Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak) - Pilihan Aliya


__ADS_3

Boy dan Joya sudah tiba di apartment Aldo setelah menempuh perjalanan panjang. Papa dan mama Aldo menyambut mereka dengan baik. Aliya yang datang bersama Aldo agak bingung karena mereka tidak masuk ke kamar apartment Aldo tapi ke bagian lain dari gedung apartment itu.


Aliya : “Kita mau kemana? Katamu papa dan mamaku sudah menunggu kita di apartmentmu.”


Aldo : “Ke apartment papa.”


Aliya : “Maksudmu? Gedung ini punya papamu?”


Aldo : “Iya, milik pribadiku hanya kamar apartmentku saja di lantai bawah. Sisanya milik papaku.”


Aliya terpana melihat keindahan dekorasi di lantai atas, ruangan luas dengan cat putih dan jendela besar hingga sinar matahari benar-benar bisa masuk menghangatkan ruangan. Beberapa tanaman tropis terpajang di sudut ruangan.


Orang tua Aliya sudah menunggu sambil minum teh, mereka menyambut Aliya dan Aldo,


Boy : “Aliya sayang, sini nak. Papa…”


Aliya : “Papa kangen kan?”


Aliya memeluk papa dan mamanya, ia juga mencium tangan mereka dan kedua orang tua Aldo. Aldo juga melakukan hal yang sama dan kembali duduk di samping Aliya.


Pak Alex : “Nah, kita sudah berkumpul disini. Papa langsung saja ya, kita berkumpul sekarang untuk membicarakan pertunangan antara Aldo dan Aliya. Tapi sebelum itu, papa mau menanyakan tentang perasaan kalian berdua.”


Boy : “Apa kalian benar-benar setuju dengan pertunangan ini?”


Aliya & Aldo : “Iya, pah!”


Aliya dan Aldo saling pandang dan tersenyum malu, suara mereka sangat jelas dan kompak. Kedua orang tua mereka saling pandang dan mengangguk.


Pak Alex : “Kalau begitu, persiapan pertunangan akan segera dimulai. Sebaiknya kita lakukan di Indonesia saja, sekalian berkumpul dengan keluarga besar saya. Kebetulan sekitar 3 minggu lagi, Andra akan menikah.”


Aldo : “What! Kenapa gak ada yang bilang?”


Pak Alex : “Papa baru tahu semalam kalau tunangannya sudah hamil, kau ingat bulan lalu mereka pergi ke luar kota untuk perjalanan dinas. Andra melakukannya sekali dan langsung gol.”


Boy : “Anakmu bahkan lebih hebat darimu, Lex. Kalian mau mengikuti jejak Andra atau gimana?”


Aldo : “Aliya akan menendangku sebelum gol, pah.”


Aldo berkata dengan mimik wajah sangat menderita, wajah Aliya memerah mendengar kata-kata Aldo, Aldo hampir menciumnya lagi kalau tidak ingat masih ada orang tua mereka disana.


Joya : “Calon menantumu tidak ada bedanya denganmu, pah. Maksud papa, kalian mau menikah atau tunangan dulu?”


Aldo : “Aldo sich ikut Aliya aja, mah. Toh, Aldo sudah siap kalau menikah sekarang.”


Aliya mengernyitkan dahinya, Aldo seperti sudah terbiasa memanggil kedua orang tuanya dengan panggilan papa dan mama.


Aliya : “Aliya mau tunangan dulu ya, pah, mah.”


Aldo : “Kenapa?”


Aliya : “Kenapa kau selalu bertanya hal yang sudah kau tahu? Semalam…”


Aliya menghentikan ucapannya, ia menatap orang tua mereka yang masih diam, kepo dengan kata-kata Aliya selanjutnya. Aliya melirik kesal pada Aldo yang cuma cengengesan di sampingnya.


------

__ADS_1


Malam sebelumnya, Aldo menginap di apartment Aliya, mereka sedikit berdebat antara pernikahan dan pertunangan. Aldo sudah bilang, meskipun mereka menikah sekarang, Aldo akan membebaskan Aliya untuk bekerja atau kuliah lagi. Tapi Aliya merasa dirinya terlalu muda untuk menikah, setidaknya 2-3 tahun lagi baru dia merasa siap.


Aldo : “Apa kau yakin alasanmu hanya itu? Bukan karena Deril?”


Aliya : “Apa hubungannya dengan Deril? Kami hanya rekan kerja.”


Aldo : “Kau yakin?”


Aliya : “Apa kau cemburu? Aku kan boleh berteman dengan siapa saja, terlebih lagi Deril pernah jadi mentorku.”


Aldo : “Teman bisa berubah jadi cinta, tau.”


Aliya : “Kenapa kau kekanak-kanakan sekali? Apa aku tidak bisa dipercaya?”


Aldo : “Lantas apa maumu? Aku cuekin? Kamu itu calon tunanganku, aku harus menjagamu.”


Aliya : “Bagaimana denganmu? Aku lihat sifat playboymu masi ada.”


Aldo : “Aku hanya bersikap ramah, lagipula aku tidak pernah minta ID seorang wanita lagi sekarang.”


Aliya : “Hais, kenapa juga kita berdebat untuk hal seperti ini. Aku lelah, ngantuk. Kau pulang sana.”


