
Joya : “Oh, gitu. Kenapa gak dijebak aja, mas?”
Boy : “Caranya?”
Joya membeberkan satu rencana yang keliatannya mudah tapi sebenarnya cukup sulit. Semua
orang yang Boy percaya harus bergerak bersamaan. Dan mereka perlu bantuan
Melinda dan Azriel untuk pura-pura menjadi calon client besar. Boy kagum pada
kemampuan berpikir Joya yang cepat. Salah satu hal yang membuatnya tertarik
pada gadis ini dulu.
Boy : “Apa kau bisa cuti lagi besok? Bantu aku dulu.”
Joya : “Sebenarnya gak bisa sich, mas. Tapi mas kan pemegang saham disana. Liburan
kemarin juga kan mas yang ngatur.”
Boy : “Hehe. Lupa, gak perlu ijin ya. Kamu yakin masih mau kerja?”
Joya : “Kenapa? Mas gak mau aku kerja?”
Boy : “Maksudku, lebih baik kamu berhenti. Urus rumah ini sambil temani ibu. Urus aku juga dan
perusahaan.”
Joya : “Mas mau aku kerja di perusahaan mas?”
Boy : “Nggak. Cukup jadi penasihatku aja. Aku dah punya Rian sama sekretaris Carol, kan. Kamu
dirumah layani aku.”
Joya : “Iya, besok aku kirim surat pengunduran diri. Tapi aku masih harus kerja beberapa
minggu disana. Sampai penggantiku siap. Kasian pak manager, ntar stress.”
Boy mencium kening Joya, punya istri cantik dan pintar, Boy sangat bahagia. Apalagi Joya
selalu berusaha menyenangkan dirinya sebagai suami dan menuruti kata-kata Boy.
Mereka mulai terlelap masih berpelukan.
*****
Keesokan harinya, Ny. Besar bingung melihat Boy dan Joya turun dengan balutan baju
santai. Mereka bergabung di meja makan untuk sarapan bersama.
Ny. Besar : “Joya, kamu gak kerja? Boy juga?”
Joya : “Hari ini masih cuti, bu. Mau bantu mas Boy dulu.”
Ny. Besar : “Oh, ada masalah apa?”
Boy : “Masalah perusahaan, bu. Ibu tahu Pak Joni?”
Ny. Besar : “Pak Joni? Dia yang dulu jadi manager keuangan?”
Boy mengangguk. Ia menceritakan secara singkat tentang temuan Niken dan Rian. Dan saat ini
mereka sedang mencari bukti untuk bisa memecat Pak Joni dan melaporkannya.
Ny.Besar hanya berpesan agar Boy berhati-hati karena bisa saja Pak Joni jadi nekat.
__ADS_1
Joya dan Boy saling pandang dan mengangguk. Mereka menyelesaikan sarapan dengan cepat dan masuk ke
ruang kerja papa Boy untuk mulai bekerja.
Boy menelpon orang-orang kepercayaannya dan memberi tahukan rencana awal Joya. Ia lanjut menelpon
Melinda dan Azriel untuk meminta bantuan berpura-pura menjadi calon client baru Boy.
Joya mengirimkan contoh e-mail yang harus dikirimkan Azriel ke e-mail perusahaan Boy.
Tim marketing Boy langsung merespon e-mail itu dan mengarahkan asisten Pak Joni untuk mengatur
pertemuan antara Pak Joni dengan Azriel sore itu juga. Pak Joni tampak senang
dengan perkiraan nilai proyek yang dikatakan asistennya.
Nando yang ikut meeting dadakan, memasang perekam pada ponselnya dan diam-diam meletakkan CCTV
di ruangan itu agar Boy bisa memantau jalannya meeting. Mereka bisa mendengar
dengan jelas kalau Pak Joni memerintahkan untuk memanipulasi nilai proyek
hingga mereka bisa mendapatkan keuntungan sampai 30%.
Tentu saja mereka akan mengganti bahannya dengan yang lebih murah tapi terlihat sama.
Nando terlihat memanas-manasi Pak Joni agar semakin bersemangat untuk
mengerjakan proyek itu dengan cepat.
