Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Pertu vs Jamu


__ADS_3

Eps. 20 – Pertu vs Jamu


Ana : “Semuanya?”


Nanda : “Ya,


semuanya tanpa terlewatkan satu pun.”


Ana meminta


Nanda mencari perempuan diluar sana yang bisa mengajari Nanda bercinta. Ana


tidak bisa melakukannya karena dirinya juga minim pengalaman. Ia hanya tahu


beberapa trik saja karena teman-teman dekatnya sudah berubah jadi ibu-ibu


mesum.


Mereka bahkan


tidak segan menceritakan dengan detail percintaan panas dengan suami mereka


masing-masing. Ana sampai harus gigit jari sendiri karena tidak bisa


mempraktekkannya. Apa ini saat yang tepat untuk mempraktekkannya?


Ana : “Apa tuan


akan menikahi saya?”


Nanda : “Ya. Kita


bisa nikah besok. Atau malam ini juga. Charlie sudah menyiapkan dokumennya.”


Ana : “Mana?”


Nanda : “Kau


mau menikah sekarang?”


Ana : “Tuan kan


mau tau itu. Nanti kalau kita sudah selesai dan tuan tidak mau menikahi saya,


gimana?”


Nanda mengambil


ponselnya, ia menelpon Charlie dan meminta Charlie membawakan dokumen


pernikahan dan makan malamnya ke kamar. Charlie sampai hampir menjatuhkan


ponselnya mendengar bentakan Nanda.


Nando : “Apa


yang terjadi?”


Charlie : “Tuan


muda pertama mau menikah sekarang juga, tuan muda kedua.”


Nando &


Carol : “Apa??!!”


*****


Ana


menandatangani dokumen pernikahannya dengan Nanda. Nanda menandatanganinya juga


dan memberikan semua dokumen itu kembali pada Charlie.


Nanda : “Sudah.


Daftarkan malam ini juga. Untuk ijabnya samaan saja dengan Nando. Atau kamu mau


pesta besar-besaran?”


Ana menggeleng,


ia sudah menikah dua kali. Terlalu memalukan kalau harus pesta lagi.


Charlie :


“Baik, tuan muda pertama. Silakan dinikmati makan malamnya. Perlu saya siapkan


yang lainnya, tuan muda?”


Nanda : “Jangan


biarkan siapapun mengganggu kami malam ini. Minta Nadia tidur lebih cepat.”


Charlie :


“Baik, tuan muda pertama.”


Charlie


tersenyum melihat Nanda sudah menikah dan tidak sabaran melalui malam pertama


pernikahannya. Ana menusuk potongan sosis di piringnya dengan sadis. Ia tidak


menyangka bisa menyetujui pernikahan dengan Nanda padahal mereka baru kenal,

__ADS_1


cuma gara-gara nafsu setan dan rasa penasarannya.


Ana : “Tuan


Nanda, apa pekerjaan tuan?”


Nanda : “Aku


bekerja di bilang IT.”


Ana terus


menanyakan pertanyaan-pertanyaan dasar yang berkaitan dengan Nanda sampai Nanda


menyuruhnya agar cepat makan. Mereka harus segera mulai melakukan apa yang


membuat Nanda penasaran.


Ana terpaksa mempercepat


makannya. Nanda memanggil pelayan untuk membereskan semuanya sementara Ana


masuk ke kamar mandi membawa titipan Carol. Mata Ana melotot melihat isi


bungkusan yang diberikan Carol.


Ana : “Hah. Ini


sangat memalukan. Bagaimana bisa Carol menyuruhku memakai baju ini? Ini bukan


baju tapi saringan. Kenapa bisa setipis ini?”


Ana memakai


juga lingerie itu dan menutupi tubuhnya dengan handuk yang ada disana. Nanda


mengkerutkan keningnya melihat Ana keluar memakai handuk.


Nanda : “Mana


bajumu? Kenapa cuma pakai handuk?”


Ana : “Tuan


ganti baju dulu sana. Bukannya tuan belum mandi?”


