Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak) - Memilikimu


__ADS_3

Aliya sudah memejamkan matanya, tertidur di samping tubuh Aldo yang sudah mendekapnya, menarik selimut menutupi tubuh mereka.


Aldo : “Aku mencintaimu, Aliya.”


Aldo merapikan rambut Aliya yang berantakan, ia melihat sekeliling kamar yang sangat indah seindah rasa yang membeludak di hatinya saat ini. Akhirnya ia bisa memiliki Aliya seutuhnya tanpa rasa khawatir atau takut saat mereka bersama.


Aliya tersenyum dalam tidurnya seolah merasakan hal yang sama dengan Aldo. Senyuman yang cantik membuat Aldo menunduk mencium bibir Aliya.


Istrinya itu sama sekali tidak terganggu, ia hanya menggeliat seperti bayi dan lanjut tidur lagi. Aldo tersenyum geli melihat reaksi Aliya. Ia ingin mengisengi istrinya itu tapi takut krna tendang.


Kamar itu benar-benar gelap sekarang, lilin-lilin sudah padam dan satu-satunya lampu penerangan mereka berasal dari luar kamar hotel itu.


Aldo mulai merasakan kantuk yang teramat sangat. Ia menguap beberapa kali dan jatuh tertidur sambil memeluk pinggang Aliya.


--------


Jam 3 pagi, Aldo membalik tubuhnya dan merasakan Aliya tidak ada di dekatnya. Sambil menggeliat, Aldo membuka matanya, ia melihat sekeliling.


Aldo : “Aliya? Kamu dimana?”


Aldo mengedarkan pandangannya namun tidak mendapati jejak Aliya dimanapun.


Aldo : "Al?"


Suara air di kamar mandi menarik perhatian Aldo, ceklek! Pintu kamar mandi terbuka. Aliya keluar berbalut handuk, ia mengambil pakaian tidurnya dan memakainya.

__ADS_1


Aldo : “Sayang, sini.”


Aliya : “Kamu kok bangun? Aku mandi tadi, badanku lengket semua.”


Aliya duduk di atas ranjang, membiarkan Aldo memeluk tubuhnya.


Aldo : “Hmm.. wanginya… Kok gak ngajak aku mandi?”


Aliya : “Tidurmu lelap sekali…”


Aldo : "Masih dini hari, ayo tidur lagi."


Aliya : "Bentar aku keringin rambut dulu."


Aliya mendekati meja nakas, ada hair dryer disana. Setelah menghidupkan hair dryer itu, Aliya mulai mengeringkan rambut panjangnya.


Aldo : "Iya ya."


Aldo berjalan masuk ke kamar mandi, dan keluar beberapa saat kemudian, sementara Aliya menarik seprai yang kotor dan meletakkannya di sudut kamar.


Untung saja banyak lapisan yang dipasang diatas ranjanya itu, jadi masih nyaman dipakai tidur.


Aldo melihat Aliya merapikan tempat tidur yang sempat mereka kacaukan tadi. Ia memeluk Aliya dari belakang.


Aldo : "Al, makasih uda mau terima aku. Meskipun aku tau kadang sikapku suka menyebalkan, kamu tetap mau jadi istriku."

__ADS_1


Aliya : "Aku gak punya pilihan lain..."


Aldo : "Maksudmu kalau ada pilihan lain, kau gak akan jadi istriku?" Aldo menatap tajam mata coklat Aliya.


Aliya : "Meskipun ada banyak pilihan lain, aku akan tetap memilihmu, Al. Kau selalu membuatku jatuh cinta sampai lupa rasanya sakit hati."


Aldo : "Maafkan aku ya..."


Aliya : "Tapi bilang makasi, sekarang maaf, bentar lagi pasti bilang tolong."


Aldo : "Kok tahu? Dan tolong cium aku, sayang..."


Aliya : "Cium lagi... Aku ngantuk ach."


Aldo tersenyum, ia menunduk mencium bibir Aliya sambil mengusap kepalanya lembut.


Mereka sama-sama terlelap, melanjutkan tidur mereka yang sempat tertunda. Perlahan langit malam berubah warnanya menjadi kuning keemasan.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.

__ADS_1


-------


__ADS_2