Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Jauhi dia


__ADS_3

Eps. 20 – Jauhi dia


Setengah jam


kemudian, Charlie menemukan masalahnya. Ia mengatakannya apa yang ia temukan


pada Dita. Wanita cantik itu menempel di samping Charlie untuk bisa membaca


berkas itu lebih dekat. Aroma parfum Dita dan sesuatu di balik blusnya yang


sedikit terlihat, mulai menggoyahkan iman Charlie.


“Dita...”panggil


Charlie.


“Hmm?”jawab


Dita sambil menoleh.


“Malam ini aku


boleh...? Lagi?”


“Tuan, kau


sangat nakal. Malam ini tidak bisa. Aku sibuk.”kata Dita menghancurkan harapan


Charlie.


“Kau mau


kemana?”selidik Charlie.


“Aku harus


menemani Joni malam ini.”


“Siapa Joni?”


“Pria yang


tadi. Informanku. Dia minta bayarannya malam ini.”kata Dita sambil


membolak-balik dokumen di tangannya.


Charlie dengan


cepat menarik tengkuk Dita dan mencium wanita seksi itu. Dita bukannya meronta


malah balas mencium Charlie sampai nafas mereka tak beraturan.


“Aku mau ikut


kamu nanti malam.”pinta Charlie.


“Apa? Nggak


boleh!”larang Dita.


“Kenapa?


Memangnya kalian mau melakukan apa? Pokoknya aku mau ikut.”


“Nggak boleh!


Kamu bandel banget sich.”kata Dita gak mau kalah.


“Aku ikut


titik. Kalau gak boleh, aku akan lakukan sekarang. Live.”ancam Charlie sambil


mengeluarkan ponselnya.


Dita tahu kalau


sekali Charlie tersambung dengan berita kantor, semua yang ia lakukan sekarang


akan langsung disiarkan secara live. Dita mengiyakan Charlie dan mengalah.


“Aku sudah


memperingatkanmu ya. Jangan terlambat nanti malam aku tunggu jam 8.”


Charlie


tersenyum penuh kemenangan. Mereka kembali serius sekarang membahas langkah


yang harus mereka lakukan untuk mengatasi masalah yang sudah mereka temukan.


*****


Boy dan Joya


menghadiri sebuah pesta bisnis di malam yang sama. Boy yang kini sudah memiliki


istri, lebih sering mengajak Joya keluar untuk menemaninya ke pesta.


“Sayang, apa


penampilanku sudah bagus?”tanya Joya ketika mereka sampai di tempat pesta.


“Sudah cantik,


sayang. Ayo kita turun. Rian, nanti susul kami ya.”perintah Boy.


“Baik, tuan.”


Boy membantu Joya


turun, mereka berjalan masuk ke tempat pesta dan menarik perhatian hampir semua


pengusaha yang datang saat itu. Boy membalas sapaan partner bisnisnya dan


memperkenalkan Joya sebagai istrinya.


Bukan Boy kalau


kedatangannya tidak menjadi magnet tersendiri bagi kaum hawa yang juga datang


ke pesta itu. Beberapa wanita cantik sibuk menyapa Boy juga, tidak peduli


dengan Joya yang harus bersabar di samping Boy.


“Sayang, apa


kau haus? Ayo, kita cari minum.”kata Boy mesra pada Joya.


Ia mengabaikan


sapaan ramah dari seorang nona besar yang papanya rekan bisnis Boy. Joya

__ADS_1


melirik wanita itu yang terlihat jengkel dan malu.


“Mas, tadi ada


yang nyapa mas loh. Wanita cantik.”kata Joya.


“Mana?”tanya


Boy pura-pura peduli.


“Iih, gak gitu


juga kali nengoknya.”kata Joya mulai kesal.


“Lagian ada


wanita tercantik di pelukan gini, mana bisa lihat wanita lain.”gombal Boy


berhasil membuat Joya tersipu.


“Eh, mas, itu


bukannya Charlie ya? Asistennya Nanda.”kata Joya sambil menunjuk seorang pria


yang baru saja masuk bersama seorang wanita cantik dan seksi.


“Oh, iya.


Harusnya Nanda juga datang. Tapi kayaknya gak ada.”ucap Boy sambil melihat


sekeliling.


Boy dan Joya


terus memperhatikan Charlie yang mengikuti Dita kemanapun wanita itu pergi.


Sampai Dita kesal sendiri.


“Tuan, apa kau


tidak punya teman. Berhenti mengikutiku.”keluh Dita.


“Ada beberapa


tapi aku lagi gak pengen ketemu mereka. Ntar kamu kabur lagi.”


Dita mendengus


kesal. Ia menarik Charlie hingga ke ujung lorong dan mendorongnya ke tembok.


Dita menahan tubuh Charlie agar tidak bergerak.


“Dengar.


Menjauhlah sedikit. Kau boleh mengawasiku dari jauh. Dan apapun yang terjadi


jangan bereaksi apapun sampai aku minta tolong. Okey.”pinta Dita sambil


mencengkeram jas yang dipakai Charlie.