Nanda : “Ach,


iya. Aku belum mandi. Tunggu ya. Jangan keluar kamar.”


Ana : “Iya,


saya tunggu disini.”


Ana berbaring diatas


dulu. Tapi Ana berpikir dirinya terlihat murahan kalau berpose seperti itu. Ia


duduk kembali, mengambil bantal menutupi tubuhnya.


Ana melihat


sekeliling kamar itu, ia ingin melihat keluar jendela. Ana mengintip ke balik


korden, ia bisa melihat halaman yang luas dan bulan bersinar penuh. Kekaguman


terpancar dari mata Ana melihat keindahan di depan matanya.


Nanda : “Apa


kau suka tamannya?”


Ana : “Ya. Kau


sudah selesai mandi?”


Ana melihat


Nanda mendekatinya hanya memakai handuk. Rona merah muncul di pipi Ana saat


melihat tubuh berotot Nanda.


Nanda : “Tidak


manggil tuan lagi, heh?”


Ana : “Harusnya


kupanggil suamiku. Atau sayang...”


Ana


melingkarkan tangannya ke leher Nanda. Ia menyusuri pipi mulus Nanda dengan


jemarinya. Ana menyusuri leher Nanda dengan bibirnya.


Nanda :


“Ap...apa yang kau lakukan?”


Ana : “Kamu gak


suka? Aku berhenti ya.”


Nanda merangkul

__ADS_1


pinggang Ana dan diam lagi. Ana kembali meneruskan apa yang ingin ia coba pada


Nanda. Tangan Ana sangat aktif di bawah sana sampai handuk Nanda terlepas. Ana


menatap mata Nanda yang mulai tidak fokus. Ia menghentikan tangannya dengan


cepat dan Nanda mulai tersadar kembali.


Nanda : “Kenapa


berhenti? Yang tadi enak sekali.”


Ana : “Apa kau


yakin belum pernah melakukannya? Aku merasa seperti wanita murahan disini.”


Nanda : “Kau


istriku sekarang. Lakukan lagi yang tadi.”


Ana : “Kau


sangat tidak sabaran, tuan muda.”


Bruk! Nanda


mendorong Ana ke atas tempat tidurnya. Ia melakukan sama persis dengan apa yang


dilakukan Ana tadi pada tubuhnya. Ana belingsatan menerima serangan dari Nanda.


Sampai ia tiba-tiba berhenti bergerak.


Ana : “Ach,


kenapa berhenti?”


Nanda : “Kau


juga berhenti tadi.”


Ana sangat


kesal pada Nanda yang terlalu polos. Semuanya harus diajari dari nol. Akhirnya


Ana mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengajari Nanda, mempraktekkan semua


yang ia dengar dari teman-temannya.


Ana mengatur


nafasnya, ia baru saja membuat Nanda merasakan kepuasan bercinta. Mereka bahkan


belum sampai ke inti permainan yang memabukkan itu tapi Ana sudah merasa lelah.


Ana merebahkan tubuhnya di samping Nanda. Ia menarik selimut menggunakan


kakinya dan mengerubungi dirinya.


Ana hampir


terlelap saat ia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Ana terbangun


dengan cepat dan membuka selimutnya.


Ana : “Kamu


ngapain?”


Nanda : “Gak


akan kubiarin kamu tidur. Yang tadi belum semuanya, kan?”


Ana : “Tapi aku


cuma taunya segitu aja.”


Nanda : “Trus,


mana anaknya?”


Ana : “Anak


apa?”


Nanda : “Bukannya


habis itu, kita punya anak?”


Ana keceplosan


tertawa, sebenarnya apa yang diketahui oleh Nanda. Sepertinya ia belum pernah


melihat film panas. Atau bahkan bolos waktu pelajaran biologi dulu.


Ana : “Mau


anak, tunggu hamil dulu. Sembilan bulan kemudian baru lahir.”


Nanda : “Apa


kamu sudah hamil?”


*****


Klik

__ADS_1


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa


tinggalkan jejakmu). Tq.


__ADS_2