
Ini sudah seminggu berlalu sejak penolakan Joya, Boy yang awalnya kecewa pada Joya, kini mulai merindukannya.
Sebelum ini hampir setiap hari Boy bisa menggoda Joya, tapi ia tidak bisa melakukannya sekarang. Ia benar-benar kecewa dan patah hati.
Belum lagi ia melihat sendiri ketika Joya digoda laki-laki lain yang tidak lain adalah Tama. Hatinya terbakar cemburu dan sangat kesal. Ia ingin teriak kalau Joya adalah miliknya, tapi mulutnya terkunci rapat.
Sekretaris Boy memperhatikan perubahan drastis bosnya saat dekat dengan Joya dan seminggu belakangan ini. Boy kembali dingin dan sibuk dengan pekerjaannya.
Sebenarnya sekretaris Boy sudah lama menaruh hati pada Boy, tapi Boy tidak memberi kesempatan sedikitpun pada wanita manapun untuk mendekatinya.
Sekretaris Boy jadi penasaran apa yang membuat Boy berubah sedrastis itu. Ia sempat terpikir kalau Boy sudah jatuh cinta pada seorang gadis. Tapi dengan siapa?
Kebetulan tadi pagi ia melihat Joya keluar dari mobil keluarga Boy. Kejutan lagi, mengingat hanya Ny.Besar yang selalu datang dengan mobil itu. Dan sekarang Joya juga keluar dari sana.
Apa Joya yang membuat Boy berubah? Siapa Joya? Dari pakaiannya ia sepertinya salah satu mahasiswa magang disana.
Tiba-tiba Boy menelpon sekretarisnya,
Boy : "Lia, tolong suruh IT kesini."
Lia : "Baik, pak."
Tak lama, seorang IT datang dan masuk ke ruangan Boy. IT itu hanya sebentar di dalam ruangan Boy dan keluar lagi.
Lia : "Hei, bos minta apa?"
IT : "Gak boleh bilang siapa-siapa, bu. Atau saya akan dipecat. Permisi."
Lia mendengus kesal, kalau Boy sudah seperti itu artinya berkaitan dengan masalah pribadinya. Siapapun yang mencoba mengoreknya akan langsung dipecat tanpa pemberitahuan.
Di dalam ruang kerjanya, Boy sedang mengamati Joya dari CCTV di ruang kerja Joya. Ia tampak bekerja dengan giat dan rajin.
Tadi ia minta IT untuk mengaktifkan pelacak pada ID Joya, Boy akan tahu dimana Joya berada selama di kantor.
Tiba-tiba perhatian Boy tertuju pada Tama yang berdiri di dekat Joya. Mereka terlihat hanya mengobrol sebentar, dan tangan Tama bergerak menyentuh mouse yang tadi dipegang Joya.
Tangan mereka hampir bersentuhan, tapi Joya menarik tangannya dengan cepat. Boy mendengus kesal, ia mulai merasakan cemburu lagi.
Boy : "Hah! Damn it! Beraninya laki-laki itu mendekati Joya."
Boy berpikir cepat, ia mengingat seseorang yang selalu membantunya dalam urusan pribadinya di kantor itu.
Boy mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah chat. Tak lama terlihat dari CCTV, Niken berjalan mendekati Joya dan Tama.
Niken meminta Tama mengikutinya ke mejanya untuk mengerjakan sesuatu. Tama mengikuti seniornya dengan patuh, meninggalkan Joya sendirian.
Niken adalah salah satu mata-mata yang dimiliki Boy di perusahaannya. Setiap department dari perusahaannya memiliki mata-mata yang melaporkan langsung kejadian yang tidak sesuai dengan pekerjaan.
Sejak papanya mewariskan perusahaan, Boy sudah merencanakan hal ini. Ia ingin meminimalisir korupsi di perusahaannya dan itu sangat membantunya.
Perusahaannya jadi lebih berkembang dan berjaya dari sebelumnya.
Niken mengirimkan pesan pada Boy, kalau Joya akan ditugaskan keluar untuk mendampingi seniornya meeting. Setidaknya untuk sementara Joya tidak akan diganggu Tama.
__ADS_1
Boy tersenyum, ia memutuskan mengikuti kemana Joya pergi.
Mobil Boy sudah siap di lobby depan, ia memerintahkan sopirnya mengikuti mobil kantor yang membawa Joya. Meeting kali ini dilakukan di sebuah perusahaan salah satu client mereka.
Sebelum sampai disana, mobil berhenti dan Joya turun di pinggir jalan. Boy mengkerutkan keningnya, saat itu situasi di jalan agak macet dan cuaca cukup panas.
Joya berjalan menyusuri trotoar dan mampir ke sebuah mini market. Ia masuk dengan cepat dan keluar dengan cepat.
Mobil yang membawanya tadi sudah sampai di mini market. Sepertinya Joya membeli minuman dingin untuk semua orang di dalam mobil.
Jika saja Joya mau menerimanya, mungkin magang Joya akan lebih mudah. Ia tidak perlu melakukan apapun dan hanya mendampingi Boy di kantor saja.
