Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Wedding day


__ADS_3

Eps. 20 – Wedding day


“Aku...”


*****


Hari pernikahan


Nanda dan Nando, Charlie melihat Ana dan Carol dituntun keluar dari kamar


pengantin mereka menuju tempat acara pernikahan akan dimulai. Charlie melirik


pada gadis kecil yang setia menggandeng tangannya sejak acara dimulai. Nadia


tersenyum bahagia melihat Nanda bersanding dengan Ana. Keduanya tampak cantik


dan tampan dengan baju pengantin berwarna putih dengan permata putih.


“Charlie, tante


Ana kelihatan cantik ya.”Nadia tidak berhenti mengagumi sosok Ana.


“Iya, nona


muda.”


Nanda dan Ana


baru selesai dengan upacara pernikahan mereka, sekarang giliran Nando dan  Carol. Mereka juga menyelesaikan upacara


pernikahan dengan hikmat dan lancar. Charlie menatap ke pintu keluar, belum ada


tanda-tanda kedatangan orang yang ia tunggu-tunggu.


Ana memanggil


Nadia untuk bergabung bersama mereka ketika foto keluarga baru. Charlie juga


menyusul saat Nanda memanggilnya.


“Kenapa? Dia


belum datang?”tanya Nando pada Charlie.


“Sepertinya


tidak akan datang, tuan muda pertama. Saya akan meminta penghulu untuk pulang


saja.”


“Tunggu saja.


Ini masih pagi. Ajak makan dulu penghulunya.”


“Baik, tuan


muda pertama.”


Charlie


mempersilakan penghulu untuk menikmati hidangan bersama para tamu lainnya.


Penghulu mengatakan ia akan pergi setelah jam 1 karena ada janji lain. Charlie


mengatakan mungkin dia tidak jadi menikah hari ini.


Boy dan Joya


memberi ucapan selamat pada pengantin baru yang berdiri di pelaminan. Mereka


berfoto bersama dan memberikan kado mewah untuk mereka.


“Sekali lagi


selamat ya. Semoga kita sama-sama mendengar kabar baik secepatnya.”kata Joya


tulus pada Carol dan Ana.


Carol dan Ana


mengangguk senang. Mereka menikmati makanan yang sudah dihidangkan


bersama-sama. Charlie tampak berdiri di dekat meja minuman. Ia tersenyum pada


tamu undangan yang menyapanya dan kembali termenung saat tidak ada orang


disekitarnya.


Para tamu


undangan yang hadir, berbisik-bisik sambil melihat kearah pintu depan. Seorang


pria tampan menggandeng wanita cantik masuk ke tempat pesta pernikahan. Mereka


langsung menghampiri pasangan pengantin di pelaminan dan mengucapkan selamat.


“Kalian


berdua...”kata Carol yang terlihat senang sekaligus kasihan pada Charlie.


Prang! Mereka


semua menatap kearah Charlie yang menjatuhkan gelasnya ketika melihat Steven


dan Dita berdiri di pelaminan bersama pasangan pengantin baru. Pelayan segera


membereskan pecahan kaca itu, Charlie berbalik dengan cepat berjalan ke taman


samping villa Nanda.


Ia menenangkan


dirinya yang kacau melihat Dita justru datang bersama Steven.


....Flash


back...

__ADS_1


“Aku minta


waktu untuk memikirkannya.”


“Aku akan


menunggumu di pesta pernikahan tuan muda Nanda. Kita bisa menikah disana. Tapi


kalau kau tidak datang atau datang bersama pria lain, aku akan melupakan apa


yang sudah pernah terjadi diantara kita. Dan aku harap kamu tidak menggangguku


lagi.”


Charlie


melepaskan pelukannya dari Dita dan masuk ke kamar mandi. Ia mandi dengan cepat


dan segera memakai pakaiannya tanpa mempedulikan Dita yang masih duduk di


tempat tidurnya.


... Flash back


end...


“Sudah


berakhir.”Charlie mencoba menarik nafasnya yang sedikit sesak. Patah hati ternyata


sangat menyakitkan bagi Charlie yang baru pertama kali mengalaminya. Ia sudah


mempersiapkan hatinya tapi ia tidak menyangka ketika mengalaminya langsung,


hatinya terasa sakit.


“Kamu Charlie,


kan?”


Charlie


mengusap sudut matanya dan berbalik menghadap Steven yang sudah berdiri di


belakangnya, “Ya. Dan kamu Steven.”


Steven bisa


melihat mata dan hidung Charlie yang memerah. Jelas sekali pria di hadapannya


ini berusaha menahan tangisannya. “Aku membawa Dita. Kau sudah tahu kan tentang


masa lalu Dita?”


“Ya.”


“Apa hubungan


kalian?”tanya Steven sambil menatap sekitar villa Nanda dari balkon taman.


“Kami tidak ada


rasanya mencekik lehernya.


