
Setahun sudah berlalu, liburan tahunan keluarga Ny. Besar akhirnya tiba juga. Kali ini mereka merencanakan liburan yang dekat saja. Hanya ke villa pribadi Ny. Besar yang baru selesai di renovasi dan dilengkapi fasilitas taman bermain mini dan peternakan.
Joya yang kebetulan libur panjang karena long weekend harus ikut juga berlibur kesana. Padahal Joya tidak ingin pergi kemana-mana, ia hanya ingin di rumah saja membantu ART membersihkan rumah.
Joya menatap villa besar di hadapannya. Masi di tempat parkir saja tapi rasanya villa itu besar sekali.
Ny. Besar : "Ayo, Joya."
Joya membawa tasnya dan tas Ny. Besar mengikuti langkah Ny. Besar masuk ke dalam rumah. Ny. Besar menunjuk kamarnya di lantai bawah dan Joya meletakkan tas Ny. Besar di dalam sana.
Ketika keluar dari kamar Ny. Besar, Joya tidak menemukan siapapun di luar. Ia celingukan mencari semua orang sambil membawa tasnya.
Joya : "Ny. Besar? Ny.?"
Saat Joya sedang menatap sekeliling, ia tidak sengaja menabrak Boy. Boy refleks menahan tubuh Joya dengan memegang pinggangnya.
Tatapan mata Boy sangat dingin pada Joya, ia dengan cepat menegakkan tubuh Joya dan berjalan cepat menuju sebuah kamar di sudut ruangan.
Joya tidak punya pilihan selain mengejar Boy, ia bingung harus kemana karena semua orang sudah menghilang.
Joya : "Tuan... Tuan Boy, tunggu. Saya mau tanya?"
Boy : "Ada apa?" Boy menghentikan langkahnya tapi ia tidak berbalik sama sekali.
Joya : "Yang lainnya pada kemana ya? Saya bingung mau kemana."
Boy : "Yang lain tadi langsung berangkat ke peternakan. Kamu disini saja daripada nyasar."
Joya : "Dapurnya sebelah mana ya, tuan?"
Boy : "Dari pintu depan ke kiri, dekat kolam ada lorong, masuk kesana. Buatkan aku kopi."
Joya : Baik, tuan."
Joya berbalik membawa tas-nya hendak ke dapur, tapi Boy memanggilnya lagi.
Boy : "Disitu ada kamar kosong. Taruh tasmu disana. Itu disebelah kamarku."
Joya : Saya di kamar pembantu saja, tuan. Dibelakang ada?"
Boy : "Mungkin. Tapi disana ada kamar kosong yang bisa kamu pakai. Terserah kalau gak mau."
Joya merasa nada suara Boy agak kesal. Ia menuruti perintah Boy dan masuk ke kamar disamping kamar Boy.
__ADS_1
Interior kamar itu tidak terlalu mewah seperti kamar Ny. Besar dan juga tidak terlalu besar. Joya sedikit lega mendapat kamar sederhana itu. Ia meletakkan tasnya diatas ranjang dan mengeluarkan baju santai.
Ia ingin mengganti bajunya dulu sebelum membuatkan Boy kopi. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan Boy masuk kesana. Deg! Joya refleks menutupi tubuhnya dengan kaos yang ia pegang.
Boy : "Oow... Sory, kelewatan kamar."
Boy keluar lagi sambil menutup pintu, membiarkan Joya melongo dengan wajah merah padam. Kelewatan darimana, jelas Boy sengaja melakukannya.
Boy tersenyum girang karena bisa melihat Joya ganti baju. Ia cepat-cepat masuk ke kamarnya sebelum Joya keluar kamar. Sementara Joya segera memakai pakaiannya setelah mengunci pintu.
Joya segera keluar dari kamarnya, berjalan cepat menuju dapur yang tadi ditunjuk Boy. Ia mendapati dapur yang cukup luas dengan pemandangan padang rumput luas di samping villa.
