Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Kisah Anak) - Kehamilan Rara


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Alvin berangkat ke kantornya seperti biasa, ia melewati jalanan yang lumayan macet, entah karena apa. Saat tiba di kantornya, ia melihat mobil Boy berhenti di lobby.


Alvin : "Pagi, pah. Tumben mampir."


Boy : "Papa ada janji meeting dengan client disini. Masa kamu lupa?"


Alvin : "Loh, bukan Alvin yang meeting ya?"


Boy : "Salah denger kali, kamu uda sarapan."


Alvin : "Uda dong, pah. Sarapan plus-plus, sangat memuaskan."


Boy : "Hadeh, Rara uda hampir melahirkan begitu juga kamu lahap. Mantap, Vin."


Alvin dan Boy berjalan beriringan terlihat sangat tampan seperti biasanya. Meskipun sudah paruh baya, pesona Boy masih terlihat jelas.


Meeting pagi itu sudah hampir dimulai, Boy sudah masuk ke ruang meeting bersama client mereka. Tapi sedetik kemudian, Boy berlari keluar dari ruang meeting dan mendobrak ruang kerja Alvin.


Alvin hampir jatuh dari kursinya melihat papanya menendang pintu.


Boy : "Vin!! Cepat!!! Rara dibawa ke UGD... Telpon mamamu. Papa akan urus disini dulu."


Asisten Alvin yang mendengar itu, segera menelpon ke lobby meminta sopir membawa mobil Alvin ke lobby.


Alvin yang dilanda kepanikan, berlari ke arah lift yang sudah terbuka karena asistennya yang siaga.


Sampai di lobby, mobil Alvin sudah siap,


Asisten Alvin : "Bapak pakai sopir saja, biar bisa menelpon. Ini ponsel bapak dan dompet."


Alvin : "Makasi, kamu ikut dulu. Nanti balik ke kantor lagi. Aku lagi gak bisa mikir."


Bima (akhirnya author tahu nama asistennya Alvin) ikut masuk ke dalam mobil. Ia melihat Alvin yang masih bengong, dan mengingatkannya untuk menelpon Joya.


Joya : "Halo, nak? Mama dalam perjalanan ke RS. Rara sudah mau melahirkan. Kamu nyusul ke RS biasa ya."


Alvin : "Rara baik-baik aja kan, mah?"


Terdengar teriakan kesakitan Rara yang terbaring di bed ambulance.


Joya : "Ini pertama kalinya buat Rara, pasti menyakitkan. Kamu cepat susul ke RS ya. Mama akan jaga Rara."


Alvin : "Dokter bilang perkiraan lahirnya masih 2 minggu lagi kan, mah?"


Joya : "Kita gak tahu, nak. Kalau sudah waktunya, mau cepat mau lambat, pasti akan lahir juga."


Alvin memberitahu Bima mereka harus ke RS yang mana. Sopir segera mengemudikan mobil mengikuti arahan Bima.


🌴🌴🌴🌴🌴


Flash back...


Setelah Alvin berangkat ke kantor, Rara merasakan pinggangnya nyeri. Ia duduk di sofa ruang tamu karena tidak kuat menahan rasa sakitnya.


Bibik yang melihat Rara kesakitan, segera menelpon Joya yang segera berlari ke rumah Rara.


Melihat Rara yang menangis dengan cairan membasahi kakinya, membuat Joya tahu kalau Rara akan melahirkan.


Untung saja Joya sudah memberitahu bibik tentang tanda-tanda orang yang akan melahirkan. Dan bibik baru selesai menelpon ke RS meminta ambulance.

__ADS_1


Suara ambulance terdengar dari kejauhan, di tengah kepanikan, Joya tidak sengaja menekan dial cepat untuk Boy. Boy mengangkat telpon dari Joya, karena meeting belum dimulai.


Ia merasakan dejavu saat Joya melahirkan Alvin. Suara ambulance, orang-orang bicara, suara Joya yang menyebutkan nama Rara, membuat Boy berlari ke ruangan Alvin.


Flash back off...


🍁🍁🍁🍁🍁


Mobil Alvin memasuki halaman rumah sakit. Alvin segera keluar, berlari ke UGD mencari keberadaan Rara. Tapi ia tidak menemukannya disana.


Bima yang juga masuk ke dalam, memilih bertanya ke resepsionis tentang pasien yang akan melahirkan. Ia mengetahui kalau Rara sudah masuk ke ruang bersalin.


Bima segera menarik Alvin ke ruangan yang dimaksud dan melihat Joya disana.


Joya : "Alvin, syukurlah. Rara sudah bukaan 10, sebentar lagi lahir. Mama gak boleh masuk, kamu bisa masuk kesana."


Alvin : "Alvin masuk ya mah."


Ketika Alvin masuk, udara dingin dari AC membuat perasaannya tidak tenang. Ia melihat seorang suster yang berjalan ke arahnya.


Alvin : "Suster, saya suaminya pasien atas nama Rara."


Suster : "Bapak bisa ikut saya, dokter sedang menangani pasien sekarang."


Alvin mengikuti suster masuk ke salah satu ruangan yang tertutup tirai. Ia melihat Rara sedang berjuang melahirkan disana.


