Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak) - Kencan


__ADS_3

Aldo masih memeluk Aliya sambil berbaring di tempat tidurnya. Ia masih belum percaya bisa menemukan cinta secepat ini. Jantungnya masih berdetak lebih cepat membuat Aliya yang meletakkan kepalanya diatas dada Aldo, menoleh menatapnya,


Aliya : “Kenapa diam saja?”


Aldo : “Aku bingung.”


Aliya : “Bingung kenapa?”


Aldo : “Aku tak tahu apa yang harus kita lakukan sekarang?”


Aliya : “Maksudmu?”


Aldo : “Masa kamu gak ngerti? Aku baru pertama kali jatuh cinta, tadi aku sudah mengatakan dengan jelas pada papaku. Sekarang apa yang harus kulakukan?”


Aliya : “Memangnya hanya kau yang baru pertama kali jatuh cinta.”


Aldo menatap Aliya yang masih menatapnya, ia bergeser sedikit membuat kepalanya sejajar dengan Aliya. Aldo hampir mencium Aliya lagi, kalau suara HP-nya tidak mengagetkan mereka,


Aldo : “Siapa lagi yang telpon?...”


Aldo mengambil HP-nya dan berjengit, itu telpon dari kantornya. Ini sudah jam 10 pagi dan Aldo masih betah memeluk Aliya.


Aldo : “Ya, halo…”


Asisten Aldo : “…”


Aldo : “Aku tahu, tolong batalkan…”


Asisten Aldo : “…”


Aldo : “Aku ada kencan…”


Asisten Aldo : “…”


Aldo : “Ini kencan dengan calon istriku, bukan perempuan biasanya…”


Asisten Aldo : “…”


Aldo : “Kali ini saja, aku harus menyiapkan pertunangan…”


Asisten Aldo : “…”


Aldo : “Bisakan kau tidak cerewet? Papa juga sudah tahu, dan berhentilah berteriak!”


Aldo menutup telponnya dan melemparkannya ke belakangnya. Aliya duduk di atas tempat tidur,


Aliya : “Apa kau akan pergi kencan?”


Aldo : “Kalau iya, kenapa?”


Aliya : “Oh, aku akan pulang dan tidak mengganggumu.”


Aliya ingin turun dari tempat tidur, tapi Aldo sudah menarik tangannya.


Aldo : “Kamu mau kemana? Apa kau tidak mau kencan denganku?”

__ADS_1


Aliya : “Aku?”


Aldo : “Apa kau pikir aku akan pergi kencan dengan perempuan lain?”


Aliya : “…” Aliya menunduk melihat penampilannya yang belum rapi.


Aldo : “Ganti bajumu, tunggu sepertinya aku meninggalkan pakaianmu di depan pintu. Aku akan mengambilnya.”


Aliya menoleh melihat sarapan mereka yang tergeletak tidak berdaya dan kedinginan, tiba-tiba ia merasa lapar. Aliya duduk di sofa, hanya memakai kemeja Aldo, asyik memakan roti panggang dan susu.


Drrrtt, drrtt, getaran HP-nya di dalam tas mengalihkan perhatian Aliya. Ia mengambil HP-nya dan melihat papanya menelpon.


Aliya : “Halo, pah.”


Boy : “Aliya sayang, apa kau masih sibuk?” Aliya mengkerutkan keningnya, teringat sesuatu.


Aliya : “Aliya masih di apartment Aldo, pah. Kenapa pah?”


Boy : “Apa papa mengganggu kalian?”


Aliya : “Memangnya kami akan berbuat apa, pah?” Wajah Aliya memerah mendengar kata-kata papanya.


Boy : “Yang papa tahu, kamu sudah 2 kali menginap di apartment Aldo. Maksud papa…”


Aliya : “Aldo bukan pria brengsek, pah. Aliya bisa jaga diri.”


Boy : “Ah, baiklah. Papa hanya mau bilang, kalau papa Aldo sudah melamarmu untuk Aldo. Minggu depan papa dan mama akan kesana untuk membicarakannya. Tapi papa mau tahu perasaanmu dulu, Al. Apa kau mencintai Aldo?”


