Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak-anak) - Nikmatnya


__ADS_3

Akhirnya Aliya dan Aldo kembali ke apartment mereka di LN. Ada sedikit kejutan yang disiapkan orang tua Aldo untuk apartment itu.


Aliya dan Aldo saling pandang saat mereka masuk ke apartment, cat dinding yang sebelumnya dominan warna gelap khas pria kini sudah berganti dengan warna pastel cerah. Kamar mereka juga sudah diubah dekorasinya, dominan warna merah yang membara.


Tempat tidur ukuran king size berseprai merah, lemari besar, meja rias, beberapa rak buku untuk Aliya dan meja kerja Aldo. Aliya melihat sebuah note tertempel di cermin meja rias. “Semoga kalian suka, untuk saat ini kalian bisa tinggal di apartment ini tapi kalau sudah ada bayi, kalian bisa pakai seluruh


gedung. Papa dan mama.”


Aldo : “Wow, mereka memberikan apartment ini pada kita?”


Aliya : “Bukan pada kita, tapi bayi kita. Oh, astaga aku lapar sekali.”


Aldo : “Kita pesan aja ya.”


Aliya : “Aku lihat ke dapur dulu.”


Aliya membuka kulkas dan melihat kulkas penuh dengan bahan makanan baik mentah maupun setengah jadi. Beberapa kotak Tupperware menumpuk di dalam freezer, lengkap dengan nama masakannya. Di atas meja dapur menumpuk beberapa buku masak sederhana.


Aliya mengeluarkan beberapa bahan yang ingin dia masak, memanaskan makanan setengah jadi dan membuat nasi. Aliya tidak terlalu pintar memasak, tapi ia bisa mempelajari caranya dengan cepat.


Tak lama, harum masakan membuat Aldo berjalan ke dapur.


Aldo : “Kamu masak, sayang?!”


Aldo memandang takjub pada hidangan yang hampir siap diatas meja. Aliya sedang mengambil nasi untuk mereka berdua,


Aliya : “Aku cuma masak sayur dan nasi, yang. Sisanya sudah siap di kulkas, sepertinya ibu yang menyiapkannya. Ayo kita makan.”


Aldo : “Sayang, aku makin cinta dech sama kamu.”


Aliya : “Lebay… Dicoba ya, kalau gak enak…”


Aldo : “Ini enak, yang.”


Aliya tersenyum menatap Aldo yang makan dengan lahap, bahkan sampai nambah 2 kali. Aliya memandang semua piring kosong diatas meja. Aldo mengelus-elus perutnya yang kekenyangan.


Aliya : “Yang, kalau cara makanmu begini, dalam seminggu kau akan bulat.”


Aldo : “Tenang saja, sayang. Kalau aku rutin berolahraga, kau masih bisa melihat ABS-ku. Apalagi kalau olahraga bersamamu.”


Aliya : “Dasar mesum!!”


Aliya mengambil semua piring kotor diatas meja dan mencucinya di dapur.


Sebenarnya ia tidak perlu melakukan itu karena ART selalu datang di pagi hari setelah mereka berangkat ke kantor dan pergi sebelum mereka datang.


Aldo menikmati pemandangan di depannya, Aliya bahkan terlihat lebih cantik dengan keringat menetes di dahinya karena membersihkan dapur.

__ADS_1


Aldo : “Gini ya rasanya jadi suami. Ada yang masakin..”


Wajah Aldo bersemu senang dan berbunga-bunga. Ia menopang kedua pipinya diatas meja makan, terlihat seperti anak kecil yang sedang menunggu ibunya memasak makanan kesukaannya.


Aliya menatap Aldo setelah pekerjaannya selesai,


Aliya : “Yang, kamu mau tetap disini atau mandi?”


Aldo : “Mandi sama kamu ya…”


Aliya : “Ih, gak. Nanti kamu mau lagi.”


Aldo : “Aku mau pijitin aja kok. Kita baru nyampe juga, capek kali.”


Aliya pasrah ditarik Aldo ke kamar mereka dan langsung masuk ke kamar mandi. Lagi-lagi mereka dibuat terkejut dengan dekorasi kamar mandi itu. Sudah ada bathup didalam sana lengkap dengan perlengkapan untuk relaksasi.


Aldo menghidupkan air hangat, sementara Aliya memilih aromatherapy yang akan ia tuangkan ke dalam bathup.


Aldo : “Papa dan mama yang siapkan semua ini, yang.”


Aldo melambaikan kartu di atas wastafel. Ia melirik wastafel yang juga berganti lebih kuat dan luas. Aldo tersenyum mesum, air di bathup baru terisi separuhnya. Aliya melihat beberapa pelembab tubuh dan rambut yang terpajang di wastafel itu, semuanya favoritnya.


Ia menggendong Aliya mendekati bathup, keduanya mulai merendam. Aldo memijat seluruh tubuh Aliya tanpa terlewatkan.


Kalau sudah begini, mau secapek apa pun, hasrat dan birahi mengalahkan semuanya.


Aldo : “Aku juga gak tahu. Udahan yuk, uda ngantuk nich.”


Mereka membersihkan diri di bawah shower dan bersiap tidur. Aliya hampir tertidur saat Aldo mendekapnya dan mencium tengkuknya.


Aldo : “Maaf, yang. Aku tidak bisa menahan diri tadi.”


Aliya : “Aku juga pengen, kok. Sepertinya aku sudah ketularan pikiran mesummu.”


Aldo : “Sayang, aku mencintaimu…”


Aldo menunggu jawaban Aliya, tapi yang terdengar selanjutnya hanya


suara nafas teratur Aliya yang sudah terlelap. Aldo mencium tengkuk Aliya,


Aldo : “Selamat tidur, istriku sayang.”


-------


Aliya bangun kesiangan keesokan harinya, ia panik karena belum


membuat sarapan untuk mereka. Susah payah ia berjalan ke kamar mandi karena

__ADS_1


tubuhnya sakit.


Setelah selesai mandi, masih memakai bathrobe, seseorang membuka


pintu kamar. Aldo membawakan sarapan untuk mereka.


Aliya : “Yang, kok gak bangunin aku?”


Aldo : “Aku gak tega, kamu pasti capek banget. Ayo, kita sarapan


dulu.”


Aldo meletakkan nampan diatas meja dan duduk di


sofa. Aliya menyusulnya setelah memakai pakaian kerjanya.


Aliya : “Kamu masak juga?” Aliya melihat nasi goreng sosis dengan


telur mata sapi diatasnya.


Aldo : “Aku cuma bisa masak ini.”


Aliya menikmati nasi goreng buatan Aldo, sesekali ia menyuapkan


sesendok untuk suaminya itu. Aldo terbiasa sarapan dengan roti dan kopi.


Aliya : “Yang, nanti aku pulang telat ya. Deril mengajakku menemui


papanya, ada pekerjaan mendesak yang harus segera selesai.”


Aldo : “Nanti kabarin aja mau dijemput jam berapa dan dimana ya?”


Aliya : “Iya, sayang.”


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


Please vote poin buat karya author ya...


Makasi banyak...


-------

__ADS_1


__ADS_2