Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 21 – Gini amat yak


__ADS_3

Eps. 21 – Gini


amat yak


Boy mengangguk,


melihat pintu kamarnya yang sudah tertutup . Joya tidak terbangun bahkan sampai


makan malam berakhir. Ia juga belum mandi, Boy ingin membangunkan Joya tapi


takut Joya terganggu waktu istirahatnya.


Akhirnya Boy


mengelap seluruh tubuh Joya yang bahkan tidak terbangun sama sekali. “Sayang,


kamu pasrah banget sich. Coba kamu gak lagi hamil, udah habis sama aku.”


Boy tidak


memakaikan apapun pada Joya setelah selesai mengelap tubuhnya. Ia mengatur suhu


kamarnya agar tidak terlalu dingin. Boy berbaring di samping Joya, mengelus-elus


kepalanya.


Tengah malam,


Boy yang sedang tidur di samping Joya, merasa hidungnya gatal, ia terbangun


mendapati Joya tersenyum memandangnya.


“Mas, aku mau


Mcd.”


“Kalau aku


tidak membelinya, kau akan menangis sekarang kan?”tanya Boy sambil memijat atas


hidungnya. Matanya terasa sepet, tapi ia harus bangun sekarang.


Joya mengangguk


dengan semangat, “Aku ikut.”


“Iya, tapi


pakai baju dulu ya.”


“Mas, mana


bajuku? Kenapa aku gak pake baju gini? Mas habis ngapain tadi?”selidik Joya


sambil memicingkan matanya.


“Sayang, kamu


belum mandi udah tidur aja. Gak gerah apa? Aku cuma bantu ngelapin badan kamu


aja.”


Joya beranjak


mengambil pakaiannya di lemari dan memakainya dengan cepat. Boy tidak bisa


melarang Joya ikut padahal sudha tengah malam, mereka berdua akhirnya pergi.


Boy lebih bingung lagi saat melihat Joya membawa bed cover dan bantal mereka


berdua. Ia hanya membantu Joya tidak berani bertanya kenapa.


Akhirnya mereka


sampai juga di restaurant cepat saji yang buka 24 jam itu. Suasana cukup sepi,


ketika Joya menyebutkan semua pesanannya. Ia memesan semua jenis burger, 2 es


krim, dan juga minuman ringan. Tidak lupa kentang goreng dan seporsi dada ayam.


“Gak pake nasi,


yank?”tanya Boy.


“Jangan


ngomongin nasi, mas. Aku mual.”


Boy membayar


pesanan mereka dan menunggu di tempat yang sudah disediakan. Tak sampai 10


menit, beberapa kantong makanan berpindah ke dalam mobil Boy. Wangi burger


memenuhi mobil Boy, ia sampai harus membuka kaca jendelanya sedikit untuk


mengurangi baunya.


“Mas, aku gak

__ADS_1


mau pulang. Kita ke pantai ya.”


“Ke pantai,


yank? Gak aman malem-malem gini ke pantai, sayang. Besok aja ya.”


Joya mulai


menangis dengan pipi cemberut yang menggembung setelah menggigit burger. Boy


jadi ingin mencubit pipi Joya, “Iya, sayang. Sekarang kita ke pantai. Bentar,


mas telpon dulu ya.”


*****


Nando yang


sedang siap-siap memulai ronde kedua dengan Carol, mengkerut melihat ponselnya


berdering.


“Siapa, yank?”tanya


Carol sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.


“Eh, tuan Boy,


ngapain nelpon malem-malem gini. Halo, tuan?”


“Nando, maaf


mengganggu malam-malam gini. Kamu tahu gak pantai yang aman didatangi jam


segini?”


“Tuan mau ke


pantai jam segini? Ngapain, tuan?”


“Ini, Joya lagi


ngidam minta ke pantai. Kamu tau gak?”


“Oh, Ny.


ngidam. Hah?! Ngidam?! Ny. hamil, tuan?!”


