
Yang penasaran
dengan ceritanya Rian dan Niken, monggo... ditunggu.
*****
Joya naik ke
lantai 2 dan masuk ke kamarnya, ia melihat Boy masih anteng tidur dibawah
selimutnya.
Joya : “Mas...
Mas bangun, udah siang.”
Boy : “Hmm...
Pagi, sayang.”
Joya : “Ayo,
bangun mas. Mandi dulu.”
Joya bangkit
dari sisi Boy, tapi Boy menarik tangannya. Boy memeluk erat pinggang Joya,
Boy : “Makasih
kadonya, sayang.”
Joya : “Iya,
sama-sama, mas.”
Boy : “Dan juga
kado tahun lalu.”
Joya mendorong
Boy, melepaskan pelukan mereka.
Joya : “Mas uda
ketemu kadonya? Kenapa gak bilang?”
Boy : “Kalau
aku bilang, apa aku akan mendapatkan kado terindah seperti semalam? Lagian aku
sudah memakainya dari habis mandi, masa kamu gak lihat?”
Joya : “Aku
kira mas pakai jam tangan yang biasanya.”
Boy : “Sayang, mandiin
dong. Dingin nich.”
Joya langsung
bangkit dari atas ranjang dan berjalan cepat ke pintu keluar.
Joya : “Gak mau
ach, nanti aku telat ngantor, mas.”
Boy : “Kita kan
berangkat sama-sama, sayang.”
Joya sudah
keluar dari kamar mereka dan berjalan menuruni tangga.
*****
Dipagi yang
sama, tapi beda rumah, Niken sedang membuat sarapan di dapurnya. Ia menyelesaikan
pekerjaannya dengan cepat sambil sesekali mengelap perabotan rumah. Sementara
Rian, baru selesai mandi, ia sedang memakai kemejanya saat Niken masuk ke dalam
kamar mereka.
Rian melirik
Niken yang berjalan masuk sambil melepas piyama tidur yang dipakainya. Niken
mencium bau rambutnya yang berbau masakan,
Rian : “Kamu
udah mandi?”
Niken : “Belum.
Ini baru mau mandi.”
Rian : “Sarapannya
uda siap?”
Niken : “Udah.
Makan aja duluan.”
Niken hampir
masuk ke kamar mandi ketika Rian memanggilnya lagi,
Rian : “Niken...”
Niken : “Ya?”
Niken menoleh
menatap Rian, ia melihat Rian mendekatinya sambil melepas kemeja yang sudah dipakainya.
Rian : “Aku
boleh ikut mandi?”
Niken : “Bukannya
__ADS_1
kamu baru selesai mandi?”
Rian : “Aku mau
nanya sama kamu, apa status kita?”
Niken : “Status
apa? Kamu ngomong apa sich?”
Rian : “Niken,
kita ini suami istri. Kamu gak bisa ya bertingkah seperti seorang istri?”
Niken : “Maksudmu
apa?”
Rian mendorong
Niken masuk ke kamar mandi dan mengukungnya ke dinding. Melihat Rian mendekat,
Niken spontan memalingkan wajahnya sambil memejamkan mata. Rian yang melihat
reaksi Niken, tersenyum miris dan menunduk.
Rian : “Aku
berangkat duluan. Kamu bawa mobilnya ya.”
Rian keluar
dari kamar mandi dan segera berpakaian, ia memanggil taxi online yang datang
dengan cepat dan membawanya ke kantor.
*****
Sepeninggalan
Rian, Niken memikirkan maksud kata-kata Rian yang belum jelas.
Niken : “Bukannya
aku sudah berperan jadi istri yang baik? Aku menjaga kebersihan rumah, memasak,
dan mengurus keperluan Rian. Apalagi?”
Sungguh Niken
bingung karena ini pertama kalinya dia berstatus istri orang. Disaat begitu,
Niken teringat Joya. Ia mandi dengan cepat dan segera berpakaian. Niken
mengambil ponselnya dan menelpon Joya yang saat itu sedang dalam perjalanan ke
kantornya bersama Boy.
Joya : “Halo,
kak Niken. Apa kabar?”
Niken : “Baik, Joya.
Eh, maksudku nyonya.”
Joya : “Kakak
Niken : “Aku
serius, nyonya. Maaf aku lupa dengan statusmu.”
