Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 10 - Tugas luar kota


__ADS_3

Semalam setelah pesta berakhir, Boy langsung berpamitan pada ibunya untuk kembali ke apartment. Mereka berpapasan di pintu belakang saat Joya baru kembali dari dapur.


Joya yang melihat kedatangan Boy, langsung beringsut ke pinggir, memberi jalan padanya. Jantungnya berdebar kencang ketika wangi parfum Boy menari-nari di hidungnya.


Perasaan Boy juga sama dengan Joya. Ia ingin sekali menarik Joya dalam pelukannya, berbagi cerita dengannya, atau sekedar mencumbu bibirnya yang lembut dan menggoda.


Boy menahan hasratnya, ia berjalan lebih cepat, tidak peduli dengan keadaan sekelilingnya. Joya berjalan cepat kembali ke halaman belakang. Saat itu Boy menyelinap ke kamarnya di lantai dua.


Usai membereskan halaman belakang bersama ART yang lainnya, Joya melihat sekeliling rumah yang sudah sepi karena penghuninya sudah mulai beristirahat.


Joya berjalan ke tangga dan mulai menaikinya satu persatu, di tangannya ada kacamata yang ditinggalkan Boy diatas meja tadi. Perlahan Joya mengetuk pintu kamar Boy, itu hanya sebuah kebiasaan.


Tentu saja ia tahu kalau tidak ada siapapun di dalam sana. Joya membuka pintu, menyalakan lampu tidur dan duduk di atas ranjang Boy yang selalu bersih. Ia selalu menyempatkan diri membersihkan kamar itu.


Joya tidak menyadari sepasang mata sudah memandangnya sejak masuk ke dalam kamar itu. Mata yang menatap tajam pada Joya itu mulai berkabut dipenuhi gairah.


Joya menarik laci nakas, ia mengambil kotak kacamata dari dalam sana. Dibukanya kotak itu dan mengambil kain bersih dari dalamnya. Joya membersihkan kacamata itu sampai bersih mengkilat dan pelan-pelan meletakkannya ke dalam kotak.


Setelah meletakkan kembali kotak kacamata itu ke dalam laci, Joya mengusap bantal di sisi kanannya. Ia ingin berbaring sebentar disana, melepaskan rasa lelah dan kerinduan pada pria yang memiliki aroma yang menenangkan itu.


Mata Joya mulai terpejam, kedua kakinya masih menjuntai ke bawah ranjang. Tanpa ia sadari, dirinya sudah tertidur pulas diatas ranjang Boy.


Boy bangun dari tidurnya diatas ranjang, ia membetulkan posisi tidur Joya dan menyelimutinya perlahan. Diciumnya kening gadis itu, Boy kembali berbaring disampingnya. Joya menggeliat dan berbalik menghadap Boy. Tangannya memeluk lengan Boy seperti memeluk bantal guling.


Boy tersenyum senang, ia tidak perduli apa yang akan terjadi besok. Biarkan saja, ia hanya perlu bersikap acuh seperti biasanya. Keduanya tertidur lelap saling memeluk satu sama lain.


Keesokan paginya jam 5 pagi, Joya terbangun seperti biasa. Ia mengusap matanya yang basah entah karena apa. Ia juga meraba leher dan bagian atas dadanya yang basah. Piyama atasnya sudah terbuka sebagian memperlihatkan bra hitam yang dipakainya.

__ADS_1


Joya melihat sekeliling kamar, ia ketiduran di kamar Boy. Dengan panik ia melihat ke samping, tidak ada siapapun disana. Apa dia mimpi? Baru saja rasanya sangat nyata, ia merasakan tubuhnya dicumbu seseorang.


Dan orang itu adalah Boy! Tubuh Joya gemetar mengingat sensasi yang baru saja ia rasakan. Ia berjalan cepat keluar dari kamar Boy tanpa melihat sekeliling lagi. Sementara Boy bersembunyi di sisi seberang tempat tidur.


Ia menutup matanya dengan wajah bersemu merah. Barusan ia tidak bisa menahan gejolak dalam hatinya saat terbangun dan melihat wajah Joya sangat dekat dengannya.