Keringat membasahi kening dan tubuh Rara yang hanya tertutup selimut. Alvin mendekat, mencium keningnya dan menggenggam tangan Rara.


Alvin : "Berjuanglah, sayang. Aku mencintaimu."


Kata-kata Alvin seolah memberi semangat Rara yang sudah kelelahan. Ia mengedan sekali lagi dan anak pertama mereka lahir ke dunia.


Oooeekk...! Oooeeekk...! Suara tangisan bayi yang sangat keras, memenuhi ruang bersalin. Alvin meneteskan air mata melihat bayinya yang sudah dibersihkan dibawa kepadanya dalam balutan selimut tebal.


Alvin : "Ra, anak kita laki-laki."


Rara : "Aku mau gendong."


Suster membantu Rara menggendong bayinya dan bayi mungil itu mulai menjilat pu**ng Rara. Suster mengarahkan bayi itu ke dada Rara yang langsung menyedot ASI dari pa**daranya.


Bayi itu menyusu dengan sangat kuat sampai Rara merasakan kantuk yang amat sangat. Ia mulai memejamkan matanya, membiarkan Alvin memegangi bayinya.


---------


Rara terbangun mendengar suara berisik di sampingnya. Ia membuka mata dan melihat ibu dan ayahnya, Boy dan Joya, dan Alvin sedang bicara dengan seseorang lewat v-call. Alvin tampak sedang menggendong bayi di tangannya.


Rara : β€œVin…”


Alvin menoleh dan tersenyum pada Rara,


Alvin : β€œSudah bangun, Ra. Ini ada Aliya dan Aldo.”


Alvin memberikan bayinya pada Rara yang menggendongnya di dadanya. Bayi itu tampak pulas tertidur, sesekali tersenyum. Alvin mendekatkan ponselnya pada Rara dan Aliya tersenyum padanya,


Aliya : β€œSelamat ya, kak. Baby boy-nya ganteng. Kakak sehat kan?”


Rara : β€œMakasi, Al. Kakak baik saja, cuma agak capek.”


Aliya : β€œKalau gitu Aliya tutup dulu ya. Bye semua, bye, baby boy.”


Aliya memandangi bayi mungil dalam dekapannya. Bayi itu menggeliat, mencari-cari ke samping dengan mulut sedikit terbuka.

__ADS_1


Rara : β€œMah, dia kenapa?”


Mama Rara : β€œSepertinya dia lapar, coba buka bajumu.”


Mama Rara dan Joya membantu Aliya menyusui babynya. Tubuh Aliya merinding saat bayi itu menyedot ASI dari pa**daranya.


Rara : β€œSiapa namanya?”


Alvin : β€œArya Prawira, sayang. Kau suka?”


Rara : β€œIya, namanya bagus.”


Untuk sementara mama Rara dan Joya akan bergantian menginap di rumah Rara, sampai Rara bisa mengurus Arya sendiri. Kedua mama yang sudah jadi nenek ini sangat memahami kalau Rara masih perlu bimbingan mereka berdua karena belum pengalaman. Rara yang mendengarnya merasa sedikit lega.


🌷🌷🌷🌷🌷


Kelahiran Arya juga membawa kebahagiaan tersendiri pada Aldo. Pasalnya, Aliya sudah mengatakan mereka akan menikah setelah Arya berumur setahun. Aldo senyum-senyum sendiri membayangkan malam pertamanya dengan Aliya.


Aliya : β€œKamu pasti lagi mikir jorok ya.”


Aldo : β€œAku? Nggak!”


Aliya : β€œSenyum mesummu itu terlihat jelas.”


Aldo : β€œHehe… aku gak sabar membuka gaun pengantinmu di malam pertama kita.”


Aliya : β€œTuch, kan mesum lagi!”


Aldo : β€œAku kan cuma mesum sama kamu. Sudah lama aku menantikan ini, Al.”


Aliya : β€œAku kan sudah memberimu kesempatan melakukannya duluan. Tapi kamu gak pernah mau, jadi ya sabar.”


Aldo : β€œAku tidak mau kau menganggapku brengsek, Al. Memanfaatkan kesempatan setelah kita bertunangan, apalagi kita sekamar sekarang.”


Aliya : β€œKamu yang seperti inilah yang membuatku semakin mencintaimu, Aldo.”


Aldo : β€œTapi kalau pemanasan, boleh kan?”


Senyum mesum Aldo tiba-tiba mengembang. Mereka baru sampai di apartment sepulang dari bekerja. Aliya sampai harus mengerjakan pekerjaan Deril juga karena Deril sibuk berbulan madu.


Aliya : β€œAku capek, Al. Mau mandi dan tidur.”


Aldo : β€œβ€¦β€


Aliya : β€œMau mandi sama-sama?”


Aliya berjalan ke kamar mandi dan membiarkan pintunya sedikit terbuka. Aldo berpikir sebentar dan ikut masuk ke kamar mandi.


-------


Hayo yang mikir jorok, jangan salahin author ya… Sesungguhnya mereka hanya mandi ya... Mohon maaf kalau telat up, karena kondisi author yang lelah hayati bang…


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul β€œPerempuan IDOL”, β€œJebakan Cinta” dan β€œDuren Manis” dengan cerita


yang gak kalah seru.

__ADS_1


-------


__ADS_2