Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak-anak) - Terlalu sibuk


__ADS_3

Aliya baru saja pulang setelah perdebatan lama dengan papa Deril mengenai joint antara dirinya dan Deril. Ia tidak mau terlalu sibuk karena status pernikahannya. Saat ini ia sedang menikmati menjadi seorang istri yang baik.


Papa Deril banyak mengalah dengan keputusan Aliya karena dia belum menemukan kualifikasi seperti Aliya pada orang lain. Perusahaannya sedang membutuhkan seseorang seperti Aliya agar bisa berkembang pesat.


Terbukti memang sejak Aliya bergabung, beberapa kontrak besar bisa mereka dapatkan dengan mudah tanpa banyak perubahan. Kontrak yang di review Aliya juga selalu memuaskan kedua belah pihak yang bekerja sama.


Aliya melepas sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu. Tidak tampak sepatu Aldo yang dipakainya tadi pagi. Lampu apartment hanya menyala di sudut dapur dan di depan pintu saja. Artinya Aldo belum pulang.


Aliya merebahkan tubuhnya ke atas sofa, ia mengambil ponselnya dan melihat banyak chat dari Aldo.


Aldo : "Sayang, mobilku mogok. Kamu dimana?"


Aldo : "Yang, bisa kesini?"


Aldo : "Sayang... Aliya..."


Aldo : "Sayang, kamu kemana sich?"


Itu chat antara jam 5 sore sampai jam 7 malam. Sedangkan sekarang sudah jam 8 malam. Aliya mendengus pada ponselnya, sepertinya ia harus ganti ponsel.


Aliya menelpon Aldo dan terdengar suara hujan di seberang sana.


Aliya : "Sayang, kamu dimana?! Aku kesana sekarang."


Aldo : "Yang, kamu sibuk banget sich. Chat-ku gak dibales."


Aliya : "Ponselku error. Sepertinya aku harus ganti baru. Kamu dimana? Aku kesana sekarang."


Aldo : "Aku share lokasi ya."


Aliya melihat ponselnya dan segera mengambil kunci mobilnya di rak dan tasnya. Ia bahkan belum mandi dan sedikit berkeringat karena mengejar taksi untuk pulang tadi.


Sekitar 15 menit berkendara, mobil Aliya memasuki sebuah restauran di pinggir kota. Ia celingukan mencari Aldo dan pelayan menghampirinya,


Pelayan : "Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?"


Aliya : "Saya mencari suami saya, ini orangnya."


Pelayan : "Tuan ini duduk di belakang, mari saya antar."


Aliya dan pelayan itu berjalan menyusuri koridor dan sampai di belakang restauran. Pemandangan yang pertama dilihat Aliya bukan Aldo tapi air terjun mini yang ada di sebelah kirinya. Suara yang muncul dari air terjun itu mirip hujan.


Pelayan : "Tuan itu ada disana, Nyonya."


Aliya menoleh dan melihat Aldo sedang memeluk seorang wanita. Lebih mirip adegan dalam drama-drama, tangan Aldo memegang pinggang wanita itu dan tangan wanita itu hinggap di pundaknya.


Aliya terbiasa melihat pemandangan seperti itu dulu, jadi bukan sebuah kejutan lagi. Tapi jangan salah Aliya jelas cemburu melihat pemandangan itu.


Aliya : "Ehheemm..." Aldo menoleh mendengar suara Aliya dan segera membantu wanita itu berdiri.


Aldo : "Sayang, kamu sudah datang. Kenalkan ini Kiki..." Wanita itu berbalik dan Aliya bisa melihat perutnya membuncit.


Kiki : "Halo, Aliya. Aldo sudah banyak cerita, maaf tadi aku terpeleset. Aku ini memang ceroboh sekali."


Drap! Drap! Drap! Suara langkah kaki terburu-buru menghampiri mereka. Seorang pria berdiri diantara mereka sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


Pria : "Maaf, aku terlambat."


Kiki : "Sayang... untung ada Aldo, aku hampir jatuh tadi."


Kiki dan suaminya mengucapkan terima kasih dan berpamitan. Sekarang Aldo duduk di depan Aliya yang sudah bersidekap.


Aldo : "Sayang, kenapa lama sekali?"


Aliya : "Jadi, siapa Kiki?"


🌼🌼🌼🌼🌼


Flash back...


Aldo baru pulang dari kantornya ketika mobilnya tidak mau hidup. Aldo mendengus kesal, sepertinya mobilnya belum diservice karena ia sibuk dengan pernikahannya.


