
Tak terasa bulan-bulan berlalu dengan cepat, kandungan Mila dan Cecil tinggal menghitung hari untuk lahiran. Tubuh Mila membengkak dengan baik sampai terlihat seperti boneka beruang besar.
Di dalam kandungannya ada dua bayi berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara Cecil tidak terlalu membengkak dan ia mengandung anak laki-laki.
Deril dan Aril semakin sibuk mengurus istri mereka yang tidak mau ditinggal sendiri. Bahkan tak jarang Mila ikut ke kantor Deril agar Deril tetap bisa menjaganya sambil bekerja.
Melihat sepupunya sudah mengandung, padahal dia yang duluan menikah, membuat Aliya sedikit khawatir. Aldo memang tidak menuntut agar Aliya segera hamil, tapi seharusnya dia bisa hamil kan?
Aliya mulai mencari informasi tentang dokter kandungan yang bagus. Ia ingin memeriksakan dirinya tanpa sepengetahuan Aldo.
Sebuah rumah sakit yang cukup terkenal di LN menghubungi Aliya untuk mengkonfirmasi jadwal kosong dokter kandungan yang dipilihnya.
Dan disanalah Aliya sekarang, duduk di ruang tunggu rumah sakit untuk menunggu gilirannya diperiksa.
Sebagai tes awal ada pengambilan darah dan urine, Aliya mengikuti setiap petunjuk dari petugas rumah sakit.
Setelah hasilnya keluar, Aliya membawanya menemui dokter kandungan. Semua hasil pemeriksaan Aliya normal termasuk USG.
Dokter kandungan akhirnya memberikan jadwal berhubungan badan pada Aliya yang seharusnya tidak dilakukan Aliya dan Aldo setiap hari.
Aldo selalu minta jatah setiap hari pada Aliya, kecuali saat Aliya datang bulan. Kini Aliya harus memikirkan alasan apa yang harus ia katakan pada Aldo agar tidak minta jatah setiap hari.
πππππ
Aldo baru pulang bekerja, ia sedikit kesal karena Aliya tidak mau pulang bersamanya. Aliya beralasan ia harus lembur karena pekerjaannya banyak sekali.
Aldo sampai harus menyiapkan makan malam sendiri dan makan sendiri. Bahkan sampai ketiduran di sofa karena terlalu lelah menunggu Aliya.
Hal ini terus berlangsung sampai jadwal yang diberikan dokter kandungan tiba. Aliya memutuskan pulang lebih cepat untuk mempersiapkan dirinya.
Ia membersihkan dirinya, menyiapkan makan malam romantis dan memakai pakaian tidur yang ehem.
Tepat jam 6 sore, Aldo pulang dari kantor. Ia menghidupkan lampu di ruang tamu dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Aldo menutup matanya dengan lengannya, ia sangat merindukan Aliya saat ini.
Aldo : "Al, kamu lagi ngapain? Aku kangen banget sama kamu."
Aldo merasakan tubuhnya ditimpa sesuatu. Ia membuka matanya dan melihat pemandangan yang mengejutkan.
Aldo : "Aliya??!!"
Aldo menepuk pipinya,
Aldo : "Aku gak lagi mimpi kan? Ini beneran."
Tangan Aldo membelai wajah Aliya yang tersenyum di depannya. Aliya mendekatkan wajah mereka dan mulai mencium Aldo.
Aldo : "Sayang, kamu..."
Aliya mencium Aldo dengan lembut, memeluk erat tubuhnya. Berbagi kerinduan yang sama-sama mereka rasakan.
Aliya : "Sayang, makan dulu ya. Kamu pasti lapar. Aku uda masak loh."
Aliya bangkit dari atas tubuh Aldo dan menariknya bangun. Mereka berjalan ke meja makan dan mulai makan malam dengan cepat.
__ADS_1
Aldo sampai tersedak karena tidak sabaran makan.
Aliya : "Sabar, sayang. Malam masih panjang, kok."
Aldo : "Kali ini aku mau sampai pagi..."
Aliya : "Besok kamu gak kerja?"
Aldo : "Aku cuti..."
Aliya : "Iya, sayang. Aku milikmu..."
Usai makan, Aldo menggendong Aliya ke dalam kamar mereka. Ia membaringkan Aliya diatas ranjang dan beranjak ke kamar mandi.
Aldo : Aku mandi bentar."
Aliya berbaring diatas ranjang, jantungnya berdebar sedikit kencang. Ia membayangkan apa yang akan dilakukan Aldo padanya nanti.