Boy mulai mencium kening Joya, mencium kedua matanya, hidungnya dan bibirnya. Melihat Joya masih tertidur pulas, Boy melanjutkan aksinya mencium leher dan bagian atas dada Joya.


Ia agak kebablasan mencumbu Joya karena kerinduan yang mendalam. Saat Joya mulai terbangun dari tidurnya, Boy UI UIlangsung menjatuhkan dirinya ke samping ranjang. Bersembunyi dari pandangan Joya, sampai ia tidak sempat merapikan hasil perbuatannya pada Joya.


Boy mengintip dari balik ranjang, ia yakin Joya tidak akan balik lagi ke kamarnya untuk saat ini. Boy cepat-cepat mandi dan bersiap-siap. Ia harus masuk ke mobilnya sebelum Joya memergokinya turun dari lantai 2.


Joya menyiapkan bekal spageti untuk Boy dan juga menyiapkan sarapannya dengan menu yang sama. Setelah turun dari lantai dua tadi, ia segera mandi dan ganti baju.


Setelah selesai semuanya, Joya segera keluar dari rumah dan lagi-lagi Rian sudah  menunggu di depan pintu. Joya masuk ke mobil Boy, duduk dengan tenang di samping kursi sopir.


Rian : "Hmm, wanginya. Apa itu spageti?"


Tiba-tiba Joya menoleh ke belakang, ia sangat yakin mendengar suara dari belakang sana. Seperti suara perut seseorang yang kelaparan.


Rian juga mendengarnya, tampaknya ia belum menutup kaca belakang dengan sempurna. Rian terbatuk-batuk mencoba menyamarkan suara di belakang. Tangannya menekan tombol kaca belakang dengan cepat menutup rapat kaca itu.


Dibelakang sana, Boy memegangi perutnya yang kelaparan. Ia tidak sempat sarapan dan mencium bau spageti membuat perutnya karaoke pagi itu.


Rian menahan tawanya mendengar suara perut Boy dari headset yang terpasang di telinganya. Ia menambah kecepatan mobil karena Boy memberi kode untuk melakukannya. Boy sudah tidak sabar sarapan dengan spageti buatan Joya.


-------

__ADS_1


Sampai di kantor seperti biasa, Joya membawa bekal makanan itu ke ruang kerja Boy dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan.


Setelah keluar dari ruang kerja Boy, Joya masuk ke lift dan menekan tombol lantai ruang kerjanya. Saat ia sampai disana, sudah ada beberapa rekan mahasiswanya termasuk Niken.


Niken memanggilnya dan memberikan tugas untuk tugas luar kota pertama Joya. Joya membaca surat tugas yang diberikan Niken padanya tadi. Ia akan menemani Niken keluar kota untuk meeting dengan client penting. Boy dan asistennya juga akan ikut bersama mereka.


Niken : "Nanti disana, kau cukup mencatat poin penting dari meeting dan langsung buatkan notulennya. Surat tugas itu bisa kamu simpan dan berikan pada walimu. Bawa pakaian secukupnya, kita akan menginap dua hari disana."


Joya : "Baik kak. Kita berangkat jam berapa, kak?"


Niken : "Jam 2 siang, kamu silakan atur waktu mau pulang dulu sekarang atau nanti. Saranku sekarang aja. Jadi nanti kamu tinggal tunggu jam berangkat. Masi ada berkas yang perlu kusiapkan."


Joya : "Kalau gitu, saya pulang dulu sebentar ya, kak. Permisi."


Niken mengirimkan chat pada Boy kalau rencananya berhasil dan Joya sedang dalam perjalanan pulang untuk mengambil pakaiannya.


Boy tersenyum manis melihat chat dari Niken, ia sudah merencanakan perjalanan dinas ini untuk bisa menghabiskan waktu bersama Joya. Mereka hanya meeting sekali dan sisanya jalan-jalan survey lokasi.


Boy sudah memesan kamar suite untuk mereka tinggal selama disana dengan connecting door. Ia punya rencana yang sedikit gila dan rahasia. Kalau sampai Ny. Besar tahu, bisa-bisa Boy akan dijewernya sampai telinganya memerah.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.

__ADS_1


Makasi banyak...


-------


__ADS_2