
Eps. 20 – Pilihan
Charlie berdiri
disana, menyapu pemandangan kota yang gemerlap dengan lampu-lampu yang
menghiasi jalanan di bawah sana. Ia mengangkat gelas minumannya tinggi sebelum
meneguk habis isinya.
“Kenapa kamu
minum sendirian?”
Charlie terpaku
mendengar suara Dita di belakangnya. Wanita itu melangkah ke sisinya dan ikut
menikmati pemandangan malam. Charlie terkekeh melihat kedatangan Dita, sungguh
lucu bagaimana wanita ini mempermainkan hatinya seperti itu.
“Ngapain kamu
kesini? Pulang sana. Balik sama mantanmu.”
Kata-kata
Charlie membuat Dita tersenyum. Charlie mengambil minumannya lagi. Kali ini
duduk di meja bar tidak menghiraukan Dita. Padahal ia ingin sekali memeluk
wanita itu dan menciumnya lagi.
“Kalau aku mau
balik sama Steven, apa urusanmu?”
“Aku memang gak
punya urusan, setidaknya hargai perasaanku.”
Charlie menekan
emosinya yang hampir naik lagi. Ia hanya ingin minum dan tidur. Besok pagi ia
ingin bangun dan melupakan Dita. Melupakan setiap sentuhan wanita ini padanya.
“Pulang sana.
Aku mau sendiri.”
“Kalau aku
bilang aku tidak akan kembali pada Steven, bagaimana?”
Charlie menoleh
mendengar kata-kata Dita, tapi ketika melihat senyum manis wanita itu, Charlie
__ADS_1
sadar dirinya akan dipermainkan lagi.
“Itu kan hanya
katamu. Berhentilah bermain. Aku sudah muak.”
“Kalau kali ini
aku serius, gimana?”
“Kalau. Kalau.
Sudahlah. Tutup pintunya kalau kau keluar. Aku mau tidur.”
Charlie
melangkah ke atas ranjangnya. Ia berbaring tengkurap setelah melepas
bathrobe-nya. Charlie hampir terlelap saat ia mendengar suara di kamar
mandinya. Ia tidak peduli dan membiarkan minuman tadi merilekskan tubuhnya.
Charlie tidak
sadar saat Dita yang sudah selesai mandi, naik ke ranjangnya dan ikut tidur di
pelukan Charlie.
“Charlie, aku
serius dengan kata-kataku. Kamu malah tinggal tidur. Gak sabaran banget sich.
Kita lihat besok apa reaksimu mendapati aku tidur dipelukanmu.”
Charlie
tertidur dalam pelukannya. Alarm jam di atas nakas sudah berbunyi sejak tadi,
tanpa pemiliknya harus segera bangun.
“Dita, bangun. Kamu
ngapain tidur disini. Sudah kusuruh pulang. Mana lagi bajumu.”Charlie
mengguncang bahu Dita.
Wanita itu
menggeliat sebentar, ia melihat wajah datar Charlie yang sudah menatapnya.
“Charlie, jam
berapa sekarang?”
“Sudah jam 5.
Cepat bangun. Pulang sana.”
“Kamu kok
__ADS_1
ngusir aku, sih.”kata Dita manja.
Wanita itu
dengan berani naik ke atas tubuh Charlie dan memancing pria itu untuk melakukan
sesuatu yang nakal pagi ini. Charlie menahan tangan Dita, “Jangan main-main
lagi. Aku harus kerja. Pulang sana.”
“Aku
mencintaimu.”aku Dita sambil menatap mata Charlie.
“Apa kau mabuk?
Omong kosong.”dalam hatinya berdesir mendengar pernyataan cinta Dita tapi
Charlie takut dipermainkan lagi.
“Charlie, aku
jatuh cinta sama kamu. Tapi aku takut mengakuinya.”
“Sejak kapan?”
“Sejak pertama
kali kita melakukannya. Terus kemarin saat kita melakukannya disini. Aku takut
mengakuinya. Aku bukan wanita yang sempurna.”ungkap Dita.
Dita merapatkan
selimutnya sebelum duduk di pinggir tempat tidur Charlie. Ia hampir beranjak
tapi Charlie menarik tangannya. Charlie memeluk pinggang Dita, “Jangan
main-main denganku, Dita. Apa kau yakin dengan perasaanmu? Kau masih bisa
memilih bersama Steven.”
“Apa kau kira
aku akan kembali sama dia? Steven sudah jadi masa lalu buatku. Cinta kami dulu
tidak sekuat itu sampai bisa bertahan. Sekarang aku hanya menganggapnya teman
lama.”
“Kalau kau
serius mencintaiku, menikahlah denganku. Apa jawabanmu?”
“Aku...”
*****
Klik
__ADS_1
profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan
jejakmu). Tq.