“Kalau aku


tidak mau?”tanya Charlie.


“Kau akan


mengacaukan rencana Joni. Apapun kulakukan asal kau mau menurut.”tawar Dita.


“Malam ini aku


“Ya, ampun.


Tiga malam. Apa kamu gak lelah? Baiklah, aku setuju.”kata Dita akhirnya.


Dita tiba-tiba


saja merangkul dan langsung mencium Charlie yang terkejut menerima serangan


itu. Ia mendengar suara-suara di dekat mereka. Dita membalik posisi mereka agar


ia bisa tahu siapa yang datang itu.


“Itu targetku.


Ingat, kamu hanya perlu mengawasi saja.”kata Dita.


“Tapi jangan


tidur sama dia.”pinta Charlie.


“Apa kau pikir


aku wanita murahan? Hentikan merengek atau kita akan ketahuan.”bisik Dita


kesal.


Dita membekap


Charlie di dadanya agar diam dulu. Pria incaran Dita baru saja lewat dan ia


harus segera mengejarnya. Dita melepaskan pelukannya dan meninggalkan Charlie


yang tersenyum riang gembira. Keningnya langsung berkerut melihat Dita mengejar


seorang pria di depannya.


Tangan mengepal


saat melihat Dita menyudutkan pria itu ke dinding dan sepertinya menciumnya.


Charlie menajamkan matanya, mencoba melihat Dita yang ternyata sedang


membisikkan sesuatu di telinga pria itu.


Pria itu


merangkul pinggang Dita, mereka berjalan kembali ke tengah pesta dan masuk ke


lorong di seberang aula. Charlie hampir berhasil mengikuti mereka, tapi Boy


menghentikannya.


“Charlie?


Sedang apa anda disini?”tanya Boy.


“Selamat malam


tuan Boy, Ny. Joya. Saya datang untuk menemani teman saya.”jelas Charlie sambil


membungkuk hormat.

__ADS_1


“Teman wanita?”tanya


Joya kepo.


“Iya, Ny. Joya.”


“Dimana dia?”tanya


Joya lagi.


“Sepertinya


tadi masuk ke lorong itu. Mohon maaf saya harus mencari dia dulu.”pamit


Charlie.


“Iya. Sampai


jumpa, Charlie.”kata Joya.


Joya menatap


kepergian Charlie dengan mata membara karena kepo. Boy yang melihat reaksi


Joya, memintanya untuk fokus pada Boy lagi.


“Sayang, kau


akan tau gosipnya kalau bicara dengan Carol. Besok datang ke kantor ya, kerja


bantuin aku.”kata Boy.


“Beneran kerja


ya. Jangan minta itu aja.”kata Joya sedikit ragu.


“Iya, sayang. Gak


percaya amat sich.”kata Boy sambil membawa Joya ke meja berisi makanan.


Charlie yang


terlambat mengejar Dita, kebingungan mencari wanita itu karena banyaknya pintu


yang ada di lorong. Tring! Sebuah chat masuk ke ponsel Charlie. ‘Cari kamar


nomor 277. Jangan sampai ketahuan wartawan gosip.’


Charlie melihat


beberapa orang berdiri di depan kamar yang dimaksud Dita.


“Kau yakin mereka


masuk kesini?”tanya salah satu orang itu.


“Aku tidak


yakin. Apa di kamar sebelah ya.”tanya yang satunya lagi.


Tiba-tiba


seorang pria menabrak Charlie dan langsung merangkul bahunya.


“Cepat antar


aku ke kamar. Kau ini tega sekali membiarkan aku minum sendirian.”kata pria itu


yang ternyata Joni.


Suara Joni


menarik perhatian orang-orang di depan pintu. Mereka menoleh melihat dua pria


saling berangkulan.


“Ikuti


permainanku. Ini kartu masuk ke kamar 277. Bawa aku kesana. Cepat.”bisik Joni.


Charlie yang


ingin segera bertemu Dita, mengikuti permainan Joni. Ia membawa Joni masuk


dengan kartu di tangannya. Charlie bisa mendengar kalau wartawan itu sudah


pindah dari depan kamar 277.


Sampai di


dalam, Charlie mulai merasakan ada yang aneh dengan Joni. Pria itu mulai meraba


tubuhnya.


“Hii...


lepaskan!”teriak Charlie.


Joni mundur


sejenak, tapi maju lagi dengan kecepatan penuh. Ia hampir memeluk Charlie yang


susah payah menghindar.


“Awas kau. Aku


hajar kalau dekat-dekat lagi!”teriak Charlie lagi.


“Joni, jauhi


dia. Dia milikku.”kata Dita yang muncul entah dari mana.


“Yah, tidak


seru. Padahal dia manis. Ach, sayangku.”kata Joni yang tiba-tiba genit.


Charlie hampir


menghajar pria itu yang ia kira akan memeluk Dita. Tapi Joni melewati Dita dan


memeluk pria yang bersama Dita tadi. Charlie hampir muntah melihat apa yang


terjadi berikutnya.


*****


Klik


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa


tinggalkan jejakmu). Tq.

__ADS_1


__ADS_2