Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Nggak boleh cemburu


__ADS_3

Eps. 20 – Nggak boleh cemburu


Ketika jam


pulang kantor, Carol, Nando, dan Steven pulang bersama ke rumah Nanda. Dita


mengatakan kalau ia akan datang kesana sedikit terlambat karena pekerjaannya


cukup banyak tertunda. Charlie yang ingin meminta maaf, kembali ke kantor dan


membujuk Dita untuk pergi ke villa Nanda bersamanya.


“Aku bisa pergi


kesana sendiri. Berhenti menggangguku.”Dita mengabaikan Charlie yang tetap


setia duduk di depannya.


Setelah


pekerjaan Dita selesai, Charlie memaksanya mengantar Dita ke villa Nanda. Dita


terpaksa ikut dengannya atau dirinya akan diculik lagi.


Sampai di


villa, Dita benar-benar mengabaikan Charlie. Ia ngobrol dengan sangat akrab


bersama Carol dan Steven tentang masa lalu mereka. Dita bahkan duduk menempel


pada Steven yang tidak segan merangkul pinggang Dita.


Wajah Charlie


menggelap selama acara makan malam yang sangat ramai itu. Belum lagi Ana yang


kepo selalu memancing pertanyaan tentang hubungan asmara Dita dan Steven


sebelumnya.


Mereka, Carol,


Dita, dan Steven pernah kuliah di tempat yang sama dan jadi teman akrab sejak


itu. Keahlian mereka sama-sama dibidang IT. Hanya saja Dita dan Carol lebih


memilih bekerja dibidang lain. Sejak awal kuliah, Dita dan Steven yang


sama-sama jatuh cinta saat itu, memutuskan berpacaran.


“Duh, waktu itu


kampus heboh karena mendengar mereka pacaran. Steven udah punya gebetan lain

__ADS_1


soalnya. Jadi pada gak nyangka kalau mereka jadian.”jelas Carol seru.


Belum lagi saat


Carol mengatakan kalau Dita dan Steven sempat bertunangan dan tinggal bersama.


Charlie meremas gelas di genggamannya sampai retak. Nanda hanya melirik reaksi


Charlie tanpa mengatakan apa-apa.


Setelah selesai


makan malam, Nadia meminta Ana menemaninya bermain di kamar. Tapi Charlie


membujuk Nadia agar dia saja yang menemani Nadia bermain. Charlie tidak mau


lagi mendengar cerita masa lalu yang bahagia antara Dita dan Steven.


Padahal mereka


belum sampai pada cerita kenapa akhirnya berpisah jalan seperti saat ini. Carol


akhirnya bertanya juga kemana Dita yang tiba-tiba menghilang setelah mereka


lulus kuliah.


“Malam itu aku


mendengar berita kecelakaan orang tuaku. Aku gak sempat menghubungi kalian dan


“Aku sempat


kesana nyari kamu, tapi kata orang di rumahmu waktu itu, kamu udah nikah sama


juragan tanah siapa gitu namanya.”kata Steven. “Aku sakit hati loh.”


“Maaf, Steven.


Waktu itu paman sama bibiku pengen banget aku nikah sama juragan tanah itu. Aku


dibawa pergi ke rumahnya dan bisa melarikan diri sebelum sampai. Makanya aku


lost contact sama kalian. Aku gak mungkin kan balik ke rumahku di kampung.”


“Kau ini.


Saking sakit hatinya, Steven sampe belum punya penggantimu loh sampai sekarang.


Kenapa kalian tidak CLBK lagi?”


“Serius belum


ada penggantiku?”tanya Dita sambil tersenyum pada Steven.

__ADS_1


“Aku cuma gak


punya waktu menjalin hubungan. Pekerjaanku sibuk sekali. Tapi aku gak keberatan


kalau CLBK lagi denganmu.”


Charlie


mendengar kata-kata terakhir itu. Ia melihat Dita tersenyum malu pada Steven


yang menggenggam tangannya. Nanda yang melihat Charlie, memintanya bergabung


dengan mereka. Tapi Charlie minta ijin untuk pulang lebih dulu.


Charlie membungkuk


pada semua orang dan pergi dari villa Nanda tanpa bicara apa-apa. Ia kembali ke


apartmentnya, masuk ke kamar mandi dan mengguyur kepalanya yang panas di bawah


air dingin. Charlie mencoba melupakan apa yang ia rasakan beberapa hari ini


terhadap Dita.


“Kenapa juga


aku marah? Aku kan gak punya hak cemburu. Gak boleh cemburu.” Charlie tersenyum


menyadari kebodohannya. “Aku benar-benar sudah gila. Seharusnya aku tidak


memikirkan wanita itu dan tetap fokus.”


Setelah


mengeringkan tubuhnya dan memakai bathrobe, Charlie mengambil botol minuman di


lemarinya. Ia duduk di meja bar, meracik minuman untuk dirinya sendiri. Angin


kencang berhembus menerpa wajah Charlie saat ia membuka jendela yang mengarah


ke balkon.


Charlie berdiri


disana, menyapu pemandangan kota yang gemerlap dengan lampu-lampu yang


menghiasi jalanan di bawah sana. Ia mengangkat gelas minumannya tinggi sebelum


meneguk habis isinya.


*****


Klik

__ADS_1


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa


tinggalkan jejakmu). Tq.


__ADS_2