Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak) - Bertengkar


__ADS_3

Aliya melewati Aldo yang masih membelakanginya dan masuk ke kamar mandi.


Aldo : "Al, ayolah. Ini bukan keinginanku. Aku tidak punya hubungan apapun dengan wanita lain. Just friend." Aldo bicara dari balik pintu kamar mandi.


Aliya : "Ini bukan pertama kalinya, Al. Kemarin Alda, kemarinnya lagi Cindy, trus siapa lagi Karen, Emily?"


Aldo : "Mereka hanya masa laluku, Al. Bukankah sudah kukatakan padamu."


Aliya : "Kalau mereka hanya bicara, aku gak masalah, Al. Harus pake banget ya memelukmu seolah kau itu teddy bear."


Aldo : "Itu kebiasaan mereka dulu, Al. Setiap kali bertemu memang begitu tapi gak lebih.


Aliya membuka pintu kamar mandi, ia menatap Aldo yang menelan salivanya karena melihat dada Aliya yang hanya pakai handuk.


Aliya : "Seharusnya kau lebih tegas pada mereka, kau harus langsung katakan kau sudah bertunangan. Tapi tidak, kau malah menikmati ketika dada mereka yang besar itu menempel di lenganmu."


Aldo : "Aku tidak mungkin mendorong mereka dengan keras, Al. Kalau mereka terluka bagaimana? Aku gak mau buat masalah."


Aliya : "Terus saja jaga image baikmu itu di depan wanita lain. Aku ini kan cuma 'tunangan'mu. Bahkan kau tidak bilang apa-apa tadi."


Aldo : "Al, kau kan sudah mengatakannya dengan jelas. Lagipula caramu bicara tadi benar-benar sangat menggemaskan."


Aliya : "Tapi setidaknya kau harus membenarkan kata-kataku dengan tegas. Bukannya melongo seperti orang bodoh."


Aldo : "Aku gak bodoh, Al."


Aliya berdiri di balik sekat untuk ganti baju yang disiapkan Aldo. Ia mengambil piyama tidur dan memakainya sebelum berjalan mendekati ranjangnya.


Aldo yang masih ingin menjelaskan berjalan mendekati Aliya.


Aldo : "Al, jangan marah lagi. Kau harus percaya padaku."


Aliya : "Katamu aku boleh tidak percaya. Faktanya aku melihat sendiri deretan wanita cantik yang dekat denganmu, Al."


Aldo : "Aarrgg...! Bagaimana lagi aku harus menjelaskan padamu."


Aliya : "Sebaiknya kau akui saja, itu akan lebih baik untukmu."


Aldo : "Aku gak pernah bohong padamu, Al. Aku gak pernah pacaran! Aku juga gak pernah menyentuh wanita lain seperti aku menyentuhmu."


Aliya : "Kau akan capek sendiri kalau begini, Al."

__ADS_1


Aldo tidak membalas kata-kata Aliya karena pemandangan di depannya lebih menarik. Aliya sedang mengoleskan body lotion mulai dari leher, lengan, dan kakinya.


Gerakan Aliya terlihat sangat erotis di mata Aldo. Seolah-olah Aliya sedang menggodanya. Padahal itu hanya salah satu kebiasaan Aliya sebelum tidur.


Pikiran kalut dan pemandangan menggoda di hadapannya membuat Aldo khilaf. Ia naik ke ranjang Aliya dan mendorong tubuh Aliya agar terlentang.


Aliya : "Al, mandi dulu sana... mmmppphhh..."


Aldo mulai mencium bibir Aliya. Aroma tubuh Aliya membuatnya semakin kalap.


Aliya bisa merasakan sentuhan Aldo kali ini berbeda dari biasanya. Aldo selalu menatap wajahnya sebelum mulai menyentuhnya.


Aliya : "Aldo! Stop! Jangan lakukan...!"


Aldo : "Sudah terlambat, aku tidak bisa menahannya lagi."


Aliya : "Aku serius, aku harus ke kamar mandi sekarang!"


Aldo : "Al, sebentar saja..."


Aliya tidak punya pilihan selain berteriak kencang di telinga Aldo,


Aliya : "Hentikan sekarang! Aku lagi DATANG BULAN!!"


Ia menunduk mengambil pakaiannya yang berserakan di sekitar ranjang Aliya. Menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.


Kepala Aliya melongok keluar beberapa menit kemudian,


Aliya : "Al, tolong ambilkan handukku dan piyama tidurku ya." Aldo melakukan apa yang diminta Aliya,


Aldo masuk ke kamar mandi setelah Aliya keluar dari sana. Ia menghidupkan shower, mandi tengah malam. Aldo hanya melakukan itu, dan kembali tidur.


Akal sehatnya sudah kembali 100% dan sekarang ia mengingat satu persatu kejadian yang baru saja ia perbuat kepada Aliya.


Aldo : "Apa dia akan meninggalkanku? Aargghh, aku memang brengsek."


Aldo menyesali sifatnya yang suka tebar pesona dan membuat kaum hawa menyukainya. Tapi itu sebelum dia mengenal Aliya.


Aldo keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat Aliya di kamar itu. Teringat sesuatu, Aldo menyusul Aliya ke dapur.


Aliya sedang berdiri di meja dapur, mengaduk minuman hangat untuk meredakan nyeri karena datang bulannya. Hari ini memang jadwal bulanan Aliya.

__ADS_1


Aldo : "Al, kau marah padaku?"


Aliya : "..."


Aldo : "Al, apa kau akan membatalkan pernikahan kita."


Aliya : "Apa kau sudah bosan padaku?"


Aldo : "Bukan gitu, Al. Dengarkan aku dulu..."


Aliya : "Kau sudah melihat seluruh tubuhku bahkan sebelum kita menikah, tinggal satu langkah lagi dan aku akan jadi milikmu seutuhnya, kan. Tapi aku mulai mengekangmu dari wanita lain, membatasi kebebasanmu."


Aldo memeluk tubuh Aliya yang bergetar, ia melupakan satu fakta lagi. Aliya sangat sensitif ketika datang bulan. Ia mudah marah dan sedih disaat yang bersamaan.


Aldo : "Maafkan aku, Al. Aku sangat mencintaimu. Tolong maafkan aku..."


Aliya : "Hiks... hiks... kamu jahat, Al..."


Aldo : "Aku gak akan ninggalin kamu, Al. Aku sangat mencintaimu. Percaya aku... Aku takut kamu yang akan pergi, Al."


Aliya : "Aku cinta kamu, Al."


Mereka berpelukan saling menghangatkan di malam yang dingin itu. Aldo mengangkat tubuh Aliya masuk ke dalam kamar mereka dan membaringkan Aliya di ranjangnya.


Aldo menarik selimut, mengecup kening Aliya dan mematikan lampu kamar. Ia masih duduk di sisi ranjang Aliya karena Aliya tidak mau Aldo tidur di ranjangnya saat ia datang bulan.


Aldo : "Tidurlah, Al. Aku ada disini, gak akan kemana-mana."


Aliya : "Kau juga tidur sana. Besok kau harus kerja, kan. Istirahatlah."


Aldo : "Tidurlah dulu, aku masih mau disini."


Aliya : "Al, maafkan aku... Aku..."


Cup! Aldo mencium bibir Aliya, menghentikan kata-katanya. Ia naik ke atas ranjang Aliya dan memeluknya tanpa masuk ke dalam selimut. Mereka memejamkan mata dan terlelap ke dunia mimpi yang indah.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.

__ADS_1


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


-------


__ADS_2