Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Episode Spesial DM) - Kelakuan Mila


__ADS_3

Cerita tentang Aril dan Cecil sampai sini dulu ya, nanti tinggal acara nikahan mereka dan itu lumayan lama mengingat Deril dan Mila belum ketemu.


Lanjut ceritanya Deril dan Mila, setelah pernikahan mereka apa yang terjadi selanjutnya, terlebih Mila belum menunjukkan tanda kehamilan.


--------


Deril baru pulang bekerja seperti biasanya, ia meletakkan tas kerjanya di sofa dan melihat sekeliling apartmentnya.


Biasanya jam segitu Mila sedang memasak, tapi Deril melihat tidak ada siapapun disana. Deril membuka ponselnya, tidak ada pesan dari Mila.


Deril : "Apa dia belum pulang?"


Mila memang masih bekerja meskipun sudah menikah dengan Deril. Ia melakukannya karena bosan di apartment saja.


Deril membuka kancing kemejanya sambil berjalan ke kamar. Keningnya mengerut melihat suasana kamarnya juga sepi.


Deril merebahkan tubuhnya di sofa, ia merasa sangat lelah membahas kontrak yang sudah diperiksa Aliya. Berdebat dengan papanya dan kolega lainnya.


Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka, Mila keluar dari sana hanya berbalut handuk mini yang tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya. Mila tidak menyadari kalau Deril ada di dalam kamar.


Alunan musik romantis terdengar dari dalam kamar mandi, Mila memang suka mendengarkan lagu. Ia suka merilekskan tubuhnya dengan mandi sambil mendengarkan lagu.


Sambil bersenandung, Mila memilih piyama tidur yang ingin dipakainya hari ini.


Mila :"Kenapa semuanya terbuka begini?" Mila membolak-balik piyama yang tergantung rapi di dalam lemari.


Mila baru ingat kalau piyama favoritnya belum ia cuci. Ia beranjak ke lemari sebelah, lemari Deril. Mila mengambil kaos oblong milik Deril dan langsung memakainya.


Deril melihat semuanya dengan tenang dari atas sofa.


Deril : "Sayang, kenapa kamu pakai kaosku?"


Mila terperanjat dan hampir jatuh kalau tangannya tidak berpegangan pada pintu lemari. Ia meringis menahan nyeri pada perutnya.


Deril : "Kamu kenapa? Maaf aku membuatmu kaget ya."


Mila : "Sayang, kapan kamu pulang?"


Deril : "Baru saja, perutmu kenapa?"


Mila : "Perutku kram dari tadi siang."


Deril : "Sudah ke dokter?" Deril memegang pinggang Mila yang ramping.


Mila : "Belum, gak terlalu sakit kok. Aku sudah istirahat dan minum air hangat. Tunggu bentar ya, aku belum masak."


Deril : "Kita pesan aja ya. Tapi..."

__ADS_1


Mila menatap Deril bingung karena menggantungkan kata-katanya. Tapi sedetik kemudian ia tahu maksud Deril,


Mila : "Tapi pelan-pelan ya.."


Deril : "Sekali saja, sayang..."


Deril menarik Mila ke atas ranjang mereka dan melanjutkan apa yang tadi terlintas dipikiran mereka.


-------


Usai berolahraga, Deril masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mila yang masih kelelahan, mengambil ponselnya dan membuka aplikasi pengantar makanan.


Ia ngiler melihat deretan makanan dan cemilan yang muncul disana. Setelah menekan beberapa menu sekaligus, Mila memakai pakaiannya.


Deril yang keluar dari kamar mandi, bertanya apa Mila sudah pesan makanan, dan Mila mengangguk.


Ting, tong ! Deril membuka pintu apartmentnya dan melihat setumpuk kotak makanan dibawa petugas pengantar makanan.


Pengantar makanan : "Pesanan atas nama Mila. Silakan tanda tangan disini."


Deril : "Pesanannya sebanyak ini?"


Pengantar makanan : "Iya, tuan. Sesuai dengan aplikasi."


Deril menerima pesanan itu dan menandatangani tanda terimanya. Ia membawa semuanya ke atas meja sofa. Mila sudah mengambil piring dan sendok untuk mereka.


Deril bingung mau makan apa.


Mila : "Sayang, ayo makan dulu."


Deril : "Ini gak kebanyakan, yang? Aku bingung mau makan yang mana."


Mila : "Aku lagi pengen makan semuanya."


Deril mengambil kentang goreng dan mencicipi salad buah. Sementara Mila mulai memasukkan satu persatu makanan itu ke dalam mulutnya dan mengunyah dengan sangat puas.


Mila : "Enak banget..!!"


Deril : "Sayang, kamu bisa makan semuanya?"


Mila : "Entar juga abis."


Deril menatap tubuh istrinya, dengan makanan sebanyak itu kenapa tubuhnya masih saja kurus begitu. Tapi Deril akui setelah menikah, bagian tertentu tubuh Mila mulai ada perubahan, jadi lebih besar.


Mila memasukkan potongan pizza ke mulut Deril,


Mila : "Sayang, makan dulu dan hentikan senyum mesummu itu. Jatah malam ini gak ada lagi ya."

__ADS_1


Deril : "Yah, kok gitu sayang... Tadi baru sekali..."


Mila melotot pada Deril, hampir setiap hari ia harus melayani suaminya itu. Padahal dokter bilang mereka harus memberi jeda dalam setiap berhubungan agar segera hamil.


Deril memasang tampang merajuk, ia makan dengan malas dan Mila tidak peduli. Perutnya sedang tidak nyaman saat ini, dan ia hanya ingin makan semua yang ada diatas meja.


------


Deril menonton film setelah perutnya terasa penuh, ia tidak memperhatikan lagi apa yang Mila lakukan. Setelah menikah empat bulan lalu, untuk pertama kalinya Mila bersikap begitu padanya.


Makanan di atas meja sudah habis, Mila duduk menyandar pada sofa dan mengelus perutnya yang bahkan tidak buncit.


Deril : "Sudah kenyang, yang?"


Mila : "Puas sekali. Aku makan semua yang kuinginkan."


Deril : "Sini, sayang. Duduk sini."


Mila mengangkat tubuhnya dan duduk di samping Deril yang langsung merangkul bahunya.


Deril : "Sayang, apa kau sedang tidak enak badan? Biasanya kau tidak makan sebanyak ini."


Mila : "Aku baik-baik aja. Mungkin karena aku sedikit demam ya?"


Deril : "Tubuhmu memang agak hangat. Mungkin kau kena flu. Istirahatlah dulu. Biar aku yang bereskan semua ini."


Mila menyandar pada sofa yang nyaman, ia mulai memejamkan matanya. Padahal ia baru saja bangun tidur saat Deril pulang tadi.


Deril menatap Mila yang sudah tidur di sofa. Ia tersenyum dan mengangkat tubuh Mila masuk ke dalam kamar.


Deril : "Apa yang terjadi sama kamu, sayang? Semoga kamu baik-baik aja."


Mila menggerakkan tubuhnya dan berbalik tidur menyamping, Deril memeluknya dari belakang dan terlelap.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


Please vote poin buat karya author ya...


Makasi banyak...


-------

__ADS_1


__ADS_2