sepeda motor. Aku mengajak kedua anakku jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor baru. Walaupun sudah second tapi motornya masih terlihat cukup bagus.
Pulang dari jalan-jalan aku mampir ke rumah ibu. Ibu sangat kaget melihat kedatanganku dengan mengendarai sepeda motor itu.
"To,sepeda motor siapa itu?" tanya ibu.
"Ayah tadi baru beli,nek," jawab Alya dengan wajah bahagia.
"Alhamdulillah!" ucap ibuku.
"Harganyq berapa,mas?" tanya Aminah adikku
"Mas membelinya dengan harga enam juta rupiah," jawabku.
"Alhamdulillah ya mas aku ikut senang," ucap Aminah.
Karena hari minggu,aku dan kedua anakku seharian di rumah ibu. Aku meminta ibu memasakan masakan kesukaanku.
Menjelang sore,aku dan kedua anakku pamit pulang.
Sebelum pulang,aku mengajak kedua anakku pergi ke minimarket untuk membelikan mereka jajan dan juga membeli kebutuhan kamar mandi.
Saat kami turun dari sepeda motor,kami melihat Lisa dan suaminya keluar dari minimarket. Aku lihat perut Lisa sudah cukup besar. Perkiraanku usia kehamilannya mungkin empat atau lima bulan.
Kami saling pandang. Lisa dan suaminya melihat ke arah aku dan anakku dengan tatapan sinis. Entah apa yang ada di pikiran mereka.
.
.
.
.
maaf msh ada typo 😊
.
.
.
.
.
03
__ADS_1