
Deril menggeliat diatas ranjang, tubuhnya sedikit kedinginan karena selimutnya entah berada dimana. Tangan Deril meraba sekitar ranjang, ia tidak menemukannya.
Saat Deril membuka matanya, ia melihat selimutnya tergeletak di bawah ranjang. Lebih terkejut lagi melihat Mila tidur dengan posisi telentang menyilang di atas ranjang.
Untung saja ranjang mereka cukup besar, kalau tidak sudah bisa dipastikan Mila akan jatuh dari sana. Mulut Mila bergerak seperti sedang mengunyah sesuatu.
Deril tersenyum gemas melihat kelakuan istrinya, ia memencet pipi Mila dan tiba-tiba,
Mila : "Mmm... selamat makan..."
Krauk! Deril meringis ketika tangannya di gigit Mila sampai bekas gigi Mila tertinggal disana.
Deril : "Kamu lagi mimpi apa sich, sayang. Kenapa harus tanganku yang jadi korban."
Mila membuka matanya, barusan ia bermimpi makan kambing guling yang sangat besar. Tapi setelah digigit, rasanya hambar dan tidak enak.
Mila berguling-guling diatas ranjang, ke kanan ke kiri, menimpa tubuh Deril yang menikmati kelakuan ajaib istrinya di pagi itu.
Deril : "Kamu gak kerja, sayang?"
Mila : "Oh iya... Tapi aku malas mandi."
Deril : "Masa kamu gak mandi, sayang. Aku mandiin ya..."
Mila tidak menjawab, tidak juga menolak saat Deril menariknya bangun dan masuk ke kamar mandi. Deril membuka pakaian Mila dan pakaiannya sendiri. Ia mulai menyalakan shower dan membasuh tubuh Mila dengan sabun.
Terjadilah adegan panas diantara keduanya.
-------
Mila baru selesai memakai pakaian kerjanya, ia berjalan perlahan ke arah meja rias dan tiba-tiba kakinya tersandung karpet. Bruk! Mila yang hampir jatuh, ditahan Deril yang baru keluar dari kamar mandi. Tubuh Mila langsung merosot turun, tak sadarkan diri.
Deril : "Mila! Bangun! Sayang?!"
Deril merasakan suhu tubuh Mila semakin panas. Dengan cepat Deril mengangkat tubuh Mila dan membaringkannya di atas ranjang. Deril mengambil ponselnya menghubungi dokter keluarga untuk segera datang ke apartmentnya.
Dokter David segera datang dan memeriksa Mila, ia mengukur suhu tubuh Mila, tekanan darah dan detak jantungnya.
__ADS_1
dr. David : "Sejak kapan Mila demam?"
Deril : "Kemarin siang dia bilang kalau perutnya kram dan malam hari badannya mulai hangat. Aku kira dia kena gejala flu."
dr. David : "Perut kram? Apa kau ingat kapan terakhir Mila datang bulan?"
Deril mengambil kalender di atas nakas dan membaliknya. Dokter David melihat dan menghitung sebentar,
dr. David : "Kalau sesuai gejalanya, kemungkinan Mila sedang hamil. Tapi kita tidak akan tahu sampai dilakukan test. Suhu tubuhnya masih terhitung normal kalau dia sedang hamil, dan untuk pingsannya... katakan terus terang apa kalian melakukannya terlalu berlebihan?"
Deril : "...Sehari bisa dua sampai tiga kali, dok. Apa benar Mila hamil?"
dr. David : "Jelas Mila kelelahan karena kamu. Astaga, anak muda sekarang terlalu bersemangat."
Deril : "Mau bagaimana lagi, dok. Kami baru bertemu sebentar dan langsung menikah. Dokter seperti tidak pernah muda saja."
dr. David : "Aku akan berikan test pack ini, gunakan saat dia bangun nanti. Untuk saat ini tunggu dia sadar dan segera beri minum yang banyak."
Dokter David meninggalkan apartment Deril. Deril menunggu dengan sabar di sisi Mila yang pucat. Perlahan Mila mulai sadar, ia memegangi perut dan kepalanya yang terasa sakit.
Deril : "Sayang, minum dulu. Pelan-pelan."
Deril : "Kamu kelelahan, sayang. Tadi sempat pingsan juga. Apa kamu mau makan sesuatu?"
Mila : "Aku mau muntah..."
Mila membekap mulutnya, Deril segera mengangkat tubuh Mila membawanya masuk ke kamar mandi. Mila memuntahkan cairan dalam perutnya, ia bahkan belum sarapan tadi.
Deril : "Sayang, kamu gak pa-pa?" Mila mencuci wajahnya dan menggeleng,
Mila : "Aku mau pipis, kamu keluar dulu dech."
Deril : "Eh, ntar dulu. Tampung dikit pipismu disini ya. Tadi dokter yang suruh buat test. Aku jagain, ntar kamu jatuh lagi."
Mila terpaksa menyalurkan hasratnya buang air kecil di depan Deril yang bahkan tidak merasa jijik sama sekali. Setelah selesai, Deril kembali mengangkat tubuh Mila ke ranjang.
Deril : "Mau makan apa, sayang?"
__ADS_1
Mila : "Aku mau makan mie ayam, sate ayam, sama rujak."
Deril langsung lemes mendengar permintaan Mila, dimana juga dia harus nyari semua keinginan aneh Mila ini.
Deril : "Sayang, kalau mau makan itu pasti lama nyarinya, perutmu kan udah kosong, yang cepet ada gak?"
Mila : "Ya uda dech, ayam goreng sama triple cheese burger aja."
Deril segera memesan delivery makanan cepat saji, sungguh dia tidak ingin memesan junk food untuk Mila, tapi saat ini dia tidak punya pilihan. Mila harus segera makan agar kondisinya membaik.
Pesanan Mila segera datang, dengan tambahan milkshake juga. Mila langsung melahap makanan di depannya dengan sangat nikmat.
Deril teringat sesuatu, masuk ke kamar mandi dan membaca aturan pakai test pack yang tadi ia letakkan di wastafel. Pelan-pelan Deril menuangkan sedikit air seni Mila ke atas alat test itu dan menunggu. Belum ada reaksi, Deril kembali membaca aturan pakainya dan ketika ia melirik alat itu, dua garis merah muncul disana.
Deril hampir berteriak kegirangan, ia menatap alat test itu dengan mata berkaca-kaca. Akhirnya Mila positif hamil, Deril membaca sekali lagi dan melihat alat test itu. Tidak ada kesalahan sama sekali. Inilah yang menjelaskan kelakuan aneh Mila beberapa waktu ini.
Deril keluar dari kamar mandi, ia memperhatikan Mila yang sedang bersandar di sofa mengelus perutnya dengan senyuman bahagia.
Deril : "Sayang, sudah selesai makan?" Deril melihat makanan diatas meja sudah habis tak tersisa.
Mila : "Sudah, sayang. Tapi aku tidak menyisakan untukmu. Ayo, kita buat sarapan dulu."
Deril : "Aku akan sarapan nanti. Hari ini kita ke dokter ya. Kita harus cek kesehatanmu dan bayi kita."
Mila : "Bayi??!!!"
Deril menyerahkan hasil test di tangannya dan Mila langsung menangis sambil memeluk erat Deril. Tapi ia segera melepaskan pelukannya dan berlari ke kamar mandi. Mila memuntahkan semua makanan yang tadi dimakannya. Deril segera menyusulnya dan memegangi Mila agar tidak jatuh.
-------
Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.
Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.
Please vote poin buat karya author ya...
__ADS_1
Makasi banyak...
-------