
Eps. 20 – Nggak boleh cemburu
Ketika jam
pulang kantor, Carol, Nando, dan Steven pulang bersama ke rumah Nanda. Dita
mengatakan kalau ia akan datang kesana sedikit terlambat karena pekerjaannya
cukup banyak tertunda. Charlie yang ingin meminta maaf, kembali ke kantor dan
membujuk Dita untuk pergi ke villa Nanda bersamanya.
“Aku bisa pergi
kesana sendiri. Berhenti menggangguku.”Dita mengabaikan Charlie yang tetap
setia duduk di depannya.
Setelah
pekerjaan Dita selesai, Charlie memaksanya mengantar Dita ke villa Nanda. Dita
terpaksa ikut dengannya atau dirinya akan diculik lagi.
Sampai di
villa, Dita benar-benar mengabaikan Charlie. Ia ngobrol dengan sangat akrab
bersama Carol dan Steven tentang masa lalu mereka. Dita bahkan duduk menempel
pada Steven yang tidak segan merangkul pinggang Dita.
Wajah Charlie
menggelap selama acara makan malam yang sangat ramai itu. Belum lagi Ana yang
kepo selalu memancing pertanyaan tentang hubungan asmara Dita dan Steven
sebelumnya.
Mereka, Carol,
Dita, dan Steven pernah kuliah di tempat yang sama dan jadi teman akrab sejak
itu. Keahlian mereka sama-sama dibidang IT. Hanya saja Dita dan Carol lebih
memilih bekerja dibidang lain. Sejak awal kuliah, Dita dan Steven yang
sama-sama jatuh cinta saat itu, memutuskan berpacaran.
“Duh, waktu itu
kampus heboh karena mendengar mereka pacaran. Steven udah punya gebetan lain
__ADS_1
soalnya. Jadi pada gak nyangka kalau mereka jadian.”jelas Carol seru.
Belum lagi saat
Carol mengatakan kalau Dita dan Steven sempat bertunangan dan tinggal bersama.
Charlie meremas gelas di genggamannya sampai retak. Nanda hanya melirik reaksi
Charlie tanpa mengatakan apa-apa.
Setelah selesai
makan malam, Nadia meminta Ana menemaninya bermain di kamar. Tapi Charlie
membujuk Nadia agar dia saja yang menemani Nadia bermain. Charlie tidak mau
lagi mendengar cerita masa lalu yang bahagia antara Dita dan Steven.
Padahal mereka
belum sampai pada cerita kenapa akhirnya berpisah jalan seperti saat ini. Carol
akhirnya bertanya juga kemana Dita yang tiba-tiba menghilang setelah mereka
lulus kuliah.
“Malam itu aku
mendengar berita kecelakaan orang tuaku. Aku gak sempat menghubungi kalian dan
“Aku sempat
kesana nyari kamu, tapi kata orang di rumahmu waktu itu, kamu udah nikah sama
juragan tanah siapa gitu namanya.”kata Steven. “Aku sakit hati loh.”
“Maaf, Steven.
Waktu itu paman sama bibiku pengen banget aku nikah sama juragan tanah itu. Aku
dibawa pergi ke rumahnya dan bisa melarikan diri sebelum sampai. Makanya aku
lost contact sama kalian. Aku gak mungkin kan balik ke rumahku di kampung.”
“Kau ini.
Saking sakit hatinya, Steven sampe belum punya penggantimu loh sampai sekarang.
Kenapa kalian tidak CLBK lagi?”
“Serius belum
ada penggantiku?”tanya Dita sambil tersenyum pada Steven.
__ADS_1
“Aku cuma gak
punya waktu menjalin hubungan. Pekerjaanku sibuk sekali. Tapi aku gak keberatan
kalau CLBK lagi denganmu.”
Charlie
mendengar kata-kata terakhir itu. Ia melihat Dita tersenyum malu pada Steven
yang menggenggam tangannya. Nanda yang melihat Charlie, memintanya bergabung
dengan mereka. Tapi Charlie minta ijin untuk pulang lebih dulu.
Charlie membungkuk
pada semua orang dan pergi dari villa Nanda tanpa bicara apa-apa. Ia kembali ke
apartmentnya, masuk ke kamar mandi dan mengguyur kepalanya yang panas di bawah
air dingin. Charlie mencoba melupakan apa yang ia rasakan beberapa hari ini
terhadap Dita.
“Kenapa juga
aku marah? Aku kan gak punya hak cemburu. Gak boleh cemburu.” Charlie tersenyum
menyadari kebodohannya. “Aku benar-benar sudah gila. Seharusnya aku tidak
memikirkan wanita itu dan tetap fokus.”
Setelah
mengeringkan tubuhnya dan memakai bathrobe, Charlie mengambil botol minuman di
lemarinya. Ia duduk di meja bar, meracik minuman untuk dirinya sendiri. Angin
kencang berhembus menerpa wajah Charlie saat ia membuka jendela yang mengarah
ke balkon.
Charlie berdiri
disana, menyapu pemandangan kota yang gemerlap dengan lampu-lampu yang
menghiasi jalanan di bawah sana. Ia mengangkat gelas minumannya tinggi sebelum
meneguk habis isinya.
*****
Klik
__ADS_1
profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa
tinggalkan jejakmu). Tq.