
Eps. 20 – Minta penjelasan
Charlie
mengabaikan Dita juga. Ia masih kesal sekaligus penasaran dan ia menahan
dirinya sampai waktu makan malam nanti. Dita yang dicuekin Charlie, mengetuk
pintu ruang kerja Nanda dan mendengar Nanda menyuruhnya masuk.
Setengah jam lebih
Dita berada di dalam sana. Nanda bukan hanya membahas masalah pekerjaan tapi
juga membahas tentang Charlie. Dita mengatakan terus terang kalau ia hanya
bersenang-senang dengan Charlie dan hubungan mereka tidak bisa berkembang jadi
sesuatu yang serius.
Nanda memperingatkan
Dita agar jangan mempermainkan perasaan Charlie dan Dita mengatakan dengan
tegas kalau dia sudah memperingatkan Charlie agar tidak jatuh cinta padanya.
Untuk masalah lainnya, Dita merasa tidak ada yang perlu dibahas.
Ketika Dita
keluar dari ruang kerja Nanda, ia berpapasan dengan Charlie yang langsung
menariknya ke dalam ruangannya. Charlie menutup pintu, menyembunyikan tubuh
mereka berdua di balik pintu dan membekap mulut Dita.
Dita yang
sangat terkejut, refleks menginjak sepatu Charlie dengan tumit sepatunya.
Charlie meringis kesakitan, “Apa kau sudah gila? Kenapa menginjakku?”
“Kau yang gila.
Ini di kantor. Kamu mau apa?”
“Kau membuatku
gila. Ada hubungan apa kau dengan Steven?”tanya Charlie tidak sabaran.
“Bukan
urusanmu.”
“Aku tidak
__ADS_1
keberatan melakukannya disini live. Meskipun aku akan dituduh melecehkanmu.”
Dita menahan
tangan Charlie yang hampir merobek blus-nya. Ia mengelus pipi Charlie dan
mencumbu pria itu dengan panas. Saat Charlie lengah, Dita membuka pintu ruang
kerja Charlie dan berlari keluar dengan cepat.
“Dita!”Charlie
sangat geram merasa dipermainkan Dita.
Charlie
mengambil ponselnya, ia memerintahkan untuk menculik Dita dan membawanya ke
apartment Charlie. Nanda yang mendengar perintah Charlie, menahan pria itu yang
hampir pergi dengan emosi.
“Charlie, selesaikan
dengan kepala dingin. Kamu tidak bisa memaksa Dita kalau dia keberatan
berhubungan denganmu.”
“Saya hanya
muda. Saya tidak akan menyakiti Dita.”
Nanda meminta
Charlie melakukannya dengan cepat karena mereka masih harus menjemput Nadia di
sekolah. Charlie kembali ke apartmentnya. Ia masuk ke kamarnya dan melihat Dita
sudah ada disana. Kedua tangannya diikat di masing-masing sisi tempat tidur.
Charlie melongo
melihat penampilan Dita yang hanya memakai pakaian dalamnya. Sepertinya orang
yang ia suruh sudah salah paham dan mengira Charlie ingin meniduri Dita. Tapi
tidak bohong kalau Charlie menginginkan Dita setelah melihat kondisinya terikat
seperti itu.
“Charlie!
Lepasin aku! Kerjaanku masih banyak, kenapa kamu suruh orang-orang itu
menculikku?”
__ADS_1
“Kau harus
cerita siapa Steven? Apa hubungan kalian?”
“Steven, mantan
pacarku! Puas kau! Lepasin aku!”teriak Dita kesal.
“Mantan pacar?
Apa dia lebih hebat dari aku?”tanya Charlie sambil melepas pakaiannya.
“Aku gak mau
jawab. Charlie, lepasin aku dong. Aku kan uda jawab jujur.”
Dita dibuat
kelimpungan dengan Charlie yang tiba-tiba menyerangnya tanpa melepas ikatan di
tangan Dita. Sensasi yang Dita rasakan membuatnya bergairah juga. Mereka
melakukannya sampai Dita lemas tak berdaya.
Melihat jam
yang mepet, Charlie melepas ikatan tangan Dita dan membawanya masuk ke kamar
mandi. Ia merapikan kembali penampilan Dita dan mereka kembali ke kantor. Dita
berusaha berjalan normal sambil menahan sakit di pinggangnya. Kakinya masih
gemetar karena serangan Charlie 2 jam tanpa jeda.
Melihat Charlie
kembali dengan senyum mengembang, Nanda tahu kalau masalah mereka sudah selesai
diatas ranjang. Mereka segera keluar dari kantor untuk menjemput Nadia.
Ketika jam
pulang kantor, Carol, Nando, dan Steven pulang bersama ke rumah Nanda. Dita
mengatakan kalau ia akan datang kesana sedikit terlambat karena pekerjaannya
cukup banyak tertunda. Charlie yang ingin meminta maaf, kembali ke kantor dan
membujuk Dita untuk pergi ke villa Nanda bersamanya.
*****
Klik
profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa
__ADS_1
tinggalkan jejakmu). Tq.