Joya : “Berhenti
memanggilku nyonya. Kak Rian saja sudah membuatku stress setiap dia memanggilku
nyonya. Ada apa, kak?”
Niken : “Baiklah.
Apa kau sibuk? Aku ingin mengajakmu makan siang.”
Joya : “Boleh.
Dimana kak?”
Niken : “Nanti
siang aku jemput ya. Ada hal penting juga yang harus kutanyakan padamu.”
Joya : “Ok,
kak. Sampai ketemu.”
Joya memasukkan
kembali ponselnya ke dalam tas, Boy melirik Joya,
Boy : “Kenapa
Niken telpon?”
Joya : “Dia
mengajakku makan siang, mas.”
Boy : “Untuk
apa?”
Joya : “Apa aku
gak boleh makan siang dengan Niken?”
Boy : “Bukan
gak boleh. Tumben dia ngajak kamu makan siang. Aku juga ikut ntar.”
Joya : “Mas,
kasi kesempatan kami para wanita ini untuk keluar berdua. Boleh ya?”
Boy : “Justru
karena kalian cuma pergi berdua, aku jadi gak tenang.”
Joya : “Kami
cuma makan siang dan ngobrol saja. Apa masalahnya, mas?”
__ADS_1
Boy : “Ach, sudahlah.
Kamu boleh pergi sama Niken. Tapi ingat kabarin aku.”
Joya : “Iya,
mas sayang.”
Boy : “Ada
maunya baru manggil sayang.”
Joya terkikik
geli melihat Boy merajuk padanya. Mereka sampai di depan kantor Joya. Boy
menunggu Joya turun dari mobil dan berjalan sampai ke lobby. Rio yang kebetulan
juga baru sampai, berpapasan dengan Joya.
Boy menunggu
reaksi Rio dan Joya, ia melihat dengan jelas saat Rio menunduk sekilas pada
Joya dan berjalan cepat masuk ke dalam kantornya. Joya berbalik, melambaikan
tangan pada Boy yang sudah tersenyum manis padanya.
*****
Setengah jam
sebelum jam makan siang, Niken menelpon Joya,
Niken : “Joya,
aku sudah di parkiran kantormu. Kamu bisa turun sekarang?”
Joya : “Ok,
kak. Aku turun sekarang.”
Niken menunggu
10 menit dan melihat Joya celingukan mencari dirinya. Niken menurunkan kaca
mobil Rian dan melambaikan tangannya pada Joya.
Niken : “Joya,
sini.”
Joya : “Kak
Niken. Apa kabar?”
Niken : “Baik,
Joya. Kita jalan sekarang?”
Joya : “Iya, kak.
Kita mau kemana?”’
Niken : “Kita
ke rumah makan deket sini ya. Gak keberatan kan makan ditempat sederhana.”
Joya : “Kakak
nich, demen banget ya ngeledek aku. Aku gak akan berubah, kak.”
Niken : “Iya,
aku tau. Maaf ya.”
Keduanya segera
meluncur menuju rumah makan terdekat dari kantor Joya. Sampai di depan rumah
makan, Niken memarkir mobilnya di tempat parkir yang kosong. Mereka berdua
masuk ke dalam rumah makan itu dan mulai memesan makanan.
Joya : “Aku mau
coba soto ayamnya. Kakak mau apa?”
Niken : “Lalapan
ayam enak kayaknya. Pedes ya.”
Setelah memesan
makanan dan minuman yang mereka inginkan, Joya menatap Niken.
Joya : “Ada apa
nich, kak?”
Niken : “Maaf
ya, Joya. Aku ngerepotin kamu. Habisnya aku gak tahu harus curhat sama siapa
lagi. Masalahku ini gak bisa dibicarakan dengan orang sembarangan.”
Joya : “Kok aku
jadi tegang ya, kak. Ada apa, kak? Ada hubungannya sama kak Rian?”
Niken : “Iya.
Ini masalah rumah tanggaku dengan Rian. Aku bingung gimana jelasinnya ya.”
Obrolan mereka
terhenti saat pelayan datang membawakan pesanan minuman mereka. Mereka bahkan
tidak mengetahui kalau gerak-gerik mereka terus diawasi seseorang.
*****
Kira-kira Niken
kenapa ya?
Klik profil
author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan
__ADS_1
jejakmu). Tq.