Aldo seenak jidatnya melepas kemejanya dan langsung berbaring di ranjang Aliya. Aliya berusaha mendorong Aldo turun, tapi Aldo sudah menarik tangannya hingga jatuh diatas tubuh Aldo.


Aldo : “Apa yang kau lakukan, Al? Jangan menggodaku…” Aldo memegang tangan Aliya meraba dada Aldo yang terbuka. Dengan cepat Aliya mencubit dada Aldo hingga kemerahan.


Aldo : “Aaaooowww…! Sakit… Ssshhh… Kau sadis, Al.”


Aliya : “Siapa suruh kau nakal. Al, pulang sana. Sudah malam, nanti papamu mencarimu.”


Aliya : “Papaku juga sepertinya sudah tahu, mobil om Roy sudah pergi dari tadi.”


Aldo : “Ayo, kita buat cucu untuk mereka.” Aldo menaik turunkan alisnya,


Aliya : “Mesum! Jangan coba-coba melakukannya sekarang atau akan kutendang bokongmu.”


Aldo : “Kalau kau tidak cepat menyingkir dari atasku, aku bisa saja melakukannya sekarang.”


Dengan kesal, Aliya menggulingkan tubuhnya ke samping Aldo. Ia membelakangi Aldo, mencoba memejamkan matanya. Aldo bergerak mendekati Aliya dan memeluk pinggangnya.


Aliya : “…Aal..”


Aldo : “Tidur saja, Al. Aku juga lelah.”


Aliya : “Aku belum mau menikah sekarang, Al. Aku masih punya cita-cita, semakin cepat terwujud, semakin cepat kita bisa menikah.”


Aldo : “Apa yang kau inginkan?”


Aliya : “S2 dan bekerja, ya setidaknya usaha sendirilah.”


Aldo : “Kalau S2, kau tinggal kuliah saja. Kalau usaha sendiri, apa rencanamu?”


Aliya : “Aku akan mencari partner yang cocok dan memulainya.”


Aldo : “Aku bisa jadi partnermu.”

__ADS_1


Aliya : “Belum tentu kita bisa jadi partner kerja yang baik. Lagipula bidang kita berbeda.”


Aliya menggerakkan tubuhnya agar lebih nyaman, tidak sadar pergerakan Aliya membuat senjata Aldo mulai bangun.


Aldo : “Sayang… jangan… bergerak lagi…”


Aliya merasakan hembusan nafas panas di tengkuknya, terasa seperti hembusan nafas penuh nafsu. Ia berhenti bergerak, matanya terpejam dan mereka tertidur sampai pagi.


-------


Aliya duduk di balkon setelah mereka makan siang bersama orang tua mereka, ia memikirkan tentang partner yang cocok dan pilihannya saat ini hanya Deril. Di kantor Deril, banyak kontrak yang bisa ia pelajari dan bayarannya juga lumayan.


Aldo tidak akan setuju dengan keputusannya ini. Aliya mengacak rambutnya, inilah kenapa dia tidak mau jatuh cinta dulu sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak bisa membuat keputusan sendiri bahkan untuk masa depannya tanpa menyakiti pasangannya.


Aliya mulai memikirkan kedua orang tuanya, bahkan sifat keras kepalanya tidak bisa diluluhkan oleh papa dan mamanya sehingga Aliya nekat pergi dari rumah. Tapi sekarang ada Aldo, orang yang ia cintai. Bisakah Aldo mengerti dia?


Tiba-tiba Aliya merasakan rasa takut kehilangan, ia takut Aldo meninggalkannya, tapi ia tidak bisa menahan gairahnya untuk mencapai cita-citanya. Sebentar saja, hanya 2-3 tahun dan mereka juga akan tetap bersama


karena Aliya tidak akan pindah.


Gyut! Aldo memeluk Aliya dari belakang, menyusupkan wajahnya ke tengkuk Aliya.


Aliya : “Al, nanti dilihat papa, lepaskan…”


Aldo : “Aku tidak suka melihatmu begini, Al. Punggungmu terasa dingin.”


Aliya : “Aku sudah memutuskan partner yang akan kuajak kerjasama, tapi aku perlu pengertianmu.”


Aldo : “Kalau yang kau maksud Deril, aku gak masalah tapi ada syaratnya.”


Aliya : “Apa?”


Aldo : “Kau harus tinggal bersamaku.” Bisik Aldo, membuat wajah Aliya memerah.


Aliya : “Apa kau sudah gila? Papa tidak akan setuju.”


Aldo : “Aku serius, aku yang akan bicara dengan papa dan mamamu.”


Aliya : “Tapi aku belum bicara pada Deril, kalau dia setuju, aku akan tinggal disini bersamamu.”


Aldo : “… Al, aku ngantuk.”


Aliya : “Tidur di apartment-mu sana. Kau berat, tau.”


Tapi Aldo tidak mendengarnya, ia sudah molor menjadikan punggung Aliya sebagai bantalnya. Aliya tersenyum, ia melihat pemandangan kota LN yang indah. Hatinya sangat senang mendapatkan Aldo sebagai tunangannya, meskipun cuek, Aldo sangat mengerti dirinya.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


-------

__ADS_1


__ADS_2