Boy mengatakan


kalau dia juga baru tahu tadi dan anaknya tidak membiarkan dirinya tenang


sekarang. “Mas, cepetan ke pantainya. Aku mau tiduran di pasir.”rengek Joya


“Saya tahu


tempat yang aman, pantai pribadi di dekat hotel kakak. Saya kirim lokasinya dan


tuan bisa menelpon saya setelah sampai disana.”


“Makasi ya,


Nando. Nanti aku kirimin bonus.”


“Siap, tuan.”


Boy mengikuti


peta yang dikirim Nando, mereka sampai di depan gerbang sebuah hotel dan


security menghentikan mobil Boy. “Selamat malam, tuan. Ada yang bisa saya


bantu?”


“Tunggu


sebentar ya. Saya telpon dulu.”


Boy menghubungi


Nando yang langsung minta bicara dengan security yang bertugas itu. Dua orang


berbadan besar tampak menghampiri mobil Boy dan mengambil alih semuanya.


“Tuan Boy, kami


diperintahkan tuan Nando untuk melayani tuan dan Ny. Silakan mengikuti mobil di


depan.”


“Terima kasih.”


Mereka dibawa


ke pinggir pantai yang terletak di dekat hotel. Joya bersorak gembira melihat


pasir yang menggunung di depannya. Beberapa kursi santai juga disiapkan disana,


lengkap dengan tenda ala-ala yang didalamnya sudah digelar kasur yang terlihat

__ADS_1


nyaman untuk ditiduri. Beberapa orang tampak berjaga tak jauh dari tempat itu.


“Silakan


menikmati minumannya, tuan. Ada lagi yang perlu kami siapkan?”


“Tidak, terima


kasih.”


“Kalau tuan


membutuhkan kami, di atas meja ada tombol yang bisa di tekan dan kami akan


segera datang.”


Boy benar-benar


senang melihat Joya tidak ngambek lagi. Setelah puas berlarian dan


berguling-guling sebentar di atas pasir, Joya mulai menguap.


“Sayang, kamu


ngantuk? Kita pulang ya?”tanya Boy.


“Kita tidur sini


aja ya, mas. Gak pa-pa, kan?”


Boy celingukan


sebentar, beberapa tenda tampak sudah terpasang di sekitar mereka. Pria yang


tadi bicara dengannya kebetulan melihat ke arah Boy dan Boy melambaikan tangan


memanggilnya.


“Ada yang bisa


saya bantu, tuan?”


“Apa saya bisa


menginap disini? Tidur di tenda?”


“Silakan tuan,


sebentar saya siapkan dulu agar lebih nyaman.”


Beberapa orang


membuka tirai di sudut tenda dan mengikatnya dibawah. Mereka kembali ke tempat


semula dan Boy menuntuk Joya yang hampir tertidur ke dalam tenda itu.


Untuk pertama


kalinya mereka menginap di tempat terbuka seperti itu. Joya menatap langit


malam bertabur bintang. Ia menoleh menatap Boy dan mencium suaminya itu.


“Makasih, mas. Aku


cinta kamu.”


“Aku juga cinta


kamu, Joya. Tidur ya.”


Keduanya mulai


terlelap dibawah selimut tebal sampai pagi menjelang.


Boy terbangun


ketika mendengar teriakan Joya, “Joya!” Ia panik tidak mendapati istrinya di


sampingnya. Boy cepat-cepat keluar dari tenda dan melihat Joya tertawa girang


melihat matahari terbit.


“Mas, lihat


deh. Matahari terbit.”


Boy ikut


tersenyum melihat Joya terlihat sangat gembira. Ternyata begini banget rasanya


punya istri ngidam sampai harus rela tidur di luar biar gak ngambek aja.


*****


Kira-kira Joya


ngidam apalagi ya?


Klik

__ADS_1


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa


tinggalkan jejakmu). Tq.


__ADS_2