Aldo melihat Aliya berbaring terlentang di atas ranjang dengan mata menatap langit-langit kamar. Ia mendekati Aliya,
Aldo : "Sayang, katakan yang sebenarnya. Apa yang terjadi sama kamu?"
Aliya menatap Aldo yang hanya memakai handuk.
Aliya : "Sayang, aku mau bayi dari kamu."
Aldo : "Kita kan sudah membuatnya setiap hari. Tapi belum jadi aja."
Aliya : "Tapi dokter bilang gak bagus kalau tiap hari. Harus ada jeda, gitu. Tiga hari sekali atau saat aku masa subur."
Aldo : "Kamu ke dokter sendirian?"
Aldo : "Harusnya kita pergi bersama, sayang. Aku juga harus diperiksa."
Aliya hanya mengangguk, ia tidak kepikiran mengajak Aldo juga. Aliya menarik lengan Aldo hingga mereka terbaring diatas ranjang.
Aliya mulai menciumi bibir dan tubuh Aldo. Jujur ia juga merindukan Aldo. Mereka menikmati malam panjang yang panas.
-------
Aliya terbangun dengan tubuh remuk redam, pinggangnya sakit sekali dan ia kesulitan bangun dari ranjang.
Aldo yang sudah bangun duluan dengan tubuh sangat segar, menyiapkan sarapan romantis untuk mereka.
Aldo : "Sayang, jangan bangun dulu. Istirahat aja."
Aliya : "Aduh... pinggangku..."
Aldo : "Aku bantu ya."
Aldo mengangkat tubuh Aliya dan menyandarkannya di ranjang. Ia merapikan selimut yang masih menutupi tubuh Aliya dan meletakkan sarapan di depannya.
Aliya : "Semalam kau tidur jam berapa?"
Aldo : "Jam 12, sayang. Tapi aku membangunkanmu lagi jam 3 pagi."
__ADS_1
Aliya : "Pantas saja, tubuhku rasanya sakit semua."
Aldo : "Maaf, sayang. Aku tidak bisa mengontrolnya. Semoga setelah malam ini kita bisa mendengar kabar baik ya."
Aliya : "Iya, sayang."
-------
Beberapa minggu kemudian setelah kelahiran bayi Mila dan Cecil, Aliya bekerja seperti biasa. Deril sedang bersamanya di ruang kerja.
Aliya membawa beberapa kontrak yang sudah ia review dan meletakkannya diatas meja kerja Deril.
Tiba-tiba Aliya memegangi kepalanya, ia hampir jatuh kalau Deril tidak menyadari hal itu.
Deril : "Kamu kenapa? Aliya!"
Tubuh Aliya meluncur turun tak bertenaga, Deril segera mengangkat tubuh Aliya dan membaringkannya di sofa.
Deril : "Al, obatmu mana? Anemiamu kambuh lagi?"
Aliya : "Aku baru minum obat. Kepalaku pusing."
Deril menelpon dokter pribadinya dan memintanya segera datang. Deril juga menelpon Aldo. Kening Aldo mengkerut melihat nama Deril muncul di layar ponselnya.
Aldo : "Ya, Deril. Ada apa?"
Deril : "Halo, Aldo? Cepat datang ke kantor, Aliya pingsan."
Aldo : "Apaa??!! Aku kesana sekarang."
Dokter segera datang dan memeriksa keadaan Aliya. Aldo yang juga datang, langsung duduk di dekat Aliya.
Aldo : "Apa yang terjadi?"
Deril : "Aku juga tidak tau. Tiba-tiba dia bilang kepalanya pusing. Aku pikir anemianya kambuh lagi."
Mendengar suara Aldo, Aliya membuka matanya. Tapi ia kembali memicingkan matanya karena bayangan orang yang ia lihat menjadi dua.
Dokter : "Hmm, gejalanya sekilas mirip anemia, tapi bukan. Aliya sudah berapa lama tidak datang bulan?"
Aldo : "Dia terakhir datang bulan 5 minggu yang lalu, dok."
Dokter : "Sepertinya kamu sedang hamil, Al. Untuk memastikannya silakan lakukan test dengan test pack dulu."
Aliya melakukan test dibantu Aldo di kamar mandi dan hasilnya...
-------
Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.
Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dan βDuren Manisβ dengan cerita yang gak kalah seru.
Please vote poin buat karya author ya...
__ADS_1
Makasi banyak...
-------