
Joya : “Nah,
akhirnya ketemu juga.”
Joya menutup
mulutnya dengan tangan. Ia melirik ke atas ranjang, Boy tampak berbalik badan
menghadap kearahnya. Tapi matanya masih terpejam.
Joya : “Fiuh...
hampir saja. Aku harus menyimpannya ditempat lain atau hadiah ini akan
ditemukan mas Boy.”
Joya celingukan
mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan hadiah Boy. Ia melihat ada rak di
bawah nakas dan meletakkan hadiah itu disana.
Joya :
“Sepertinya akan aman disini. Lanjut tidur ach.”
Setelah Joya
berbaring di sampingnya, Boy membuka matanya dan tersenyum melirik rak dibawah
nakas.
Boy : “Disitu
rupanya kau menyimpan kado untukku.” gumam Boy dalam hati. Ia membalik
tubuhnya lagi dan memeluk tubuh Joya yang mulai terlelap ke alam mimpi.
*****
Pagi hari, pagi
yang sangat indah karena Joya terbangun dalam keadaan yang sangat segar. Ia
melihat ke samping, Boy masih tidur. Joya mengamati wajah ganteng Boy, tidur
aja ganteng.
Ia menyusuri
wajah Boy dengan jemarinya,
Joya : “Mas
Boy...”
Boy hanya
menggeram saat dirinya dipanggil.
Joya : “Mas...”
Joya semakin
berani menoel-noel pipi Boy. Segala resikonya karena mengganggu tidur suaminya
ini akan ia tanggung sendiri nanti.
Joya : “Mas,
bangun...”
Boy : “Hmm...
apa?”
Boy terbangun
dan melihat wajah cantik Joya sedang tersenyum menatapnya.
Boy : “Cantik
banget. Pagi, sayang.”
Joya : “Pagi,
mas. Selamat ulang tahun. Semoga kamu selalu sehat dan perkasa, kuat dan
bertenaga, selalu bahagia dan sukses dalam apapun.”
Boy :
“Apa-apaan ucapan selamat seperti itu. Kalimatmu menggodaku, sayang.”
Joya : “Tuch,
kan. Tangannya tidak bisa dikondisikan dengan baik.” gumam Joya dalam hati.
Boy : “Apa kita
bisa... pagi ini...?”
Joya : “Kita
harus ke kantor dan ini sudah hampir siang, mas. Nanti malam, ya?”
Boy : “Kau yang
minta ya.”
Joya : “Aku
tidak... maksudku...”
Boy tidak
mendengarkan penjelasan dari Joya lagi. Ia masuk ke kamar mandi dan segera
mandi dengan cepat. Keluar dari kamar mandi, Joya sudah menyiapkan pakaian dan
perlengkapan suaminya.
__ADS_1
Joya : “Aku
mandi dulu ya, mas.”
Boy : “Aku kira
kau sudah mandi tadi. Tau gitu kan mandi sama-sama.”
Joya : “Ntar
telat, mas.”
Boy segera
memakai pakaiannya, ia ingin melihat Joya berganti baju di depannya. Sambil
duduk di sofa, Boy menunggu Joya keluar. Saat pintu kamar mandi terbuka, Joya
keluar dengan tubuh berbalut handuk mini.
Boy tersenyum
melihat Joya berjalan cepat ke lemari dan mengambil pakaiannya.
Boy : “Kamu mau
kemana?”
Joya : “Mau
pakai baju, mas.”
Boy : “Pakai
disini, sekarang.”
Joya : “Mas
keluar dulu sana, aku malu.”
Boy : “Bagian
mana lagi yang belum kulihat, cepat pakai baju disini atau aku lepas lagi
bajuku nich.”
Joya melihat
Boy hampir menarik dasi yang sudah rapi dipakainya.
Joya : “Iya,
iya... sabar.”
Joya menahan
malunya karena harus berpakaian di depan Boy. Suaminya itu bahkan menarik
selimut yang ia pakai menutupi tubuhnya saat ia sedang memakai pakaian dalam.
Boy : “Untuk
seterusnya wajib begini ya.”
Joya : “Iya,
Joya : “Ya,
ampun malunya. Meski sudah suami istri, tapi aku risih dipandangi begitu sama
mas Boy. Mana tangannya gak bisa diem, bikin jantungan aja.”