“Oh ya?


Sepertinya tidak sesederhana itu.”


“Kau bisa tanya


sendiri. Aku harus pergi.”


“Apa kau


mencintai Dita?”tanya Steven terus menekan Charlie.


“Kau jangan


bicara sembarangan. Dia sudah memilih dan kamulah pilihannya. Tolong jangan


tanya apa-apa lagi.”


“Kalau kau


mencintai Dita, kenapa menyerah? Pengecut!”


Buk! Pukulan


telak mengenai wajah Steven. Ia terhuyung ke belakang sedikit, dari sudut


bibirnya mengeluarkan darah sedikit.


“Aku sudah


menahan diriku. Jangan bicara yang kau tidak tahu. Atau...”


“Atau apa? Kau


tidak akan berani. Ayo.”


Steven


memancing Charlie untuk mengejarnya masuk ke tempat pesta lagi. Charlie hampir


menangkap Steven saat ia melihat penghulu sudah duduk di meja dengan Dita duduk


di depannya. Charlie berdiri menatap Dita yang terlihat cantik dengan kerudung


pink muda menutupi kepalanya. Kebaya yang ia pakai juga berwarna pink muda.


Charlie menelan


salivanya ketika Dita menatapnya sambil tersenyum manis. Tiba-tiba ada orang


yang mengapit kedua lengannya dan mendorong tubuhnya dari belakang. Mereka membuat


Charlie duduk di samping Dita, berhadapan dengan penghulu. Charlie melihat

__ADS_1


Nanda, Nando, dan Steven yang melakukannya.


“Tuan muda...


Kau? Apa yang terjadi?”


“Aku terlambat


membawa Dita karena dia mau pake kebaya warna hitam di hari pernikahannya, cuma


gara-gara hitam bisa membuatnya terlihat lebih langsing.”jelas Steven.”Jelas


dia masih Dita yang segila dulu.”


“Itu benar.


Coba lihat kebaya pink ini, yang benar saja.”kata Dita sambil tersenyum pada


Charlie.”Gimana menurutmu?”


“Cantik...Eh,


ini maksudnya apa?”


“Pak penghulu,


nikahkan saja mereka. Gak pake lama. Aku sudah keluar banyak aset gara-gara


dia.”tunjuk Nanda pada Dita.


“Apa maksudmu?”tanya


Charlie pada Dita.


“Aku hanya


minta rumah untuk pernikahan kita dan juga mobil. Sebenarnya aku ingin menukar


mobil lamaku. Tapi tuan muda mau membelikan mobil baru. Terima kasih, tuan


muda.”


Charlie menatap


Dita dan Nanda, “Kalau kau ingin menikah karena rumah, sebaiknya pernikahan ini


batal.”


“Rumah itu


bonus. Dita baru saja tanda tangan kontrak perpanjangan dengan perusahaan kita.


Selama 5 tahun ini dia berjanji akan mendatangkan profit seharga 3 rumah itu,


bersih. Sungguh penawaran yang tidak bisa ditolak kan.”jelas Nanda dengan


cepat. “Dan syaratnya, dia minta kau harus menikah dengannya.”


“Apa tuan muda


sedang menjual saya?”


“Lebih tepatnya


aku menyewakan asetku untuk mendapatkan keuntungan.”kata Nanda yang sebenarnya


cuma bercanda.


Charlie tidak


tahu harus senang atau sedih. Senang karena bisa menikah dengan Dita, sedih


karena tuan mudanya menyewakannya selama 5 tahun. Penghulu menanyakan kesiapan


Charlie dan Dita. Dita mengangguk malu-malu, tapi Charlie hanya diam tidak


menunjukkan reaksi apa-spa. Dita tersenyum pada penghulu, ia mendekati Charlie,


berbisik di telinganya.


“Kau harus


setuju atau aku akan minta tuan muda mengikatmu di tempat tidur dan lihat saja


apa yang akan kulakukan.”bisik Dita sambil meremas paha Charlie.


Membayangkan


apa yang akan dilakukan Dita, membuat wajah Charlie memerah. Ia hampir


menyeringai mesum tapi bisa menguasai dirinya dengan cepat.


“Apa kau yakin?”tanya


Charlie lagi, meyakinkan dirinya.


“Iya, sayang.


Ayo cepetan. Pak penghulunya mau pergi.”kata Dita tidak sabaran.


Charlie menjabat


tangan penghulu tapi sedetik kemudian melepaskannya lagi, “Tunggu, saya harus


ngomong apa?”tanya Charlie pada penghulu.


Dita menepuk


jidatnya, penghulu tersenyum dan menuntun Charlie mengucapkan kata-kata yang


harus ia ucapkan untuk bisa menikahi Dita. Charlie akhirnya bisa menikahi Dita


dengan sekali tarikan nafasnya.*****


Klik


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan

__ADS_1


jejakmu). Tq.


__ADS_2