Saat itu Aldo sudah masuk lagi ke kamarnya membawa paper bag yang cukup besar. Ia menatap ingin tahu pada siapa Aliya bicara, karena Aliya sudah menatapnya dengan wajah memerah,


Aliya benar-benar merasa malu, ingin rasanya ia balik ke Indonesia saat itu juga. Aldo yang mendengar kata-kata Aliya segera tersenyum lebar, ia duduk di samping Aliya, memeluk pinggangnya.


Boy : “Baiklah, nak. Tapi apa kau akan menikah dalam waktu dekat? Atau masih ingin kuliah?”


Aliya : “Aliya belum memikirkan pernikahan, pah.”


Aldo : “Kami akan bertunangan dulu, om.”


Aldo menarik HP Aliya dan menekan tombol loudspeaker,


Boy : “Aldo, om tidak mengganggu kalian kan? Om tidak keberatan kalau kalian menikah, tapi Aliya masih terlalu muda.”


Aldo : “Aldo tahu, om. Aliya masih mau kuliah, mungkin setelah Aliya lulus, kami bisa menikah.”


Boy tidak bertanya lagi, ia memilih menutup telponnya dan tidak mengganggu Aliya dan Aldo lagi.


------


Aldo menatap wajah Aliya yang masih memerah,


Aldo : “Apa kau benar-benar mencintaiku?”


Aliya : “Kenapa kau selalu bertanya hal yang sudah jelas? Aku mau ganti baju dulu.”


Aldo tidak membiarkan Aliya bangun, ia menarik tengkuk Aliya dan mulai mencium Aliya. Aldo selalu ingin melakukannya saat melihat wajah Aliya memerah. Aliya melingkarkan tangannya pada leher Aldo. Ia mencoba membalas ciuman Aldo.

__ADS_1


Saat dirasakan nafasnya terasa sesak, Aliya mengalihkan wajahnya. Aldo kembali mencium pipinya lembut.


Aliya : "Al, aku mau ganti baju..."


Aldo : "Makasi, Al."


Aliya : "Untuk apa?"


Aldo : "Karena mau mencintaiku, meskipun aku banyak sekali kekurangan."


Aliya : "Kau cukup baik."


Aldo : "Hanya cukup baik? Kau yakin?"


Aliya : "Kau sendiri yang bilang banyak kekurangan. Bagiku kau cukup baik."


Aldo : "Kalau aku hanya 'cukup baik' kenapa kau mau denganku?"


Aliya : "Karena yang terbaik, hanya bisa kudapatkan setelah menjalani kehidupan bersamamu. Kita sama-sama bisa jadi yang terbaik satu sama lain."


Aldo memeluk Aliya dengan erat, membagi rasa yang sudah berkembang dihati mereka berdua.


-------


Aldo keluar dari kamar mandi setelah setengah jam mendinginkan tubuhnya, ia melihat Aliya sudah berganti pakaian dan sedang menyisir rambutnya di depan cermin. Aldo membuka lemarinya dan dengan cuek memakai pakaiannya di depan Aliya, membuat gadis itu berbalik malu.


Aliya : “Al, aku masih ada disini…”


Aldo : “Gak usah cerewet, aku hanya pakai baju, ok. Lagipula aku gak rugi apa-apa.”


Aliya : “…”


Krrukkk… Aliya hampir tertawa mendengar suara perut Aldo,


Aldo : “Ayo pergi.” Aldo sudah selesai pakai baju, ia mengacak rambutnya hingga terlihat badboy.


Aliya : “Mau kemana?”


Aldo : “Kencan…”


Aliya : "Kencan kemana?"


Aldo : "Ikut aja."


Aldo menggandeng tangan Aliya keluar dari apartmentnya dan masuk ke dalam mobil. Aldo mengendarai mobilnya tanpa bicara apa-apa lagi pada Aliya.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author. Mungkin author masih akan melanjutkan novel ini, tapi tergantung para reader masih mau lanjut atau tidak ya.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren


Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.

__ADS_1


-------


__ADS_2