Joya akhirnya
selesai memakai bajunya, ia menyisir rambutnya dengan cepat dan memakai lipstik
setelah mengoleskan pelembab ke wajahnya.
Boy : “Kamu
cuma pakai itu aja?”
Joya : “Iya,
mas. Kenapa? Jelek ya?”
Boy : “Aku kira
kau pakai banyak alat make up seperti mb Putri.”
Joya : “Aku
biasanya cuma pakai pelembab tanpa lipstik, mas. Kalau terlalu pucat, baru
pakai blush on sedikit dan lipstik.”
Boy menatap
wajah Joya yang cantik alami, ibunya juga sama seperti Joya. Tidak banyak
memakai make up tapi tetap terlihat cantik.
Boy : “Trus,
mana kadoku?”
Joya : “Kado
mas? Nanti sore ya. Kan pestanya nanti sore.”
Boy : “Kalau
gitu aku harus dapat DP-nya dulu.”
Joya : “DP?
Memangnya mau nyicil mobil? Hihi...”
Boy : “Aku
harus minta jaminan kalau akan ada kado untuk nanti. Tahun lalu kau tidak
__ADS_1
memberiku kado.”
Joya : “Aku
sudah menyiapkannya, tapi mas pergi gitu aja. Ngambek.”
Boy : “Kau kan
bisa menaruhnya di kamarku.”
Boy memencet
hidung Joya dengan gemas.
Joya : “Ntar
kadoku dibuang lagi. Lagian kadonya mahal, jadi aku simpan lagi.”
Boy : “Kalo
gitu, kadoku tahun ini double ya?”
Joya : “Apa?
Tapi...”
Boy : “Ayo
cepat sarapan, kita berangkat ke kantor.”
Joya mengikuti
langkah Boy yang sudah menariknya keluar dari kamar. Mereka sarapan bersama dan
pergi ke kantor bersama. Boy mengantar Joya dulu ke kantornya dan berbalik arah
menuju kantornya sendiri.
*****
Jam 3 sore,
Joya bersiap-siap untuk pulang. Ia sudah mendapat ijin pulang cepat dengan
alasan Boy ulang tahun. Semua orang di kantor itu sudah mengetahui kalau Joya
menikah dengan salah satu pemegang saham
di perusahaan itu. Jadi kalau menyangkut tentang Boy, bahkan direktur juga
tidak bisa berkata apa-apa.
Meskipun
menjadi istri pemegang saham, Joya tidak pernah bertingkah sombong dan angkuh.
Ia sangat ramah dengan siapapun termasuk OB dan security.
Joya berjalan
ke loby kantornya, ia menunggu Rian yang sedang dalam perjalanan menuju
kantornya. Tadi Rian sempat menelpon dan mengatakan akan menjemput Joya
sekalian membawa barang pesanan Ny. Besar untuk pesta ulang tahun Boy.
Security : “Mb
Joya lagi nunggu siapa?”
Joya : “Eh,
pak. Saya lagi nunggu jemputan. Bapak giliran shift sore ya. Gimana kabar istri
bapak? Sudah sehat?”
Security : “Iya,
bu. Terima kasih banyak sudah membantu biaya pengobatan istri saya. Sekarang
dia sudah sehat kembali.”
Joya :
“Syukurlah kalau begitu, pak. Itu jemputan saja sudah datang. Saya pulang dulu,
ya pak.”
Security
membukakan pintu untuk Joya dan mobil meluncur keluar dari halaman kantor Joya.
Joya : “Kak
Rian, masih ada lagi yang perlu diambil gak?”
Rian : “Tidak
ada, nona. Sudah semua.”
Mereka segera
sampai di rumah Ny. Besar yang sedang sibuk dengan persiapan pesta sederhana
untuk ulang tahun Boy. Pesta ulang tahun yang hanya akan dihadiri keluarga
terdekat saja. Boy tidak mau mengundang relasinya karena memang sejak dulu
ulang tahun Boy satu-satunya yang tidak dihadiri orang luar.
Boy tidak suka
ketika ia sedang menikmati pesta ulang tahunnya, ia harus sibuk menemani para
tamu undangan. Boy akan duduk bersama Ny. Besar dan mengobrol sampai keduanya
mengantuk.
*****
Klik profil
__ADS_1
author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan
jejakmu). Tq.