Boy : “Gila. Kalau sudah menyangkut uang, apa saja bisa dilakukan termasuk mengurangi upah
pekerja. Pantas saja di pabrik banyak yang gak betah kerja.”
Boy : “Dengan bantuan semua orang dan juga kamu, kita pasti bisa menangkap basah mereka.”
Boy terus memperhatikan layar monitor sementara Joya mengawasi e-mail dan telpon masuk
dari Melinda yang terus bertanya apa yang harus dikatakan Azriel nanti.
Sekali lagi Joya menjelaskan perlahan kalau Azriel hanya perlu mengatakan apa yang ia
inginkan sesuatu dengan e-mail dan mendengarkan Pak Joni membeberkan semuanya.
Sore hari, Boy merenggangkan bahunya yang kaku. Joya menyodorkan segelas kopi padanya. Bekerja
dari rumah ternyata sama capeknya dengan datang ke kantor. Boy melihat CCTV
kantornya, sekretaris Carol tampak bolak-balik ke kantor Boy hanya untuk
mencari dokumen yang diminta Boy untuk di scan.
Boy menelpon sekretarisnya itu,
Boy : “Sekretaris Carol, pakai flatshoes saja. Kakimu akan bengkak kalau kau terus
bolak-balik seperti itu.”
Carol dadah-dadah ke CCTV diatasnya dan mengatakan apa dia boleh nyeker dulu karena
tidak membawa flatshoes. Boy mengiyakan dan Carol menanyakan keberadaan Joya.
Boy memberikan telponnya pada Joya.
Joya : “Ya, Carol?”
__ADS_1
Carol : “Ny. sudah makan? Apa perlu saya kirimkan jus alpukat lagi?”
Joya : “Kau ini. Ya, aku sudah makan. Justru kau yang kulihat belum makan.”
Carol : “Saya akan makan sebentar lagi. Saya akan makan disini sambil mengawasi kantor.”
Carol menyudahi pembicaraan dengan Joya dan kembali mengerjakan tugasnya.
Joya : “Mas, Carol itu single?”
Boy : “Ya. Kenapa? Cemburu? Akan kuganti dia kalau kau tidak suka.”
Joya : “Bukan gitu. Dia sangat perhatian sama aku. Dia ingat aku suka jus alpukat.”
Boy : “Jangan terlalu akrab dengannya.”
Joya : “Kenapa?”
Boy : “Kau ini istriku, bukan teman dekatnya.”
Joya : “Oh, mas cemburu?”
Joya tersenyum lebar. Bagaimana bisa Boy cemburu pada Carol. Boy menarik Joya agar duduk di
pangkuannya. Ia menempelkan wajahnya ke dada Joya yang merasa geli. Ketika Boy
ingin menarik kaos Joya ke atas, Joya melihat seseorang menghampiri Carol.
Joya : “Mas, itu siapa?”
Boy : “Mana?”
Boy memperhatikan CCTV, jelas kalau itu seorang pria.
Boy : “Nando? Sedang apa dia disana?”
Joya : “Dia memberikan kotak makan pada Carol. Mereka ada hubungan?”
Boy : “Aku gak tau. Itukan kehidupan pribadi mereka.”
Joya : “Oh, ya ampun. Dia mencium tangan Carol dan pergi gitu aja. Apa mereka pacaran?”
Boy : “Sayang, kenapa kau kepo sekali?”
Joya : “Bukannya itu bagus kalau mereka pacaran?”
Boy tidak berkomentar lagi. Ia kembali memperhatikan CCTV di ruang meeting. Sebentar lagi
Azriel akan datang dan mereka bisa memainkan trik berikutnya.
Baru saja Boy memikirkan Azriel, orangnya muncul di CCTV bersama Pak Joni. Nando juga ikut
bergabung dengan mereka. Ia memasang penyadap di saku jasnya sehingga Boy dan
Joya bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
Boy : “Sepertinya Azriel berbakat bersandiwara. Kata-katanya terdengar alami.”
Joya : “Ya. Dan sepertinya Pak Joni mulai masuk perangkap. Nilai proyeknya besar sekali ya.”
*****
Klik profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa
tinggalkan jejakmu). Tq.
__ADS_1