Boy kembali mengirim chat pada Niken, ia ingin Joya lebih banyak dikantor terutama saat Boy ada di kantor juga. Tapi tetap jauhkan laki-laki dari Joya.
Niken memikirkan satu cara dan mulai berkoordinasi dengan teman satu tim-nya. Joya akan jadi asisten Niken selama magang.
Boy tersenyum puas, ia melihat mobil kantornya masuk ke parkiran suatu perusahaan dan memutuskan kembali ke kantor.
-------
Joya melemaskan pundak dan tangannya yang pegal. Sudah lewat jam pulang saat ia mendapat tugas tambahan dari Niken. Tapi Joya sama sekali tidak mengeluh.
Niken : "Joya, sudah selesai?"
Joya : "Sudah, kak. Saya taruh di tempat biasa ya."
Niken : "Ok, kamu bisa pulang. Makasi ya."
Joya : "Baik, kak. Sampai besok."
Joya melongok ke dalam ketika kaca mobil turun.
Asisten Boy : "Joya, kau baru pulang?"
Joya : "Iya, kak. Kakak ini asisten Tuan Boy ya..."
Joya refleks melirik ke bangku belakang yang gelap karena kaca hitam yang menutupinya. Ia takut kalau Boy duduk di belakang sana.
Asisten Boy : "Kau mencari siapa?"
Joya : "Saya pikir ada Tuan Boy dibelakang. Kak, saya pulang dulu ya."
Asisten Boy : "Oh, tuan Boy sedang keluar kota. Kamu gak tahu?"
Joya : "Oh, itu saya kurang tahu."
Asisten Boy : "Joya, kamu mau pulang ke rumah? Tunggu sebentar, aku juga ada perlu dengan Ny.Besar. Bareng aja. Aku gak ada teman ngobrol nich."
Joya : "Saya gak enak, kak."
Asisten Boy turun dari mobil dan membukakan pintu penumpang.
Asisten Boy : "Tunggu sebentar disini, aku mau ambil dokumen dulu."
__ADS_1
Joya terpaksa masuk dan duduk di samping supir. Ia merasa tengkuknya dingin seolah ada seseorang yang sedang menatapnya saat ini.
Joya kembali melirik ke belakang, tidak tampak apapun dari kaca yang gelap itu. Joya menempelkan telinganya ke kaca itu, sepi tidak terdengar apapun.
Joya tidak tahu kalau di dalam mobil itu ada Boy yang sedang duduk di bangku belakang. Boy meraba kaca seolah sedang meraba punggung Joya.
Saat Joya menempelkan telinganya, Boy mencium bagian pipi Joya meskipun terhalang kaca. Boy ingin sekali menarik Joya ke belakang mobil dan memeluknya erat-erat.
Boy mengirim pesan pada asistennya ketika melihat Joya mulai gelisah karena menunggu terlalu lama. Asistennya yang sedari tadi bersembunyi di lobby, segera keluar dan masuk ke dalam mobil.
Asisten Boy : "Maaf ya lama. Dokumennya sudah dikirim ke rumah Ny. Besar tadi sore. Aku harus mengambilnya. Ayo kita berangkat."
Joya hanya mengangguk dan mulai duduk dengan tenang.
Asisten Boy : "Kamu kok bisa magang disini?"
Joya : "Iya, kak. Saya mengajukan magang di beberapa perusahaan tapi perusahaan ini yang paling cepat menjawabnya. Dan kebetulan saya juga lulus test-nya."
Asisten Boy : "Kamu hebat juga ya. Cukup sulit loh masuk ke perusahaan ini, kualifikasinya sangat ketat. Tapi kalau berhasil, masa depannya bisa cerah."
Joya : "Kak Niken juga bilang gitu, kak. Tapi saya gak ada niat kerja disini, kak."
Asisten Boy : "Kenapa gitu? Biasanya mahasiswa magang bisa langsung mengajukan lamaran pekerjaan loh. Ini kesempatan langka."
Joya : "Saya mau coba pekerjaan di perusahaan lain."
Asisten Boy : "Perusahaan mana?"
Joya : "Itu, kak. Kita baru melewatinya."
Asisten Boy : "Wah, kenapa aku merasa perusahaan Tuan Boy tidak sebanding dengan perusahaan itu?"
Joya : "Memang, kak. Perusahaan itu jauh dibawah perusahaan Tuan Boy. Tapi itu satu-satunya perusahaan bagus yang dekat dengan rumah Ny.Besar. Saya harus selalu kembali ke rumah tepat waktu."
Asisten Boy : "Bahkan setelah kau lulus kuliah nanti?"
Joya : "Saya tidak ingin Ny.Besar kecewa, kak. Menjaga kepercayaan sangat sulit, kan."
Boy tersenyum mendengar kata-kata Joya, sebenarnya Boy tidak perlu khawatir dengan Joya karena Joya sudah berjanji pada ibunya akan menikah dengan siapapun pilihan ibunya nanti.
Tapi ia tetap tidak suka laki-laki lain manapun dekat dengan Joya. Selamanya Joya adalah miliknya.
-------
Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.
Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.
Please vote poin buat karya author ya...
Makasi banyak...
__ADS_1
-------