Ada kolam renang yang cukup luas untuk menampung orang sekecamatan. Joya segera membuatkan kopi untuk Boy. Ia membawakan kopi itu ke depan kamar Boy dan mengetuk pintu,
Joya : "Tuan? Ini kopinya."
Joya menunggu di depan pintu yang tidak kunjung di buka Boy. Akhirnya Joya membuka pintu perlahan dan melihat ke dalam kamar yang sudah berantakan.
Joya menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Daripada mencari keberadaan Boy, ia memilih masuk ke dalam kamar dan mulai merapikan kamar itu.
Saat Joya sedang merapikan ranjang Boy, ia merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Joya berbalik sambil mendekap bantal.
Tapi ia berbalik lagi dengan cepat. Masalahnya itu Boy berdiri dibelakangnya cuma pakai handuk yang menutupi bawah perutnya.
Boy : "Ngapain kamu?"
Joya : "Itu... Saya... kamar Tuan berantakan..."
Nada suara Joya yang gugup hampir membuat Boy ketawa ngakak. Ia tahu kalau Joya cukup tergoda melihat penampilannya.
Boy tersenyum di belakang Joya, ia merangsek ke depan, membuat Joya hampir jatuh ke atas ranjang. Joya menggeser tubuhnya ke ujung ranjang sambil tetap membelakangi Boy.
Jantungnya jumpalitan menahan penggoda iman di belakangnya. Boy yang mulai iseng membalik tubuh Joya dengan cepat. Joya menelan salivanya dengan susah payah.
Ia terpesona melihat tubuh Boy, tangannya hampir terulur ingin menyentuh perut sixpack Boy. Tubuh Joya menegang saat Boy menunduk ke dekat wajahnya.
Joya : "Berpikir, Joya. Dorong dia atau dia akan... Apa yang mau dilakukannya?" Batin Joya sibuk berdebat antara mendorong Boy atau diam saja menanti apa yang ingin dilakukan Boy.
Joya : "Tuan, kopinya diatas meja. Silakan diminum."
Joya beringsut ke samping Boy dan menjauh darinya. Ia masih ingin merapikan kamar itu tapi lebih baik dia segera keluar dari sana.
Boy : "Mau kemana? Selesaikan kerjaanmu."
__ADS_1
Joya : "Tuan pakai baju dulu ya, saya tunggu di luar."
Boy : "Berani keluar, aku lapor ibu, kamu berani masuk kesini."
Joya mendengus kesal, ia cuma mau keluar sebentar saja sampai Boy berpakaian yang benar. Akhirnya Joya tetap merapikan kamar itu, bersikap seolah Boy gak ada disana.
Setelah Joya selesai, Boy lagi-lagi meminta sesuatu padanya,
Boy : "Buatkan kopi lagi, yang itu uda dingin."
Joya : "Baik, tuan."
Joya menuruti perintah Boy, ia masih menunggu Ny. Besar kembali dari peternakan.
Balik lagi ke depan kamar membawa kopi, Joya mengetuk pintu kamar Boy.
Joya : "Tuan? Permisi."
Joya membuka pintu kamar Boy dan membawa kopi itu masuk. Ia melihat Boy duduk di sisi ranjangnya bermain ponsel.
Joya meletakkan kopi itu diatas nakas,
Joya : "Ini kopinya, tuan."
Boy mengabaikan Joya, ia tetap fokus menatap ponselnya. Joya yang merasa sudah melakukan tugasnya, berbalik hendak keluar. Tapi tangannya ditarik Boy,
Boy : "Buatkan cemilan. Aku lapar."
Joya : "Baik, tuan."
Boy bangun dari duduknya, ia mengikuti Joya ke dapur. Dan menunggui Joya membuatkannya cemilan kesukaan Boy. Boy senang sekali liburan kali ini ia bisa berduaan dengan Joya.
Mereka semua bersekongkol membiarkan Boy dan Joya menghabiskan waktu berdua.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.
Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dan βDuren Manisβ dengan cerita yang gak kalah seru.
Makasi banyak...
__ADS_1
π΄π΄π΄π΄π΄