Akhirnya Aldo berjalan menuju halte terdekat, saat itulah ia bertemu Kiki. Kiki ingin pergi ke restauran yang sekarang mereka datangi untuk makan makanan kesukaannya.


Ia sedang hamil 5 bulan tapi masih merasakan ngidam. Masalahnya Kiki ini agak ceroboh, beberapa kali Aldo harus menangkapnya yang hampir jatuh karena tersenggol atau menyenggol sesuatu.


Kiki bilang, sejak hamil ia mengalami keanehan itu. Akhirnya Aldo menemani Kiki sampai tiba di restauran dan menghubungi Aliya.


Mereka ngobrol sambil menunggu suami Kiki yang terjebak kemacetan pulang kantor. Dan tadi Kiki bangun hendak ke toilet tapi lagi-lagi dia hampir jatuh.


Untung saja Aldo menangkapnya tepat waktu. Tepat saat Aliya muncul di belakangnya.


Flash back end....


🌻🌻🌻🌻🌻


Aliya : "Aku bukan marah, tapi cemburu. Kamu itu terlalu mudah menarik wanita mendekat."


Aldo : "Itu bakat alamku, aku tidak bisa melawannya. Tapi aku kan sudah bilang itu hanya masa laluku. Kamu masa kiniku dan masa depanku, Al."


Aliya : "Gombalan yang sama lagi... aku bosan, Al."


Aldo : "Apa kau mau melakukan sesuatu yang nakal, Al?"


Aliya : "Apa kau berani?"


Aldo menarik Aliya ke salah satu toilet disana, toilet itu di desain seperti toilet di pedesaan yang sedikit terbuka di bagian atapnya.


Aldo menutup pintu dan menguncinya, menatap Aliya lagi.


🌲🌲🌲🌲🌲


Aliya merapikan pakaiannya yang berantakan, Aldo berdiri di sampingnya juga melakukan hal yang sama.


Aliya : "Kau gila, bagaimana kalau ada orang yang datang."


Aldo : "Dengan suara berisik diluar, jeritanmu tadi tidak akan terdengar, sayang."


Aliya : "Jadi kau memanggilku kesini untuk melakukan itu?"


Aldo : "Bukankah ini menarik? Kita hanya perlu makan malam sekarang."

__ADS_1


Aliya : "..."


Aliya geleng-geleng kepala melihat Aldo yang semakin hari penuh dengan kejutan. Hidupnya terasa lebih unik saat bersama Aldo.


Aldo dan Aliya kembali ke meja mereka dan memesan makan malam.


Aldo : "Apa kau suka makanannya?"


Aliya : "Aku suka makanannya dan servicenya..."


Aldo : "Lain kali kita coba di mobil, dipinggir pantai."


Aliya : "Kau gila, Al."


Aldo : "Aku tergila-gila padamu, Al."


Mereka menghabiskan malam romantis di restauran itu ditemani suara hujan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara itu di apartment Aril, Cecil sedang muntah-muntah di toilet. Aril belum pulang saat itu karena sedang membeli makanan untuk mereka.


Dengan susah payah Cecil kembali ke atas ranjang. Ia merasa mual sejak pulang sore tadi.


Aril : "Sayang, aku pulang. Ayo kita makan dulu."


Cecil melihat makanan yang ia inginkan tadi dan memakannya dengan lahap. Perutnya sudah benar-benar kosong tadi.


Aril melihat Cecil makan dengan sangat lahap sampai ia heran sendiri. Tidak biasanya Cecil makan seperti itu. Ia selalu terlihat anggun dan tenang.


Aril : "Sayang, apa kamu hamil?"


Kata-kata Aril membuat Cecil tersedak, makanan di dalam mulutnya sampai muncrat mengenai wajah Aril.


Aril mengusap wajahnya dengan tisu, sementara Cecil minum air dengan tergesa-gesa.


Cecil : "Aku tidak hamil. Kau kan selalu pakai pengaman."


Aril : "Bulan lalu aku tidak memakainya, sayang. Di mobil.."


Cecil mengingat lagi kejadian di mobil Aril yang parkir di parkiran kantor Deril. Cecil kembali minum sambil melotot pada Aril yang tersenyum senang.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul β€œPerempuan IDOL”, β€œJebakan Cinta” dan β€œDuren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


Please vote poin buat karya author ya...


Makasi banyak...


-------

__ADS_1


__ADS_2